
Sean berpamitan pada bunda dan ayah untuk pulang. Kevin masih di teras menunggu Sandra naik ke teras atas untuk memberitau jika Sean sudah pulang.
"Lama sekali Sandra naik ke atas!" keluh Kevin.
"Mungkin Sean belum pulang" ujar Sindri.
"Ya tapikan ini dah sore sayang, aku harus pulang dan bersiap untuk nanti malam" ujar Kevin.
"Ya sudah, aku telpon Sandra dulu" ucap Sindri.
Sindri menelpon Sandra, dan ponsel Sandra berbunyi saat di tangga teras.
"Tu orangnya ngapain di telpon?" ujar Kevin.
"Lama banget si kamu San" protes Sindri.
"Maaf kakak kakak" ucap Sandra sambil tersenyum senyum.
"Sean udah pulang?" tanya Kevin.
"Sudah 15 menit lalu" ucap Sandra.
Kevin dan Sindri membuang nafasnya dengan kasar. Akhirnya Kevin beranjak pamit pada Sindri dan Sandra dan turun ke bawah untuk berpamitan dengan ayah dan bunda.
Kevin melajukan motornya menuju rumahnya. Sean di rumah bersiap untuk pergi ke festival.
Sindri dan Sandra ke kamar mereka untuk bersiap siap ke festival malam.
__ADS_1
***
Malam pun tiba, kedua pasangan tersebut sudah siap untuk menjemput pasangan mereka di rumah yang sama.
Kevin melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar sampai lebih dulu sebelum Sean dan memarkirkan motornya di garasi.
Sean pun melajukan motor dengan kecepatan sedang, karena jalanan dari rumahnya ke rumah Sandra sedikit ramai.
Kevin pun sampai di rumah Sindri langsung memarkirkan motornya di garasi dan masuk dari pintu samping. Kevin di sambut oleh ayah dan bunda langsung di suruh menemui Sindri dan Sandra di kamar mereka.
"Hei hei hei, pujaan hati siapakah itu?" ucap Sandra menggoda Sindri karena melihat Kevin masuk ke kamar mereka.
"Duduk di sofa saja" ujar Sindri pada Kevin.
Kevin melihat Sindri dan Sandra menggunakan pakaian yang selalu sama membuat Kevin bingung.
"Aku tidak akan tertukar, karena aku bisa membedakan kalian dari sikap kalian" ujar Kevin yang percaya diri dengan memperhatikan gerak gerik keduanya.
Sean pun datang ke rumah Sandra. Ia di sambut hangat oleh ayah dan bunda. Sean di persilahkan duduk dan bunda memanggil Sandra di kamarnya.
Bunda pun bingung untuk membedakan keduanya. Bunda akhirnya memanggil nama Sandra dan mendekat serta memberitau jika Sean sudah datang dan menunggu di bawah.
Sandra pun turun dengan bunda ke bawah. Sandra memainkan ponselnya untuk mengabari Sindri.
Sean dan Sandra sudah pergi. Sindri dan Kevin bergegas ke garasi dan melajukan motornya mengikuti motor Sean.
Festival Malam
__ADS_1
Sesampainya di festival, Sandra dan Sean mencoba wahana yang ada. Sedangkan Kevin dan Sindri berjalan jalan di festival sambil mememakan cemilan dan mencoba permainan yang tersedia di festival.
Sean dan Sandra duduk di bangku untuk menenangkan rasa pusing karena wahana yang ia naiki. Sean pun meninggalkan Sandra untuk ke toilet dan membeli minuman.
Sandra duduk sendirian tiba tiba Surya datang di hadapannya langsung menarik tangan Sandra untuk mengikuti Surya pergi ke suatu tempat sepi yang terdapat di festival itu.
Kevin dan Sindri melihat Sandra di tarik Surya membuat Kevin geram, Sindri di minta menunggu di bangku yang tadinya di duduki Sandra. Kevin mengikuti Surya yang menarik Sandra.
Sean kembali dan membawa minuman lalu duduk di sebalah Sindri.
"Ini minumannya" ujar Sean menawarkan minumannya kepada Sindri.
Sindri menyadari jika ada Sean yang duduk di sebelahnya.
'Aduh, kenapa Kak Sean duduk disini?' gumam Sindri dalam hati agar tidak salah tingkah.
"Di minum San, biar merasa lega" ucap Sean yang membukakan tutup botol minuman.
'Dia kira aku ini adalah Sandra? OMG. aku harus berpura pura menjadi Sandra' gumam Sindri dalam hati.
Sean merasa ada yang aneh dengan Sindri karena tidak seperti tadi sebelum ia meninggalkan Sandra.
"Kamu kenapa San?" tanya Sean.
"Aku... Aku gpp" jawab gugup Sindri.
"Ya sudah, kalo kamu gpp, kamu mau makanan apa? Biar aku belikan" ucap Sean yang memegang tangan Sindri dengan lembut.
__ADS_1
Sindri merasa risih, karena harus berpura pura jadi Sandra dan di perlakukan lebih lembut oleh Sean dari pada bersama Kevin.