
Sindri dan Kevin
Mereka berdua sampai di rumah Sindri.
Bunda membukakan pintu setelah mendengar ketukan pintu dan bel rumah.
"Loh, ko cepet banget pulangnya?"tanya Bunda.
"Bun, boleh gk kita masuk dulu. Ceritanya di dalem aja" ucap Sindri yang merasa gagal jalan sama Kevin.
"Iya, masuk sayang. Oh ya Kevin, motor kamu jangan di parkirkan di situ, sebaiknya masukin ke garasi aja biar gk ketahuan Sean nanti" ucap Bunda.
"Iya bun" ucap Kevin.
Kevin pun memasukan motornya ke garasi, lalu menutup garasi dan masuk ke dalam rumah lewat pintu samping serta menaruh sepatunya disitu.
"Kevin, kamu sudah di tunggu Sindri dan Bunda di teras atas" ucap Ayah yang melihat Kevin masuk dari pintu samping.
"Iya Ayah, terima kasih" ucap Kevin.
Kevin pun menuju ke teras atas. Kevin sudah di anggap seperti anak di keluarga Sindri jadi dia tak canggung untuk masuk ke rumah mewah ini.
Sindri menoleh ke arah Kevin dan memanggilnya untuk bergabung bersama Bunda dan dirinya.
"Ini Vin, kamu minum dulu" ucap bunda yang menaruh minuman untuk Kevin.
"Terima kasih bun" ucap Kevin.
Kevin meminum minuman, sedangkan Sindri memakan pancake buatan bundanya.
"Coba ceritakan bagaimana jalan jalan kalian hari ini?" tanya bunda.
__ADS_1
Akhirnya Sindri dan Kevin menceritakan kejadian dan peristiwa yang mereka berdua alami hari ini secara bergantian.
Bunda menyimak cerita lalu tersenyum dan menahan tawa dengan tingkah anak muda yang ada di hadapannya ini.
"Kalian harus berhati hati, biar gk ketuker nantinya dan gk bertemu secara bersamaan lagi seperti hari ini" nasehat bunda pada mereka berdua.
"Iya bun, lagi pula aku juga gk tau kalo Sean mengajak Sandra ke Cafe Kenangan itu" ucap Kevin.
"Iyaa, tapi kalian yakin mau keluar nanti malam ke festival secara bersamaan?" tanya Bunda.
"Iya bun, aku kan kesini jarang. Sesekali aku pergi ke festival disini bersama kak Kevin" ujar Sindri.
"Ya aku si ikut aja si Bun, jadi saat Sean datang, aku sudah di sini menunggu Sean dan Sandra pergi lebih dulu, jadi aku dan Sindri ngikutin di belakangnya aja, sekalian mantau" ujar Kevin.
"Kalo gitu nginep aja disini dari pada mondar mandirkan?" ide Sindri.
"Iya juga ya, ya udah kalo gitu, aku telpon ibu dulu buat ngabarin" ujar Kevin.
"Yah bun, masa begitu si bun" kecewa Sindri.
"Yang di bilang bunda benar, kalo begitu aku telpon ibu biar segara menyiapkan lamaran ku untuk Sindri" ujar bercanda Kevin sambil terkekeh.
"Eh, tidak tidak. Kuliah dulu biar bisa saling membahagiakan satu sama lain" ucap Bunda.
"Tapi dapet restu kan bun?" tanya Kevin.
"Pasti Kevin, Ayah dan Bunda sangat merestui hubungan kamu dengan Sindri, karena kamu rela menjaga Sindri di sana, dan menjaga Sandra disini dan bunda yakin kalo kamu bisa setia sama satu perempuan" nasehat bunda pada Kevin.
"Iya bun" ucap Kevin.
"Bunda mau kebawah, kalian mengobrollah berdua" pamit bunda bangun dari tempat duduknya menuju tangga.
__ADS_1
Bunda meninggalkan mereka berdua di teras atas. Di bawah suara motor Sean berhenti di depan rumah.
"Ayo kak, masuk dulu. Mumpung kak Kevin belum kesini" ajakan Sandra.
"Iya, sebentar" ucap Sean mematikan mesin motornya.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk atau memencet bel karena pintu rumah sudah terbuka.
" Loh kalian kenapa cepat sekali jalan jalannya?" tanya bunda yang turun dari tangga langsung melihat Sandra dan Sean.
"Iya bun sedikit kurang menarik jalan jalan menggunakan motor" ucap Sandra.
"Loh, emang biasanya naik apa?" tanya bunda.
"Naik angkutan umum bun" jawab Sandra.
"Ya sudah, kalian duduk dulu. Bunda ambilkan minuman dan pancake" ucap Bunda.
Bunda ke dapur. Sandra dan Sean duduk di sofa ruang keluarga.
"Nanti malem jadikan kak ke festival?" tanya Sandra.
"Jadilah, karenakan senin sampai jum'at aku tidak bisa menghabiskan waktu bersama kamu" ucap jail Sean sambil mencubit pipi Sandra dengan lembut.
"Tapi nanti dateng jam berapa kak?" tanya Sandra.
"Ya sekitar jam 7 malem gimana?" tanya pendapat Sean.
"Oke, aku tunggu" jawab Sandra.
Bunda membawa minuman dan pancake dan di taruh di meja. Bunda meninggalkan keduanya di ruang keluarga.
__ADS_1
Sindri dan Kevin berbincang di teras sedangkan Sandra dan Sean di ruang keluarga.