Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 27. Geng Grils


__ADS_3

Kevin mengajak Sandra ikut dengannya, Kevin membelikan minuman serta makanan untuk Sandra. Mereka duduk berdua sambil menikmati makanan dan minuman.


"Kita sama sama cemburu, karena Sean tidak tau maka biarkan ini terjadi untuk pertama dan terakhir kalinya" ujar Kevin yang duduk di sebelah Sandra.


"Aku akan ungkap semua kebenaran ku dan kak Sindri nanti kak, saat waktunya tiba, tapi entah hubungan ku dengan siapa nantinya dan aku juga tidak rela jika sepasang kekasih tertukar kembarannya" ujar Sandra.


Beberapa mata melihat adegan mesra Sindri dan Sean di festival itu, Sandra dan Kevin menjauh dari tempat mereka berdua duduk dan wajah Sandra tidak terlihat karena menggunakan topi yang sengaja di kebawahkan,menggunakan kaca mata hitam dan memakai jaket Kevin agar tidak ada yang mengenali Sandra yang menggunakan pakaian couple dengan Sindri.


Satu geng grils membicarakan Sindri dan Sean dari kejauhan dengan tatapan tidak menyukai Sindri.


"Liat tu, Udah sama Kevin  malah berpaling ke Sean".


"iihh, kegatelan banget si jadi cewe".


"Begitu tuh, nikmatnya jadi cewe cantik, cowonya banyak".


"Tapi murahan". Imbuhan.


"Makin geram gw liatnya"


"samperin yuk".


Mereka berlima menghampiri Sindri dan Sean.


Tangan Sindri pun langsung di tarik oleh ketua geng itu untuk menjauh dari Sean.

__ADS_1


Sean yang melihat Sindri di perlakukan seperti itu spontan menahan tangan Sindri yang satunya.


"Udah deh Sean, ini urusan perempuan gk usah lu ikut campur" usir salah satu anggota geng yang melepaskan tangan Sean dari tangan Sindri.


Sindri di tarik paksa dan Sean ingin mengikutinya malah di hadang oleh keempat anggota geng grils.


Sean tidak melawan perempuan karena menurutnya bukan lawan yang pas untuknya dan jika dia melawan perempuan sama saja dengan pecundang.


Sindri menahan tangan orang yang menarik tangannya. Dan si penarik tangan Sindri berhenti dan langsung menatap Sindri dengan tajam.


"Mau lu apa?" tanya Sindri.


"Gw mau, lu jauhi Sean kalo lu milih Kevin, atau lu jauhi Kevin klo lu milih Sean? Atau kalo bisa lu jauhi mereka berdua!". Ancamnya.


"Emang lu siapa bisa ngatur hidup gw?" tanya Sindri dengan berani dan mengibas  tangan yang di tarik tadi dengan tenaga.


"Gw gk takut sama lu!" ucap tegas dan percaya diri Sindri.


Ketua geng itu ingin menarik rambut indah Sindri dengan tangannya namun tangannya itu langsung di tangkis dan di pegang oleh Sindri.


"Oh jadi ini, beraninya main rambut?" tanya Sindri langsung membuang tangan yang ingin menarik rambutnya.


Ketua geng itu gk terima, ia langsung melayangkan telapak tangannya untuk menampar wajah cantik Sindri.


'Plak' tamparan itu mendarat di pipi Sindri dengan keras.

__ADS_1


Sindri pun geram membalas tamparan tersebut dengan mengunci kedua tangan ketua geng itu ke belakang tubuhnya sendiri.


"Sakit gk?" tanya Sindri dengan geram dan bernada tinggi.


Sindri mempererat kuncian tangannya.


"Aaww, lepasin gw!" ujar nya yang merintih kesakitan.


Sindri mendekatkan wajahnya di sebelah telingga ketua geng itu dan berbisik di telingganya.


"Gw mau deket sama siapapun bukan urusan lo, paham!" ujar Sindri tegas.


Ketua geng grils itu mulai merasakan sakit.


"Woy, tolongin gw" ujarnya ke anggota gengnya.


Anggota geng grils mendengar panggilan dari ketuanya langsung menghampiri dan di ikuti Sean di belakangnya.


Sean terkejut melihat Sandra alias Sindri memperlakukan Ketua geng grils itu. Yang ia tau selama ini Sandra adalah orang yang lemah lembut dan tidak bisa bertindak kasar.


"San, lepasin aja" pintah Sean karena takut jika Sandra berurusan dengan geng grils itu.


"Lepasin gw" ujar ketua geng itu memberontak.


Sean langsung mendekati Sindri untuk melepaskan kuncian tangan ketua geng itu.

__ADS_1


Setelah Sindri melepaskan, Sean langsung mengajaknya pulang.


__ADS_2