Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 29. Murid Baru


__ADS_3

Sandra dan Kevin telah menjelaskan semuanya pada Sindri tentang kejadian yang mereka berdua alami di festival.


Kevin pulang ke rumahnya karena hari semakin malam. Sindri dan Sandra tidur berpelukan karena besok mereka tidak akan bertemu lagi dalam waktu yang cukup lama.


Keesokan harinya, Pagi yang cerah di hari Senin. Sandra sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, begitu pula dengan Sindri yang sudah bersiap untuk kembali ke kota dimana ia di besarkan.


Sandra dan Sindri sedang duduk bersama di ruang keluarga untuk menghabiskan waktu bersama karena rasa rindu yang begitu besar terhadap kembarannya sebelum Sandra pergi ke sekolah.


"San, aku akan sangat merindukan mu". Ucap Sindri menatap dan memegang tangan Sandra.


"Iya kak, aku juga". Ucap Sandra langsung memeluk Sindri dengan erat.


Bunda dan Ayah melihat kedua putrinya berpelukan merasa kasihan karena mereka harus terpisah sejak kecil. Kemudian bunda menghampiri kedua putrinya.


"Sudah, kalian sudah di tunggu Ayah". Ucap bunda.


Sandra langsung melihat bunda begitu pula dengan Sindri.


"Iya bun". Ucap mereka berdua bersamaan.


Sandra dan Sindri langsung berpamitan pada bunda, lalu bunda memeluk Sindri.


Bunda berbisik di telinga Sindri.


"Jangan khawatir, setelah lulus SMA kamu akan tinggal bersama kami".


Sindri melepas pelukannya, dan mencium pipi bunda.


Sandra melihat kehangatan antara bunda dan Sindri, ia pun meneteskan air mata yang sudah tidak tertahan lagi.


Sindri melihat Sandra menanggis pun langsung mendekat dan menghapuskan air mata Sandra.

__ADS_1


"Hei, adik kecil ku. Jangan menanggis lagi ya".


"Aku akan selalu merindukanmu San, cup cup,jangan menanggis Ok?". Ucap Sindri menepuk pipi Sandra dengan pelan dan memeluknya.


"Sudah,nanti kalian akan terlambat, Ayah sudah menunggu dari tadi di depan". Ucap bunda.


Mereka berdua melepas pelukan dan berjalan keluar rumah dengan beriringan dan bergandengan tangan. Mereka langsung duduk di mobil tetapi tidak melepaskan gandengan tangan.


Ayah duduk di depan sebelah supir melihat kedua putri nya merasa sedih karena mereka berdua harus tinggal berjauhan.


Mobil pun melaju ke sekolah untuk mengantar Sandra. Sesampainya di sekolah, saat Sandra ingin turun dari mobil ia langsung memeluk Sindri dan mencium pipinya.


"Aku akan merindukanmu Kak".


Terdengar suara bel berbunyi, Sindri langsung melepaskan pelukannya.


"Sudah, masuk sana, belajar yang pinter. Aku menitipkan mu pada  Kak Kevin untuk menjaga mu dan anggaplah Kak Kevin adalah Kakakmu".


Sandra pun memasuk ke dalam sekolah dan melambaikan tangan pada Sindri.


Skip.


Hari senin di sekolah tidak melaksanakan upacara di lapangan karena banyak mobil tamu rapat antar sekolahan. Namun di setiap kelas wajib menyanyikan lagu kebangsaan.


Sandra naik ke lantai 3 dan ia ingin memasuki kelas, namun langkahnya  terhenti.


"Berhenti disana!".


Sandra berdiri di depan pintu kelas yang terbuka dan di hadapannya guru sedang berjalan menuju pintu.


"Kamu tau ini jam berapa?".

__ADS_1


Sandra melihat jam tangannya.


"Jam tujuh kurang lima belas menit bu". Ucap lirih Sandra.


"Kamu telat berapa menit?".


"Lima belas menit bu".


"Kamu tau hukuman kamu?".


"Iya bu, saya tau".


"Taruh tas kamu di tempat duduk, dan selesaikan hukuman kamu di bawah".


Sandra menaruh tas nya di kursi dan ia ingin segara turun ke lapangan untuk menyelesaikan hukumannya.


Saat Sandra ingin keluar kelas ia malah menabrak siswa laki laki yang hendak ingin masuk ke kelasnya.


Mereka berdua berbenturan kepala. Sandra dan siswa laki laki itu langsung memegang dahinya.


"Maaf, maaf, aku gk sengaja". Ucap Sandra dan langsung berjalan menuju tangga.


Siswa laki laki tersebut pun masuk ke kelas di dampingi guru lain.


"Silahkan kamu memperkenalkan diri kamu". Ucap guru yang mendampingi.


"Assalamu'alaikum, Hai semuanya". Sapa nya.


"Wa'alaikumsalam, hai". Ucap serempak murid murid di kelas itu.


"Perkenalkan nama saya Hendrik Prasetyo, panggil saja Hendrik, saya pindahan dari SMA ******, karena orang tua saya pindah dinas, sekian salam kenal dan terima kasih".

__ADS_1


"Silahkan kamu duduk di sebelah sana". Ucap guru yang menunjuk tempat duduk kosong yang bersebelahan dengan tempat duduk Sandra.


"Terima kasih pak, bu". Ucap Hendrik.


__ADS_2