Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 7. Bertamu


__ADS_3

Saat Sandra sudah menaiki motor sport milik Kak Sean.


"Pegangan biar gk jatuh" ucap Kak Sean.


Dengan sigap tangan Sandra melingkari perut kak Sean. Akhirnya Kak Sean pun melajukan motornya.


Saat di tengah jalan, Kak Sean bertanya.


"Kemana arahnya San?" tanya kak Sean.


Sandra hanya terdiam memikirkan jika ia di rumah sendirian jika kak Sean mengantarnya ke rumah. Kak Sean yang tidak mendapatkan jawaban dari Sandra langsung menepi dan berhenti di pinggir jalan.


"San, kamu gpp?" tanya kak Sean yang cemas dengan keadaan Sandra.


"Gpp ko kak" jawabnya sekilas.


"Arah rumah kamu kemana?" kak Sean bertanya karena di jalan depan sudah perempatan jalan.


Sandra terdiam lagi karena ia takut di rumah sebesar itu sendirian.


"Sandra" panggil kak Sean.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya kak Sean.


"Sandra takut kak" ucapnya lirih.


"Kenapa takut?" tanyanya.


"Sandra,, takut sendirian di rumah kak" jawabnya.


" Di rumah gk ada orang?" tanya kak Sean untuk memastikan.


"Iyaa kak, bunda pergi dinas di luar kota, ayah pergi urusan bisnis di antar supir, bi susi pulangĀ  kampung" penjelasan Sandra.


Kak Sean pun berpikir untuk memberikan solusinya. Akhirnya kak Sean menemukan ide yang tepat agar Sandra tidak sendirian.


"Memangnya boleh kak?" tanya Sandra.


"Tentu saja, di rumah ada mama dan adik kakak, jadi kamu gk sendirian" ujar Kak Sean.


Sandra hanya tersenyum mendengarnya. Kak Sean yang melihat senyum Sandra pun akhirnya ia juga tersenyum lalu melajukan motornya menuju rumah Sean.


15 menit lamanya perjalanan menuju rumah Sean, akhirnya sampai. Gerbang rumah Sean telah terbuka, karena Papa nya baru keluar menggunakan mobil. Tak perlu lama, motor Sean terparkir di garasi.

__ADS_1


"Ayo San kita masuk" ajakan kak Sean melangkah kakinya.


Kak Sean berjalan di depan dan di ikuti Sandra di belakangnya. Tiba di depan pintu, Kak Sean memencet bel rumah. Tak lama pintu rumah terbuka.


"Silahkan masuk den dan non" ucap Bi Lusi yang mempersilahkan masuk.


"Bi, tolong buatkan minum dan bawakan cemilan untuk teman saya bi" titah Kak Sean pada Bi Lusi yang di angguki.


"Ayo San, kamu duduk dulu" ucap Kak Sean yang mempersilahkan Sandra duduk di sofa ruang tamu.


"Aku ke atas dulu San, nanti aku akan turun lagi" tambah kak Sean yang melangkah pergi ke kamar yang terdapat di lantai 2.


Sandra yang di persilahkan duduk, matanya memandangi isi rumah yang besar namum cukup sederhana sama seperti rumahnya, namun tiba tiba ia tertuju pada foto keluarga kak Sean.


Ia melihat foto keluarga yang terdiri dari Papa kak Sean, Mama kak Sean, Kak Sean, dan kedua adik Kak Sean. Saat Sandra mengamati lebih detail tentang foto itu,,


"Ini non, silahkan di minum dan di makan" ujar bi Lusi yang menaruh segelas minuman dan cemilannya yang membuat Sandra terkejut.


"Bi, boleh temenin duduk sebentar gk?" ucap Sandra yang memegang tangan bi Lusi.


"Maaf non, saya harus menyelesaikan pekerjaan saya di belakang. Saya permisi non" tolak bi Lusi dengan halus dan pamit ke belakang.

__ADS_1


Sandra duduk sendirian yang menunggu kak Sean turun, tiba tiba ia mendengar suara yang berasal dari depan rumah kak Sean.


__ADS_2