Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 10. Kejujuran Sean


__ADS_3

Kak Sean memegang  kedua telapak tangan Sandra yang membuat membulatkan pada dan tertuju pada tanganya. Kak Sean pun bersipuh.


"Sandra, boleh aku jujur di depan keluarga ku" ucap kak Sean dengan lembut dan menatap wajah Sandra.


Sandra hanya diam seribu bahasa dan mulai berpikir entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Jujur saja, awal aku bertemu dengan mu, aku mulai menyukaimu. Tidak ada wanita manapun yang membuatku tertarik, tapi jika di bandingkan dengan mu langsung membuatku menggagumi dan menyukaimu" ujar Kak Sean.


'Ouw, kenapa jadi begini? Aku harus apa? Bunda, Ayah, Kak Reza ,Kak Sindri tolong!'  Batin Sandra.


"Maafkan aku jika maksudku ini membuatmu bingung dan terdiam seperti ini, aku hanya ingin menggungkapkannya saja" ucap lembut Kak Sean.


'Uuww, meleleh hatiku' batin Sandra.


"Ehemm ehemm" gumam Mama yang tersenyum senyum melihat anak laki lakinya itu.


Yuni,Yuna dan Papa hanya melihat adegan romantis hanya terdiam dan tersenyum.


Sandra dibuat salah tingkah tetapi ia berharap untuk menghentikan adegan romantis kak Sean karena ia malu di hadapan keluarga kak Sean.


"Sandra, maafkan aku" ucap kak Sean yang melepas satu tangan Sandra dan langsung memegang satu kupingnya.


"Sudah sudah. Jangan di lanjutkan" ucap mama langsung memegang tangan Sandra yang dingin karena ulah Sean.


"Jangan buat Sandra pingsan di hadapan mama" tambahnya lagi.


"Sandra, sekarang bersihkan tubuhmu, lalu abis itu kita makan malam bersama sebelum kamu pulang" ucap mama dengan penuh perhatian pada Sandra.

__ADS_1


"I..iyaa ma" jawab Sandra gugup.


"Tas kamu ada di kamar ku, biar aku ambilkan" ucap kak Sean.


Kak Sean melangkah meninggalkan ruang keluarga dan menuju kamar mengambil tas Sandra. Tak butuh waktu lama,  ia kembali turun dan ke ruang keluarga dengan membawa tas Sandra.


"Yuni, antar kak Sandra ke kamar kamu ya" ucap mama pada Yuni.


"Iyaa ma, ayo kak Sandra, Yuna ikut kakak" ucap Yuni yang mengajak Sandra ke kamarnya dan menggandeng tangan Yuna.


Sesampainya di kamar Yuni dan Yuna. Sandra memandangi sekeliling kamar itu.


"Kak, tas nya taro di atas sofa aja. Dan itu kamar mandinya di sebelah sana" unjuk Yuni pada sofa besar di kamarnya dan kamar mandi.


"Terima kasih Yun" ucap Sandra dengan senyuman.


Sandra mengambil pakaian dan menuju kamar mandi. Yuni dan Yuna duduk di atas karpet untuk menemani Yuna merapihkan mainannya.


15 menit berlalu, Sandra keluar dari kamar mandi dan menaruh pakaian kotornya di dalam tasnya.  Yuni melihat Sandra keluar dari kamar mandi langsung menghampirinya.


"Kak Sandra kalo mau berhias, duduk aja di meja rias itu" ucap Yuni yang menunjukkan meja rias di dalam kamarnya.


"Terima kasih Yuni" ucap lembut Sandra pada Yuni dengan mengelus pipi Yuni.


"Oh ya kak, tadi ponsel kakak berdering ada yang menelpon" ujar Yuni.


Sandra langsung membuka ponselnya, ternyata yang menelpon ialah Bundanya dan ada beberapa pesan.

__ADS_1


✉️


Bunda : San, kamu dimana sayang?


Bunda : Angkat dong telponnya!


Bunda : Sandra


Bunda : Bunda khawatir sama kamu, telpon bunda jika kamu membaca pesan bunda! Secepatnya!


📞


"*Assalamu'alaikum Bun"


"Wa'alaikumsalam"


"Kamu dimana San? Kenapa baru bisa di hubungin?"


"Sandra di rumah temen bun"


"Rumahnya dimana? Biar bunda dan ayah jemput kamu ya"


"Iya bun, nanti aku share lokasinya"


"Ya sudah, bunda matikan telponnya, kamu share lokasinya oke"


"Iya bun*"

__ADS_1


Bunda Sandra mematikan sambungan telponnya. Kemudian Sandra ngeshare lokasi rumah kak Sean.


__ADS_2