Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 8. Pertanyaan yang sama


__ADS_3

Mobil Papa kak Sean terparkir di garasi, danĀ  melihat motor Kak Sean yang sudah terparkir.


"Ma, sepertinya Sean sudah pulang dari tournya" ucap Papa pada Mama.


"Iya Pa, ayo masuk" ujar mama yang memasuki rumah karena pintu rumahnya terbuka.


Saat Mama dan Papa kak Sean memasuki rumah.


"Sean, mama dan papa pulang" ucap mama sambil melangkah masuk.


Tiba tiba mata kedua orang tua kak Sean melihat di ruang tamu ada seseorang.


Sandra yang mendengar suara dari pintu langsung menoleh ke sumber suara.


"Loh ada tamu to" ucap mama langsung menghampiri Sandra.


Sandra menanggapinya dengan senyuman.


"Ma, papa ke kamar dulu ya" pamit papa.


"Iya pa" jawab mama.


Mama kak Sean duduk di sebelah Sandra.


"Siapa namamu nak?" tanya mama kak Sean lembut.


"Sandra tante" jawabnya.


"Jangan panggil tante, panggil saja mama sama seperti Sean" ujar mama.


"Iyaa ma" ucap Sandra.


"Kalo mama boleh tau, kamu pacar Sean ya?" tebakan mama dengan lembut dan senyuman.

__ADS_1


Sandra hanya diam dan berkata dalam hati 'Aduh kenapa jadi gini si! Kak Sean tolong!!'


Kak Sean yang mendengar suara mamanya, ia langsung keluar kamar dan menuruni anak tangga.


"Temen Sean mama" sahut Kak Sean turun tangga.


'Lega' batin Sandra.


"Baru pertama kali kamu bawa ke rumah temen perempuan" ujar sang mama.


'Baru pertama kali, jadi aku yang pertama! OMG' gumam Sandra dalam hati.


"Ya begitulah" kata Kak Sean yang duduk bersebrangan dengan Sandra.


"Mama kira, kamu gk suka sama perempuan Sen" ledekan dari mama.


"Mama kira Sen percinta sejenis gitu" ucap Sean sambil mengambil gelas yang berisi es jus buah stroberry kesukaannya.


"Gk gitu maksud mama Sen" ucap mama.


Sandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya (tandanya belum).


"Ya sudah.Sen, kamu ajak Sandra makan gih, Mesti kamu juga belum makankan?" ucap sang mama mengelus rambut Sandra dengan penuh perhatian.


"Iyaa Ma, Ayo San" kata kak Sean yang mengajak Sandra untuk ke meja makan.


Tangan Sandra di pegang lalu di ajak ke meja makan. Sandra merasa malu jika harus makan di rumah orang yang baru ia kenal beberapa hari lalu.


"Ayo San, di ambil makanannya" ucap Kak Sean yang memandangi Sandra yang tidak menyentuh piring ataupun alat makan lainnya.


"Sini biar aku ambilin, jangan sungkan sungkan. Anggap aja rumah sendiri" ujar Kak Sean yang membalikan piring Sandra dan menaruh nasi, lauk dan sayur.


"Dimakan San" titah kak Sean pada Sandra.

__ADS_1


"Terima kasih kak" ucap Sandra lirih karena malu.


Sandra dan Kak Sean makan bersama di meja makan. Setelah menghabiskan makanan mereka. Kak Sean mengajak Sandra ke ruang keluarga untuk menonton televisi, tak lupa tas Sandra yang di taro di ruang tamu sekarang berada di kamar kak Sean karena Bi Lusi menjalankan perintah dari Kak Sean.


Mereka berdua berada di ruang keluarga, tiba tiba datanglah adik Kak Sean.


"Hai kakak" sapa adik kak Sean, namanya Yuna Adinda, Yang melambaikan tangan kepada kak Sean dan juga Sandra.


"Hai pesek, sini " balas sapaan kak Sean sambil meledek adiknya.


"Aku tu mancung kakak" ujar Yuna yang memegang hidungnya yang pesek dengan bibir di majukan kedepan.


Kak Sean yang melihat ekspresi Yuna pun tertawa. Sandra melihat kak Sean tertawa,dia hanya tersenyum melihat tingkah kakak beradik itu.


"Iya iya,, sini mancung" ucap kak Sean yang menarik Yuna dan langsung terduduk di pangkuannya.


"Hai kak" sapa Yuna pada Sandra.


"Hai juga manis" balas sapaan Sandra.


"Pacarnya kak Sen ya" kata Yuna.


Sandra hanya tersenyum karena ia tidak bisa menjawab.


"Masih kecil ngerti apa tentang pacaran hahg?" tanya kak Sean pada Yuna sambil menarik hidung Yuna dengan pelan.


"Aduh kakak. Yuna gk tau" jawab Yuna sambil senyum menunjukkan giginya.


"Kalo Yuna gk tau, Yuna duduk disini aja, temenin Kak Sandra nya" kata Kak Sean yang memindahkan duduk Yuna di tengah tengah antara Sandra dan Kak Sean.


"Kakak namanya siapa?" tanya Yuna pada Sandra.


"Nama kakak Sandra" ucap Sandra dengan senyuman.

__ADS_1


"Ooo kak Sandra, nama aku Yuna kak" ucap Yuna yang mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan untuk kenalan. Sandra langsung menjabat tangan mungil Yuna.


Sean melirik adiknya berinteraksi dengan Sandra hanya tersenyum dan langsung kembali menatap televisi.


__ADS_2