Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 17. Luka Sean


__ADS_3

Sandra melihat keadaan Sean ia merasa khawatir dan bersalah. Sandra mengambil kotak P3K untuk memberikan bau minyak kayu putih di tissu yang akan di taruh ke rongga hidung Sean agar tidak terlalu mengeluarkan darah.


Sean merasa lemas  terbaring di sofa dan kepalanya berada di pangkuan Sandra.


"Pak, tolong petikan daun sirih, bawa kemari dengan keadaan sudah di cuci" titah Sandra pada Satpam rumahnya yaitu Pak Kanto.


Pak Kanto kembali membawa sirih yang sudah bersih, Sandra langsung menggulungnya dan mengganti tissu tersebut dengan daun sirih.


Kevin dari dapur membawa segelas air hangat untuk Sean, ia langsung menaruhnya di meja dan menatap Sandra yang panik dengan keadaan Sean.


'Maafkan aku Sindri, aku tidak menjaga Sandra dengan baik hari ini dan menimbulkan luka pada Sean' Ungkapan bersalah Kevin dalam hati.


Sandra melihat Kak Kevin langsung memanggilnya.


"Kak Kevin"


"Iya San"


"Boleh minta tolong gk kak?"


"Iyaa, katakan"


"Tolong ambilkan air taruh di baskom kecil dan es batu untuk mengompres luka memar kak Sean"


"Iya San, akan aku ambilkan"


Kevin kembali menghampiri Sandra dengan membawa apa yang di mintanya.


Sandra mengeluarkan sapu tangannya lalu di celupkan ke baskom berisi air es, lalu di tempelkan di luka memar Sean.


"Aaww" rintih sakit Sean langsung mengangkat kepalanya dari pangkuan Sandra dan terduduk.


"Biar aku saja" ucap Sean mengambil sapu tangan itu dengan perlahan dari tangan Sandra, lalu menempelkan pada luka di wajahnya.


"Aku panggil dokter untuk memeriksa Sean" ucap Kevin mengambil ponsel dari saku celananya.


"Gk usah Vin, gw baik baik aja"  ucap Sean.

__ADS_1


"Tapi darah dari hidung lu belum sepenuhnya berhenti" ujar Kevin.


"Gw gpp Vin, gk usah sepanik itu" ucap Sean.


"Oke kalo itu pintah lu Sean, gw telpon bunda dulu ya " ujar Kevin.


"Kak Kevin" ucap Sandra yang berdiri memegang tangan Kevin yang ingin menghubungi bundanya.


Kevin menoleh ke arah Sandra.


"Jangan beritau bunda kak" pintah Sandra pada Kevin.


"Oke" jawab singkat Kevin.


Sandra tersenyum karena kak Kevin tidak menghubungi bundanya.


"Kak, aku tinggal ke dapur dulu untuk memasak. Aku tau kalian pasti belum makan siang" ucap Sandra pada Kevin dan Sean.


"Oh ya kak Kevin, baju kak Sean banyak noda darah, bisa minta tolong gk kak, ambilkan baju ganti di kamar kak Reza?" tanya Sandra pada Kevin.


"Iyaa, aku akan ambilkan, kamu berbaring aja Sean" ucap Kevin.


Sean berpikir tentang keduanya.


'Sepertinya mereka sudah dekat sejak lama, atau adik kakak? Tapi mengapa Sandra minta pada Kevin baju ganti untuk ku ke kamar kak Reza? Atau mereka sudah di jodohkan sejak lama?' batin Sean yang makin penasaran dengan hubungan keduanya.


Kevin melihat Sean masih terduduk di sofa, ia langsung menghampirinya.


"Ini Sean, ganti baju lu itu" ucap Kevin memberikan baju milik kak Reza.


"Makasih" ucap Sean.


Setelah Sean berganti pakaian di toilet, ia keluar dan menghampiri sofa sambil memandang foto yang terdapat di dinding yang terdiri dari Sindri dan Kak Reza.


'Apa ini Sandra dengan Kak Reza?' Tanya Sean dalam hati.


Kevin mengamati Sean yang memandangi foto itu.

__ADS_1


'Jangan sampai Sean tau klo foto itu Sindri  bukan Sandra' Cemas Kevin.


Sean kembali duduk di sofa dengan memegangi bawah hidungnya apa masih mengalir darah atau tidak. Kevin yang duduk di sofa yang berhadapan dengan Sean langsung berpindah duduk di sebelah Sean.


Kevin memegang kiri pundak Sean.


"Sean, terima kasih karena telah menjaga dan mengantar Sandra hari ini" ucap Kevin.


"Dengan senang hati gw bisa jaga dan mengantar Sandra" ujar Sean.


Mereka berdua sedang berbincang, tiba tiba ponsel Kevin berdering. Kevin langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponya, yaitu bundanya Sandra.


"Sebentar Sean, aku angkat telpon dulu" pamit Kevin menjauh dari Sean.


📞


"Assalamu'alaikum bun"


"Wa'alaikumsalam Vin, apa Sandra bersama mu?" tanya Bunda.


"Iya bun, ada, dia sedang di dapur" ujar Kevin.


"Tadi bunda dapat telpon dari satpam kalo ada keributan tentang Surya apakah benar?" tanya bunda.


"Iya bun, benar. Tapi Sandra tidak apa apa" jawab Kevin.


"Apa ada luka pada diri kamu Vin?" tanya Bunda.


"Tidak ada bun, hanya saja..." ucap Kevin terhenti.


"Hanya saja apa Vin?" tanya bunda.


"Sean yang terluka bun, karena dia yang menjaga Sandra sejak pulang sekolah, bukan Kevin bun. Kevin minta maaf bun" ucap Kevin.


"Apa ada luka Sean yang serius? Bunda akan pulang segera" ucap bunda.


"Hidungnya mengeluarkan darah, baik bun"

__ADS_1


ujar Kevin.


Bunda langsung mematikan sambungan telponnnya.


__ADS_2