
20 hari berlalu setelah perkelahian.
Hari Sabtu di Rumah Kevin.
Di ruang keluarga.
"Kevin, Ibu mau bicara sama kamu nak" panggil Ibu Lidya, ibunya Kevin.
"Iya bu, sebentar"sahut Kevin.
Kevin sedang tersambung video call dengan Sindri untuk melepas rindunya.
📱
"Nanti lagi ya sayang, ibu memanggilku, daaa, muach" pamit Kevin sambil melambaikan tangan dan seolah olah mencium Sindri online lewat ponselnya.
"Daaa, muach" balas Sindri dengan gaya yang sama dengan Kevin.
Kevin memutuskan sambungan video callnya, langsung turun untuk menemui sang Ibu.
Kevin duduk di sebelah sang ibu yang tengah menonton siaran televisi.
"Ada apa bu?" tanya Kevin.
"Kamu sedang apa di kamar lama sekali turunnya?" tanya ibu.
"Biasa bu, kangen kangenan, hehe" ujar Kevin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Hubungi Sindri sekarang, ibu ingin sekali berbicara dengan calon menantu ibu" pintah ibu.
"Baik bu bos" sahut Kevin.
Kevin menghubungi Sindri melalu video call. Sindri pun mengangkatnya.
📱
"Ada apa sayang" ucap Sindri yang bingung dengan Kevin tanpa di sadari ia langsung melihat ibunya Kevin.
"Maaf bu, Sindri gk tau, kirain Kak Kevin tadi, hihi" spontan Sindri yang salah kira.
"Tidak apa apa sayang, ibu cuma mau tau kabar kamu aja, gimana kabar mu disana?" tanya ibu.
"Baik bu, kabar ibu disana bagaimana?" tanya Sindri.
"Baik juga sayang, gimana sekolah kamu, lancar?" tanya ibu.
"Kapan kamu akan main kesini lagi nak?" tanya ibu.
"Aaa,, aku kurang tau bu, seperti nya 1 minggu lagi kalo tidak salah aku akan kesana untuk berkunjung" ujar Sindri.
"Kalo mau kesini, bilang ya nak, biar Kevin menjemput kamu di rumah" ucap ibu.
"Iyaa bu, nanti pasti akan aku kabarin" ucap Sindri.
"Ya sudah, kalian boleh kangen kangenan lagi ya, ibu mau ke kamar." ucap ibu sambil tersenyum.
__ADS_1
Ibu memberikan sambungan video callnya pada Kevin.
"Kenapa tidak beritau ku dulu jika ibu ingin bicara pada ku" protes Sindri yang memajukan bibirnya.
"Hahaha, itu mulut apa corong air, maju banget" ejekan Kevin sambil meniru bibir Sindri yang membuat Sindri langsung cemberut.
"Sudah sudah, jangan ngambek gitu dong sayang, aku bujuknya susah kalo kamunya disana" rayu Kevin.
"Terus kalo aku disana apa yang kamu lakukan untuk membujukku?" tanya Sindri.
"Aku akan memberikan ciuman untuk mu" ujar Kevin sambil memajukan bibir seperti ingin mencium.
"Masaaa?" ejek Sindri.
"Iyaa, aku akan lakukan itu jika kamu disini nanti" ucap Kevin yang percaya diri.
"Hahaha, buktikan saja nanti jika kamu berani" ejek Sindri.
"Oke, lihat saja nanti" ujar Kevin.
"Oh ya sayang, apa kamu tau? Sandra sama Sean sudah semakin dekat, terlebih lagi belum lama mereka baru menjalin hubungan" cerita Kevin.
"Iya kah? Sungguh?" tanya Sindri dengan gembira.
"Iyaa, aku yang menjadi saksi cinta mereka, haha. Seperti Kak Reza yang menjadi saksi cinta kita" ujar Kevin.
Sindri hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Kevin. Tiba tiba Sindri teringat pada Kak Reza yang memintanya untuk menemani Kak Wina berbelanja keperluan seorang wanita.
__ADS_1
"Oh iya sayang, nanti lagi ya, aku harus ikut kak Reza mengantar Kak Wina belanja, daaa sayang, muach" pamit Sindri seolah olah mencium Kevin.
"Iyaa sayang, hati hati, daaa,,muach" Kevin pun memutuskan sambungan video callnya.