
Sindri diantar pulang dengan Sean ke rumah Sindri.Mereka tidak membuka obrolan selama perjalanan. Sesampainya di rumah, Sindri langsung masuk ke rumah dengan membuka pintu dengan tenaga tanpa mengetuk pintu maupun memencet bel.
Bunda dan Ayah kaget mendengar suara pintu terbuka dengan keras. Mereka yang sedang menonton acara di televisi langsung menghadap pintu.
Bunda dan Ayah berdiri untuk menghampiri Sindri dan di belakangnya ada Sean.
"San, kamu kenapa?". Tanya Bunda.
Sindri langsung melangkah pergi ke kamar yang membuat Bunda bingung menatap kepergian anaknya langsung ke kamar.
"Sean, duduk dulu. Biar Bunda buatkan minum" ujar Bunda
Sean duduk bersebelahan dengan Ayah.
"Sean, ada masalah apa sampai Sandra seperti itu?". Tanya Ayah.
"Aku juga tidak paham dengan Sandra sedari tadi Ayah, dia sangat berbeda malam ini". Ujar Sean.
Ayah berpikir dan berbicara dalam hati.
'Apa tertukar?'
Bunda datang membawa minuman dan cemilan. Bunda duduk di sebelah Ayah.
"Di minum dulu Sean". Ujar Bunda.
"Iya Bun, terima kasih" ucap Sean.
Sean meminum secangkir teh hangat, lalu menaruhnya kembali.
"Memangnya apa yang terjadi pada Sandra tadi?". tanya Bunda.
__ADS_1
Sean menceritakan awal di malam festival itu, hingga memberitau bahwa Sandra alias Sindri bertengkar hingga mengunci tangan ketua Geng Grils.
Bunda dan ayah terkejut langsung menutup mulutnya.
Ayah dan Bunda saling menatap tidak percaya jika Sandra seberani itu. Karena setau mereka yang berani melakukan hal seperti itu adalah Sindri.
Sandra dan Sindri memang kembar,mereka sama dari wajah hingga penampilan dan aksesoris, namun tidak dengan sifat dan sikap.
Skip.
Sandra dan Kevin.
Sandra dan Kevin pun mencari keberadaan Sindri dan Sean namun tidak ketemu di festival.
"Kak, bagaimana ini?". Tanya gelisah Sandra.
"Aku juga tidak tau San". Ujar Kevin pasrah.
Kevin pun menelpon ponsel Sindri, lalu di angkat lah telpon itu oleh Sindri.
"Kamu dimana Sin?". Tanya Kevin di telpon.
"A..Aku, di rumah". Ucap Sindri yang suaranya serak seperti habis menanggis.
"Kamu menanggis sayang?". Tanya Kevin.
"Tidak, aku hanya lelah saja, sudah dulu ya, aku mau tidur". Ucap Sindri lalu mematikan telponnya.
Skip.
Sean sudah pulang, lalu Kevin mengantar Sandra pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Sandra dan Kevin masuk ke dalam rumah dan tertuju pada kedua orang tua yang sedang duduk menatap televisi.
Bunda dan Ayah menatap keduanya yang datang menghampirinya.
Sandra dan Kevin duduk berhadapan dengan Bunda dan Ayah.
Bunda menuangkan teh hangat dari teko kecil ke cangkir untuk mereka berdua.
"Di minum dulu". Titah Bunda.
Mereka berdua langsung menyambar cangkir dan meneguknya lalu menaruhnya di meja.
"Sandra, temui kakak mu segera". Titah Ayah.
Sandra naik ke lantai 2 menuju kamarnya. Kevin pun di introgasi oleh Bunda dan Ayah.
"Kenapa mereka bisa tertukar Kevin?". Tanya Ayah.
"Maaf Ayah, Maaf Bunda". Ucap lirih Kevin sambil menundukkan kepala.
"Ceritakan bagaimana bisa sampai tertukar seperti itu?". Tanya Ayah.
"Waktu di festival, Aku dan Sindri melihat Sandra duduk di bangku sendirian, tiba tiba datang si Surya dan menarik pergelangan tangan Sandra hingga lecet". Ujar Kevin membuat Bunda dan Ayah menatapnya lebih tajam.
"Aku menyuruh Sindri untuk duduk di bangku yang tadinya di duduki Sandra agar Sean tidak khawatir untuk mencari Sandra karena Kevin takut jika Sean mengetahui identitas kembar mereka dan aku mengikuti Surya untuk menolong Sandra". Ucap jujur Kevin.
"Kevin minta maaf, jika semua ini salah Kevin". Ucap Kevin menundukkan kepala merasa bersalah.
Bunda dan Ayah menatap Kevin dan memakluminya.
"Kevin, temui Sindri di kamar. Jelaskan apa yang terjadi antara kamu dan Sandra". Pintah Bunda.
__ADS_1
Kevin berdiri dan menuju kamar kembar dengan rasa bersalah.