
1 Minggu terlah berlalu dan Kedatangan Sindri.
Kamar si kembar.
Pukul 07.58 pagi
"Pagi adik ku tersayang" Sapa Sindri ceria dengan memeluk Sandra yang masih terbaring di atas kasur mereka tidur.
"Apa si kak, pagi pagi mengganggu tidur ku saja" ucap Sandra sambil melepaskan tangan kakaknya yang memeluknya.
Sindri bangun dan berdiri disamping ranjang tidur mereka dengan memegang bantal.
"Hari ini aku sangat senang karena aku akan menemui pujaan hati ku dek" ucap Sindri sambil melempar bantal ke wajah Sandra yang masih terpejam untuk bangun.
"Kau sangat rusuh kak" ucap Sandra yang bangun dan melempar kembali bantal tersebut pada Sindri.
"Tidak kena" ledek Sindri dan berlari menuju kamar mandi.
Sandra bangun dari tempat tidurnya dan merapihkan tempat tidurnya, ia bergegas untuk mandi tetapi sang kakak belum kunjung keluar dari kamar mandi.
Akhirnya ia tidak sabar ingin membuang air lalu turun untuk ke toilet bawah, tapi saat turun tangga langkahnya terhenti saat ia melihat Sean duduk di sofa yang sudah rapi untuk menemuinya dan mengajaknya keluar di hari libur.
'Aduh, kenapa dia tidak mengabari aku jika ingin datang?' tanya Sandra dalam hati.
'Bagaimana ini, jika kak Sean tau kalo aku kembar' Cemas Sandra.
__ADS_1
Sean melihat Sandra berdiri di tangga yang masih menggunakan pakaian tidur membuat Sandra panik dan langsung naik menuju kamarnya.
Di kamar.
"La La La La La Laaa" kata yang keluar dari mulut Sindri dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Dengan cepat Sandra membuka pintu dan langsung menguncinya, membuat Sindri bertanya.
"Kamu kenapa dek, kaya liat dedemit aja!" tanya Sindri diiringi tawanya.
"Uuuuu, ada Kak Sean di bawah kak" ucap Sandra dengan raut wajah cemas dan panik.
"Apa? Sean?" terkejut Sindri.
Sandra keluar dari kamar mandi dengan lega melihat Sindri yang sudah rapi dengan pakaiannya dan duduk di meja rias untuk menyisir rambutnya.
"Kak, kalo kamu keluar dari kamar sekarang, maka kamu yang akan jalan dengan kak Sean dan bukan dengan kak Kevin" ujar Sandra.
"Yasudah, kamu mandi dan bersiaplah, kamu yang akan keluar kamar lebih dulu, jadi aku akan tetap jalan dengan pujaan hatiku" ucap Sindri dengan santai yang sedang memakai hiasan rambut.
Sandra langsung mengambil handuk dan pakaiannya menuju kamar mandi.
Di ruang keluarga.
Sean duduk dengan nyaman menunggu Sandra, sedangkan kedua orang tua yang duduk di hadapannya terlihat panik, karena Sean belum tau jika Sandra memiliki kembaran.
__ADS_1
Suara bel rumah berbunyi.
'Ting tong, Ting tong' (seperti itulah kira kira bunyi bel rumah).
Bunda langsung berdiri dan membukakan pintu. Bunda terkejut melihat Kevin datang.
Kevin masih berdiri di depan pintu langsung menyalami bunda dan berbisik di telinga bunda.
'Bun, kenapa ada Sean disini?' tanya Kevin.
Bunda menggangkat kedua bahunya, seperti tanda tidak tau.
Bunda mempersilahkan masuk Kevin.
"Kalian berdua datang pagi pagi kesini dengan tujuan apa?" tanya Ayah pada Sean dan Kevin.
"Ingin mengajak Sandra jalan" jawab Sean dan Kevin bersamaan.
Kevin mendengar jawaban Sean yang sama dengan yang ia katakan membuat keduanya saling menatap.
'Tidak mungkin jika aku mengatakan nama Sindri di depan Sean' gumam batin Kevin.
'Kenapa dia juga mengajak Sandra jalan? Apa dia ingin menjadi nyamuk antara aku dan Sandra?' gumam batin Sean.
'Dag Dig Dug' detak jantung Ayah yang mendengar jawab yang sama dari kedua calon menantunya (meski masih lama tapi hubungan keduanya sudah di restui oleh kedua orang tua masing masing).
__ADS_1