Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 11. Bersenang senang


__ADS_3

Malam hari


Keluarga Sean dan Sandra sedang menikmati makan malam. Selesai makan malam, Sandra di ajak Yuni ke teras atas rumah bersama Sean dan Yuna.


"Kak Sean, Kak Sandra ayo kemari" ajak Yuna yang sudah berlari lari di teras dengan menarik tangan Yuni.


"Iya sebentar Yuna" ucap Sandra.


"Sini kak" ajak Yuni pada Sean.


Tiba di teras atas Sandra melihat pemandangan malam hari yang sangat begitu indah. Melihat warna warni di kejauhan seberang sana.


"Waahh,, sungguh indah" decak kagum Sandra.


"Kakak,aku mau kesana kak" ujar Yuna tangan kiri sambil menarik tangan Sean dan tangan kanannya mengarah ke pemandangan itu.


"Kapan kapan saja ya Yuna" jawab Sean lembut sambil mengelus kepala Yuna.


"Kak Sen sudah pernah kesana kak?" tanya Yuni.


"Sudah, tapi itu dulu. Mungkin sedikit berbeda sekarang" ucap Sean dengan santai.


Mereka memandangi warna warni di kejauhan dengan hemburan angin malam yang sejuk. Mereka duduk di kursi tepi teras dengan di batasi pagar besi yang tinggi yang di hiasi lampu riasan agar tidak terlalu gelap ataupun keterangan.

__ADS_1


Mereka sedang memainkan suatu permainan yaitu Truth or Deer menggunakan botol kaca.  Sudah beberapa kali botol itu di putar, tetapi berhenti pada Yuna dan Yuni terus.


Saat Sean memutar botol kaca itu lagi dan berhenti menunjuk pada Sandra.


"Kak Sandra kena, mau pilih truth atau deer kak?" tanya Yuni dengan senang hati karena ingin membalas perbuatan kak Sean yang selalu memutarkan botol dan selalu berhenti menunjuknya.


"Mmm.. deer aja deh" jawab ragu ragu Sandra.


"Yang ngasih tantangan untuk Sandra siapa dulu?" tanya Sean


"Aku aku" jawab Yuni dengan girang dan antusias ingin mengerjai kakaknya.


"Tentangannya Kak Sandra harus memeluk kak Sen" ujar Yuni sambil tersenyum dan memainkan salah satu alisnya ke atas.


"Apa tidak ada yang lain?" protes Sandra.


"Ayo lah kakak" bujuk Yuni


"Tidak ada penolakan kakak kakak" ujar Yuni untuk membalas deer yang ia dapat dari sang kakak.


"Oke oke, baiklah, silahkan San" ujar Sean berdiri dan merentangkan tangan agar mudah Sandra memeluknya.


'Deg deg deg deg' detak jantung Sandra maupun Sean berdecak kencang.

__ADS_1


Langkah Sandra yang semakin dekat membuat Sean berdebar debar detak jantungnya, Saat Sandra sudah dekat pada Sean dan hanya tinggal meletakkan tangannya, tiba tiba bi Lusi memanggil Sandra.


"Nona Sandra" panggil bi Lusi membuat Sandra menoleh dan menurunkan tangannya yang belum menyentuh tubuh Sean.


'Selamat' gumam dalam hati Sandra yang mengembangkan senyum di wajah manisnya.


"Iya bi" jawab Sandra.


"Di bawah ada orang tua non Sandra" ungkap Bi Lusi.


'Gagal deh dapat pelukan Sandra' umpat Sean dalam hati.


Mendengar kedua orang tuanya menjemput, ia merasa senang dan ia mengajak Yuni ,Yuna dan Kak Sean untuk turun ke bawah.


Saat turun ke bawah, setelah di lantai dasar, mereka langsung menemui orang tua yang sedang berbincang. Sean langsung berbisik pada Yuni untuk mengambilkan barang barang Sandra yang ada di kamarnya untuk di ambilkan.


Sandra berpamitan pada keluarga Sean, ia tak lupa ngucapkan terima kasih dan mencium punggung tangan kedua orang tua Sean dan mencium pipi temben Yuna dengan senyumannya yang menghiasi wajahnya.


"Kapan kapan kakak main kesini lagi ya kak" Ujar Yuni yang memegang tangan Sandra seperti mencegah untuk melangkah pergi dari sisinya.


Sandra sedikit menunduk untuk menyamakan tinggi Yuna.


"Iya Yuna, kakak akan main kesini lagi" ucap Sandra yang mengelus pipi cabi Yuna.

__ADS_1


Mobil yang Sandra dan orang tua nya tumpangi melaju menuju rumah mereka sendiri.  Setelah mobil keluarga Sandra tidak terlihat lagi, Keluarga Sean masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


__ADS_2