Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 9 - Permohonan mediasi diterima


__ADS_3

"Setelah kembali kau punya waktu tiga hari memyelesaikan urusan pribadimu dengan pria manapun, aku akan menjemputmu dihari keempat, tanpa drama" Tegas Gio


"Berikan aku waktu tiga bulan" tawar cia


"Aku tak perlu mengulangi ucapanku, kau istriku jadi harus tinggal bersamaku karena sejak aku menyematkan cincin dijarimu dihadapan Tuhan, akulah yang bertanggung jawab penuh atas hidupmu" cia langsung kembali frustasi. ia memilih diam


"Jangan lupa selesaikan hubunganmu dengan Jeremy Dawson" tambah gio dingin


cia langsung berdiri dan berjalan menuju resort , gio mengikuti dibelakangnya. dan menarik lengannya. cia langsung meringis. Gio mengangkat lengan baju cia dan memeriksa lengannya. dia terpaku sesaat . cia kembali berjalan menuju resort meninggalkan gio. gio mengejarnya


"aku ingin pulang ke rumah hari ini" pinta cia


"Kita kembali besok" jawab gio, cia langsung diam. ia merebahkan diri diranjang dan menarik selimut sampai kelehernya mencoba memejamkan mata.


Gio segera menyusulnya masuk kedalam selimut. "Maafkan aku menyakiti lenganmu, tak ada niatku begitu" gio memeluknya. Cia mengabaikannya mencoba tidur, tubuh dan jiwanya sangat lelah


"kenapa manusia ini tidak jadi hakim saja, jadi tinggal ketuk palu, tak perlu dibantah siapapun" batin cia yang akhirnya tertidur dalam kekesalan


Saat terbangun ia merasa ada tangan menggerayangi tubuhnya, ia tau apa yang terjadi dan memilih diam membiarkan suaminya beraksi. dan dua jam setelah suaminya menyelesaikan pertarungan mereka. cia bangkit kekamar mandi untuk membersihkan diri


30 menit cia keluar dari bathroom dan mengeringkan rambutnya di meja rias. dia bisa melihat suaminya sibuk di meja kerja dengan ipadnya. ia ingat tuan smith


"Hubby.. apakah aku boleh membicarakan masalah pekerjaan?" tanyanya hati hati


"Tuan Smith? katakan yang kau inginkan" tanya gio


"Aku .. ehmm ingin mediasi, semoga bisa bersatu kembali dan bisa berubah menjadi suami yang baik, aku melakukan test DNA, memang wanita hamil itu bukan janin Tuan Smith" kata cia sambil menatap wajah datar suaminya


"Honey saat kau menerima kasus ini, kau sudah tau akan kalah?" tanya gio, cia mengangguk yakin "kenapa kau menerimanya?"


"aku tidak menjanjikan apapun, hanya menjanjikan mediasi, karena suami istri sama sama selingkuh, kalau terus berlangsung anaknya yang menjadi korban" jawab cia

__ADS_1


"Kamu membawa perasaan dalam menangani kasus?" tanya gio datar


"Bukan begitu.. Aku. Aku.." cia bingung harus menjawab apa


"Aku coba, bukan demi klien, tapi demi membahagiakanmu" Jawab gio.


"Terima kasih , Hubby" binar bahagia terpancar dimata cia, ia tersenyum tulus dan indah sekali dimata gio, gio juga tersenyum


"Hanya satu kali, kau tau rulesnya, jangan memakai perasaan dalam kasus, tidak menerima klien pecundang untuk kemenangan mutlak" Gio mengingatkan . Cia mengangguk.


Gio mengambil ponsel dan menghubungi seseorang


"Grace buat janji temu dengan nyonya smith tiga hari kedepan, hari kamis jam 15 di kantor" perintah gio. lalu memutuskan sambungan ponselnya


"adalagi yang kau inginkan?" tanya gio, cia menggeleng, gio menatap ipadnya membaca ulang berkas Tuan Nyonya Smith dan mempelajarinya


"Ayo makan siang. kau selalu kelelahan, badanmu terlalu kecil juga, makanlah yang banyak" tegur gio


"ideal darimana selain gunungmu bagian depan belakang yang mempesona, semua terlalu kecil" jawab gio frontal. cia memasang wajah datar. ia segera berdiri dan menyambar tasnya menuju keluar


"Tunggu.. mana dompetmu? bawa kemari" perintah gio, cia membuka tasnya dan memberikan dompetnya


Gio membuka dompet dan mengambil dua black card dan dua kartu kredit tanpa batas. meletakkan dalam dompet cia.


"paswordnya tanggal pernikahan kita, kedepannya pakai kartuku untuk membeli kebutuhan dirumah, kebutuhanmu pribadi dan keinginanmu, kau bebas memakainya, aku tak membatasimu" perintah gio. cia nengangguk cuek.


"kalau aku memeriksa penggunaannya tidak maximal dalam arti kau mengandalkan uangmu dalam hidupmu, aku akan menghukummu karena tak menghargai aku sebagai suami" tegas gio. cia mengangguk


"ayo kita makan siang" gio menyambar pinggang istrinya dan keluar dari kamar


hari itu dihabiskan untuk makan dan bercinta sampai berulang kali oleh gio sampai dini hari dan mereka tidur tanpa sadar karena kelelahan

__ADS_1


***


jam 04:30


Cia bangun dengan badan serasa luluh lantak. ia menggeser pelan lengan gio dipinggangnya. lalu membersihkan diri dan menjalankan ritual doa paginya.


setelah berdoa dia menyusun baju suaminya di sofa, membuatkan kopi, mengambil sebotol air mineral diletakkan dinakas disamping suaminya. dia mengumpulkan semua pakaian kotor dan memasukkan ke laundry pack. setelah menyatukan semua barang bawaan mereka di sofa agar tak ada yang tertinggal. ia menyesap segelas teh manis hangat lalu kembali tertidur.


jam 5:45


alarm gio berbunyi, ia segera meraba ponsel dan mematikan alarm. duduk sebentar meminum air mineral, lalu menghabiskan kopi buatan istrinya yang sudah menjadi kesukaannya tiap pagi. ia segera memeluk istrinya dan tidur kembali. hatinya terasa nyaman sekali


jam 07:00


Gio bangun , membersihkan diri.. ia tersenyum melihat pakaiannya sudah disofa. ia melirik istrinya masih tidur. dia menatap barang bawaan mereka sudah rapi disofa


"astaga maaf..aku bangun ketiduran, sudah siang ya" pekik cia terkejut. Gio menatapnya.


"Kita sarapan dulu, setelah sarapan tidurlah lagi" ajak gio


cia segera bangun membasuh wajah, menukar pakaiannya. tak lupa mengumpulkan pakaian kotor mereka dan menggabungkan ke laundry pack. gio lagi lagi tersenyum melihat istrinya yang super rapi itu


gio membawanya sarapan nasi red curry, cia senang bisa memakan nasi dipagi hari. setelah sarapan mereka bermain air sebentar di pantai. lalu kembali ke resort untuk check out


Bell boy membawa barang mereka ke lobby hotel. cia kembali memeriksa sekeliling supaya tak ada yang tertinggal. setelah semua diperiksa, mereka kembali ke mobil.. sambil meminta bell boy memindahkan barang mereka ke bagasi mobil


sepulang dari resort gio membawa istrinya berbelanja oleh oleh di kota K untuk orang dekat mereka di kota W, misalnya maid atau supir yang setia bekerja di rumah


setelah berbelanja ia mengemudi ke rumah mertuanya untuk pamitan besok akan kembali ke kota W karena mereka menggunakan penerbangan pertama


Gabriel dan Pattie memeluk putri semata wayang mereka dengan penuh kasih sayang, dan mendoakan mereka bahagia . setelah mengambil keperluannya di rumah orangtuanya, Cia segera mengajak gio pamitan kembali kerumah mertuanya

__ADS_1



__ADS_2