Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 3 - Pulang ke kota K


__ADS_3

Drrrttt Drrrttt


ponsel cia berbunyi


"halo mih.. " sapa cia


"...."


"cia sedang kerja pih, tak bisa langsung pulang tiba tiba mih"


"...."


"Astaga keadaan papih bagaimana sekarang? baiklah besok pagi cia pulang dengan pesawat pertama. mami jaga papi baik baik ya" air mata cia menetes


"...."


"sampai jumpa besok mi"


sambungan ponsel diputuskan


Cia mengambil tisue dan menyeka air matanya agar tetap kelihatan profesional didepan rekannya


Gio kembali ke ruangan dengan wajah tak sedap. ia kembali duduk


"Maaf klien anda tidak menerima kesempatan mediasi" tegas gio


ia melihat hidung dan mata gadis itu memerah seperti habis menangis


"apa yang terjadi dengan gadis dingin ini sepeninggalanku tadi" batin gio. ia merasa menyesal sudah terlalu tegas dengan gadis ini


"sialan pria sombong ini diatas angin, malah ngegas" batin cia


"Tuan bisakah anda kembali dulu dan berpikir untuk kesempatan mediasi ini, saya akan keluar kota besok pagi, saat kembali saya akan menghubungi anda" tanya cia


"saya besok pagi juga akan keluar kota, berikan ponsel anda, saya akan menghubungi anda saat saya kembali ,memberitau keputusan klien saya" putus gio. cia memberikan ponselnya.


gio menerima ponsel.. ia melihat wallpaper gadis itu memakai dress putih , ia sangat cantik sekali. gio segera mengetikkan nomor ponselnya dan melakukan panggilan keponselnya sendiri , dia menyimpan namanya disana dengan tulisan ❤️My one tanpa sepengetahuan cia. lalu mereka saling berpamitan


saat berdiri dan menuju keluar, hak sepatu cia yang bertinggi 15cm itu oleng terinjak bekas remahan makanan, ia segera terhuyung. beruntung gio berhasil menarik dan menyentakkan tangan cia, cia tak terhempas kelantai tapi malah menabrak dada gio. gio memeluknya.

__ADS_1


jantung gio berdesir menatap mata gadis itu, warna bola matanya sama dengan bola mata gadis kecilnya dulu


gio malah gagal fokus ke bibir mungil warna pink itu. cia segera melepaskan diri dan mau berdiri kembali tapi gio tak melepasnya, gio langsung mel -umat bibir mungil itu dengan lembut,


"manis sekali" batin gio


ia menggigit sedikit bibir bawah gadis mungil itu dan gio segera memasukkan lidah untuk mengabsen isi mulutnya. cia membeku atas perlakuan lembut gio, setelah beberapa saat gio melepasnya perlahan


plakkk


tangan cia melayang ke pipi pria yang sangat tampan tapi arogant itu.


"maaf mengambil firstkissmu, tapi kau menikmatinya kan" ledek gio sambil memegang pipinya yang kena tepukan gadis cantik didepannya. itu juga first kiss gio, ia memang suka celup sana sini tapi tidak akan mencium orang yang tak ia cintai.


"Kau keterlaluan huh" cia langsung keluar ruangan setelah menghentakkan kakinya karena marah


"Marah saja lucu" batin gio


***


Lounge kelas bisnis domestik


Jam 05:00


Drrttt Drrttt


"Ya mih.. cia sudah di airport nanti cia langsung ke rumah sakit menjenguk papih"


"....."


"Tidak usah , Rachel akan menjemput cia di airport mih"


"...."


"Baiklah cia akan langsung pulang dan menunggu papih dirumah , papih baik baik sajakah mi?" airmata cia kembali menetes


"...."


"iya mi.. mamih jaga papih baik baik. mamih juga jaga kesehatan ya"

__ADS_1


cia memutuskan sambungan ponsel dan menyeka airmatanya dengan tissue lalu mengenakan kacamata hitamnya


seorang pria memakai jas hitam dan kacamata hitam duduk disampingnya. cia mendongak kesamping. pria yang paling ingin dia hindari berada disampingnya. cia langsung mencebik. ia mengambil tasnya dan hendak berdiri untuk pindah tempat


pria itu menatap cia datar. ia bisa melihat hidung gadis itu memerah bekas menangis. tapi ia tak mau memperburuk suasana hati gadis dingin itu. gio memilih diam


panggilan penumpang penerbangan menuju kota K terdengar, Cia segera berdiri memasuki lorong menuju kelas bisnis. Gio juga berdiri dibelakang cia


"Gadis ini kemarin tinggi, kenapa sekarang jadi pendek"gio melirik flat shoes gadis itu, gio tersenyum "kenapa gadis ini satu penerbangan denganku? untuk apa dia ke kota w" batin gio


"Kenapa pria ini berada dibelakangku, huh moodku semakin buruk" batin cia


mereka segera masuk ke pesawat setelah pintu pembatas penumpang kelas bisnis dibuka


Cia berhenti di kursi 1A dan memasukkan tas laptopnya ke atas kabin. tingginya tak sampai meski sudah berjinjit. Gio mengambil alih tas laptop cia dan menyusunnya rapi dikabin lalu meletakkan tas laptopnya sendiri disamping tas cia. kedua tas laptop hitam itu sama sama berlogo apple. lalu gio mengambil koper mini gadis itu menyusunnya dikabin dan mengambil koper kecilnya sendiri diletakkan disamping koper cia


"Terima kasih" Kata cia ketus dan segera ke kursinya "mimpi apa aku semalam tiga jam duduk disamping orang sombong ini" batinnya.


"Saya tidak sedang menolong anda nona gravia, saya hanya kelelahan karena kelamaan berdiri menunggu orang pendek didepan saya menyimpan barangnya dikabin, jadi saya menolong diri saya sendiri" jawab gio pedas


"Tuan sergio .. saya tidak pendek, saya standard wanita. anda yang ketinggian" cia yang sedang memasang seatbelt langsung melotot marah pada pria disampingnya


"Ya .. Ya.. Anda tidak pendek.. hanya kaki anda yang kurang panjang, bahkan untuk ciuman saja kau membutuhkan high heels suoer tinggi untuk membantumu bisa tergapai olehku" ledek gio .


cia langsung melayangkan tangannya pada muka tampan gio. gio menangkap tangan kecil itu lalu menariknya. melepaskan seatbeltnya. gio maju mel -umat bibir mungil yang sangat manis baginya itu. satu tangan cia yang bebas berusaha mendorong gio tapi gio menahannya. setelah gadis itu berhenti meronta. gio melembutkan cium-annya dan menelusukkan lidah didalam. dua menit gio melepaskan paudannya perlahan dan mengusap bibir bengkak akibat perbuatannya itu dengan ibu jarinya.


"sergio kau!!!" seru cia melotot marah. pria itu hanya mengelus kepala cia dan tersenyum lalu mengenakan kembali seatbeltnya "tidurlah... nanti bangunkan aku saat tiba" kata gio lalu menyenderkan leher dengan bantalan leher


cia yang kesal bukan kepalang segera mendengus dan membuang muka menghadap kiri ke arah jendela , tak lama rasa kantuk menyerangnya, ia memejamkan mata lalu tertidur.


Gio melepas kacamata hitamnya dan menatap gadis disampingnya tidur agak oleng, belahan twins besar terpampang jelas karena tanktop didalam blazer gadis itu agak miring sedikit. bahkan gio bisa melihat puncak warna pink disana. gio berusaha mengusir pikiran buruknya, ia tersenyum dan mengangkat pembatas kursi lalu memeluk gadis itu agar tertidur didadanya dengan nyaman, tak lupa membenahi tanktopnya agar tidak terbuka lagi


Cia bangun, ia menggeliat sebentar, nyenyak dan nyaman sekali tidurnya, ia melirik rolex pearlmaster di pergelangan tangannya. tak sampai setengah jam lagi pesawat akan tiba. ia segera sadar ia berada dalam pelukan seseorang. ia mendongak lalu segera membenarkan duduknya. ia malu sekali


"kau tak bercita cita mengucapkan terima kasih sudah menumpang sandaran gratis dan membasahi kemejaku dengan liurmu?" ledek pria itu . cia mencebik lalu membenarkan penampilannya . ia ingin segera turun dari pesawat dan tak mau melihat wajah tampan menyebalkan didepannya ini


Pesawat pun sudah mendarat dan berhenti dibandara kota K. Gio berdiri menurunkan satu persatu tas laptop di kursi penumpang. Cia langsung menyambar tas laptop bergambar apple itu dan menyandangnya dibahu. gio menurunkan dan meletakkan koper mini cia didekat kakinya lalu mengambil koper kecilnya sendiri


setelah turun pesawat. cia segera menuju pintu keluar, tampak rachel menjemputnya . mereka berpelukan sesaat melepaskan rindu sesama sahabat seapartemen di LA semasa kuliah dulu. rachel segera mengajaknya makan ke restoran jepang yang searah menuju villa milik gabriel

__ADS_1


Gio sendiri dijemput oleh sahabatnya dan mereka langsung menuju ke restoran terdekat


__ADS_2