Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 7 - pertengkaran pertama di hari pernikahan


__ADS_3

gio berdiri dibelakang cia dan menatap ke layar lalu mematikan laptopnya lalu menyimpannya dalam tas. ia segera ke nakas mengambil sebuah tas laptop dan duduk diranjang lalu memeriksanya. ternyata laptop mereka tertukar. di back ground ada poto jeremy memeluk istr kecilnya itu. mereka terlihat sangat mesra. ia menatap datar pada istrinya


cia berdiri menyusul ke laptopnya, melihat potonya disana ia segera mengambil laptopnya dan membawanya ke meja kerja gio.


"Itu kekasihmu?" tanya gio datar


"Dia sahabat kecilku" jawab cia tanpa menoleh pada suaminya


"Sahabat kecil berakhir percintaan dewasa?"


"bukan, dia selamamya sahabat terbaikku" jawab cia sambil membuka emailnya


"tak ada hubungan sahabat murni antara pria dan wanita" bantah gio , cia menatapnya


"Kau ingin bertengkar denganku dihari pernikahan?" tanya cia dingin


"Apa kau juga tidur dengannya?" tanya gio menatap tajam pada cia


"Dengar gio.."


"Panggil aku hubby. aku suamimu" seru gio marah memotong ucapan cia


cia menarik nafas dalam, lalu menghembuskan dengan kasar. ia memejamkan mata sesaat menenangkan diri.


"Dengar hubby.. " ucapnya pelan


"Sejak dulu aku tak suka menjalin hubungan dengan siapapun karena aku sangat sibuk, aku fokus pada karirku, bagiku menjalin hubungan itu benar benar membuang waktu secara tak masuk akal untuk menghadapi pasangan yang marah, cemburu, emosi. belum lagi harus membujuk pasangan yang merajuk atau bertengkar karena hal hal yang tak perlu ada"


"Dan satu.. aku tak suka orang berteriak padaku apalagi membentakku, keluargaku bahkan tak pernah membentakku dan memarahiku, sulit bagiku memaafkan hal hal seperti itu meskipun pelaku sudah minta maaf, kuharap kau tak mengulanginya lagi" ucap cia dengan suara dingin , gio menyadari ia salah telah nembentak istrinya. tapi api di dadanya membuatnya tak puas sampai disana


"Apakah kau tidur dengannya?" tanya gio pelan tapi mengintimidasi, ia memakai gaya pengacaranya pada istrinya


"Apakah itu penting? itu hanya masa lalu, aku bahkan tak berniat bertanya masalalumu"

__ADS_1


"jangan membalas pertanyaan dengan pertanyaan honey" suara gio semakin menekan cia


"Aku tak mempunyai alasan menjawab masa lalu" jawab cia


cia segera mengirim poto kiriman gio tadi dari ponselnya ke laptopnya dan mengganti wall paper disana menjadi potonya sendiri yang menggunakan baju pengantin dan mematikan laptopnya lalu menyimpannya dalam tas dan memasukkan ke lemari meja kerja


cia bangkit mengantungi ponselnya, menyambar cepat hand bag berisi ipad, dompet disamping gio yang masih di sofa sambil menatapnya tajam. lalu berjalan menuju pintu keluar. Gio mencengkram lengannya kuat.


"Kau belum menjawab pertanyaanku" ulang gio dingin


cia yang melihat gio menyakiti tangannya dihari pertama menikah sudah memilih diam.hatinya sakit sekali. kesabarannya sudah habis.


"Kurasa kita tak perlu ke catatan pernikahan lagi" katanya pelan, dia berdiri dan mencoba mengambil koper dan tas laptopnya dengan kondisi masih di cengkram gio .


"Kau mau kemana" tanya gio.


"Aku akan kembali ke kota w, maafkan aku" airmatanya lolos disudut pipinya. ia berusaha keluar kamar dengan kopernya


gio melihat airmata gadisnya, ia langsung memeluknya erat dan menciumi puncak kepalanya "maafkan aku, maafkan aku" bisiknya. cia hanya diam tak bergeming. "kumohon maafkan aku, aku tak bisa mengendalikan diri" cia bergegas keluar kamar


gio segera mengecupnya lembut, dan mel -umat bibir mungilnya itu. cia terbuai sesaat tapi tetap diam saja. gio melepaskan paudannya perlahan dan menyeka airmata cia


"Maafkan aku" bisik gio. cia mengangguk. melepaskan koper dan tasnya. ia membasuh wajahnya di kamar mandi dan keluar dengan wajah agak segar


TOK TOK TOK


Gio membuka pintu kamarnya


"Tuan muda, nyonya besar menyuruh makan siang" kata maid didepannya


"Kami segera turun" jawab gio sambil menutup pintunya. Cia segera mengaplikasikan make up menutup bengkak dimatanya dan hidungnya. setelah tertutupi, ia turun bersama gio ke ruang makan


setelah makan siang, Gio dan Cia berpamitan pada zevron dan audi menuju kantor catatan pernikahan. melampirkan identitas dan poto serta video pemberkatan. dalam satu jam mereka sudah mendapatkan akta nikahnya. pernikahan mereka sudah sah dan resmi dimata hukum dan negara

__ADS_1


pulang dari kantor catatan pernikahan. mereka mengirimkan poto akta nikah pada papa zev dan papi gab. kedua orangtua mereka merasa lega.


Gio mengajak istri kecilnya ke pantai. menikmati es lemon tea dan angin pantai. sepanjang hari cia hanya diam tak mengeluarkan suara . ia menjawab singkat kalau di tanya oleh suaminya


Gio menyewa resort yang menghadap tepi pantai untuk melewati malam pernikahan mereka. Gio segera mengabari orangtuanya agar mereka tak khawatir.


Gio membuka aplikasi belanja online membeli pakaian buatnya dan istrinya, kurir mengantar ke kamar mereka tepat waktu. Gio memeluk istrinya yang diam sejak mereka berangkat dari rumah


"Aku tau kau terpaksa menerima pernikahan ini, tapi kita sudah memilih, kita akan berjuang menjalaninya sampai akhir sampai kita memiliki perasaan cinta satu sama lain. kita akan bahagia bersama dan kau akan menjadi ibu anak anakku" bisik gio. ia mengecup telinga cia. tangannya mulai kemana mana sampai akhirnya mereka berdua sudah tak berbenang lagi. gio menyusu di twin yang besar itu. suara aneh lolos dari mulut cia malah membuat gio makin bersemangat


cia ingin menolak tapi ia sadar kewajibannya sebagai seorang istri. dia akhirnya diam menerima takdirnya sebagai seorang istri sejak malam ini yang harus melayani suami sombongnya ini


Gio sudah merasa pemanasannya cukup saat mendengarkan teriakan pertama istrinya. ia segera memposisikan sosisnya di sawah istrinya. terdengar suara kesakitan istrinya. dia terkejut dan menghentikan kegiatannya


"kau masih suci?" tanyanya ditelinga istrinya. cia mengangguk. airmatanya menetes.


"Maafkan aku.. maafkan aku.. ini akan sedikit sakit tapi aku harus melakukannya, aku janji setelah ini tak akan sakit lagi" bisiknya , cia mengangguk pasrah "May i" tanya gio pelan. cia mengangguk


gio merasa sangat bahagia, kecemburuannya pada jeremy seketika musnah , ia bangga menjadi pria pertama istrinya. ia memulai pemanasan lagi buat istrinya sampai cia terbuai dan berteriak kedua kalinya.


Gio memulai pertarungannya, beberapa kali meleset akhirnya tiga kali hentakan diiringi teriakan kesakitan istrinya. ia berhasil menggoalkan gawang istrinya. airmata menetes dipipi cia. darah segar mengalir disawah cia. gio berhenti sesaat agar istrinya adaptasi


"oh kenapa nikmat sekali, sungguh luar biasa. sempit serasa di pijat" batin gio.


ia selama ini tak pernah menyentuh gadis suci karena baginya selama ini hanya fun, kesenangan dan kebutuhan biologis belaka. dia tak mau dibebani tanggung jawab menyentuh gadis suci. ternyata rasanya berbeda sekali seperti langit dan bumi. ken-ikma -tan ini luar biasa indah dan berbeda. gio serasa candu sekali pada istrinya


setelah istrinya agak tenang dia memberi pemanasan kembali pada istrinya dan mulai menusuk perlahan. racauan terdengar dari mulut cia. gio mempercepat tusukannya. racauan berubah menjadi teriakan. sampai sejam mereka berteriak nama mereka. gio ambruk seketika melepas mozarella dirahim istrinya.


"Terima kasih honey, terima kasih sudah memberikan hartamu yang berharga untukku. kita akan bahagia" bisiknya ditelinga istrinya. cia hanya mengangguk. ia tak memiliki kekuatan untuk bergerak sama sekali


Gio bangkit mengisi bathup dengan air hangat meneteskan aromatherapy fasilitas resort untuk merelaxkan tubuh. setelah bath up penuh ia mengangkat tubuh mungil istrinya dan meletakkan perlahan dibath up. berendam beberapa saat cia merasa perih di intinya agak berkurang.


20 menit gio mengangkat tubuh istrinya keluar dan mendudukkan istrinya di kurai meja rias, gio membantu mengeringkan rambut istrinya. setelah itu ia memberikan gaun terusan selutut yang dipesannya secara online pada istrinya. setelah istrinya rapi. ia masuk kekamar mandi membersihkan dirinya. selama 15 menit

__ADS_1



__ADS_2