Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 23 - menjemput bumil yang kabur


__ADS_3

"fredy antar aku ke GG, bawa berkas tuan smith" perintah gio. fredy segera mengambil mobil dan menunggu di loby


"Kau turun bawa berkas ini, minta tanda tangan cia, tujuan utama cari tau dia dimana dan jam berapa kembali" perintahnya lagi saat tiba tak jauh dari kantor istrinya


"Kata ara Nyonya boss akan kembali dari pengadilan sebentar lagi bos, ara dan nyonya sudah diperjalanan" gio mengangguk. ia segera turun menuju lobby


Melihat istrinya memasuki loby bersama ara dan dimas. gio langsung menahan lengan istrinya. istrinya terlihat makin cantik dan berisi


"Ikut aku, aku mau bicara" gio menarik lengan istrinya.


"Kalian kembali dulu" perintah cia pada dimas dan ara, ia mengikuti suami pemaksanya ini, ia tak mau jadi tontonan orang di kantor, gio memasukkannya ke kursi belakang mobil fredy


"Jalan ke restoran super seafood, disamping supermarket lucky fredy" perintah gio, fredy segera melajukan mobilnya


"ada apa, katakan sekarang, aku sibuk" kata cia dingin


"aku belum makan" jawab gio. cia diam


mobil berhenti di pelataran parkir restoran yang diinginkan gio, cia ikut turun.


"kau mau makan apa?" tanya gio sambil menyerahkan menu pada cia, cia memeriksa menu


"Udang salad buah aku mau mayonaisenya thousand island dan harus asam, kepiting asap dua ekor, mangga muda dan strawbery satu porsi. aku mau minum yoghurt plain tanpa gula" cia memesan makanan


"hanya itu?" tanya gio. dia tau bumil nafsu makannya dua kali lipat. cia mengangguk datar


gio hanya menatap istrinya intens. twin istrinya semakin bertambah, pinggulnya juga berisi, pipinya makin chubbi, wajahnya semakin cantik


"katakan ada apa" tanya cia dingin

__ADS_1


"makan dulu baru bicara" jawab gio. ia segera diam menunggu makanannya sambil memeriksa emailnya


pelayan menghidangkan makanan pesanan mereka. cia makan dengan lahap, gio memperhatikan dengan seksama, ia senang selera makan istrinya baik sekali. ia tak mau merusak mood istrinya


setelah makanannya habis, ia kembali bertanya "Kau mau makan apalagi?"


"Aku mau asinan mangga" jawab cia , gio mengangguk.


"Ini adalah daftar isi kulkas dan lemari" gio menyerahkan selembar kertas tulisan maid tadi malam pada istrinya


"Jam 18:30 keempat orangtua kita akan tiba dibandara, jadi sebelum kita menjemput mereka kita akan belanja di supermarket sebelah untuk membeli bahan makanan. setelahnya aku akan membawamu membeli asinan di restoran asia baru kita ke bandara"


cia mendelik, "bagaimana bisa? mereka bahkan tak mengabariku" cia mengambil ponselnya. gio menghalanginya


"mereka mau memberimu kejutan, jadi hargai usaha mereka. kita bereskan barang disini dulu baru menjemput mereka di bandara" gio sudah menarik tangan cia ke supermarket disebelah mereka


trolly kedua penuh makanan minuman kesukaan orangtua mereka, gio mengambil trolly baru , kali ini cia berbelanja makanannya sendiri , buah buahan, makanan ringan dan minuman yang mungkin dia sukai.


akhirnya setelah satu setengah jam mereka selesai belanja. gio melakukan pembayaran dikasir. supir gio menyerahkan sebuah kunci mobil, lalu membawa belanjaan mereka ke mobil lainnya dan bersiap mengantarkan ke villa.


"Tunggu dulu" kata cia pada supir "Ada apa?" tanya gio


"Keluarkan dulu minumannya, aku mau minum di mobil" pinta cia , gio mengangguk "yang mana?"


"sari buah strawbery dan yoghurt" pintanya . "kalau kau suka kenapa tak membeli lebih banyak tadi?" tanya gio "troly tak muat lagi" jawab cia singkat


"bagimana kalau belanjaan ini dibawa pulang supir, kau bisa meminumnya di rumah sepuasnya, aku akan membawamu membeli yang baru, supaya kau bisa minum di perjalanan tanpa mengurangi jatahmu di rumah nanti" gio menawar


gio juga tidak bodoh, dia tadi sudah menelpin teman temannya yang sudah menjadi ayah menanyakan suka duka kehamilan istri mereka. dia ingat cerita hampir sama seperti ini. bagaimana kalau saat pulang nanti istrinya kehabisan kemauannya, sementara supermarket sudah tutup. lebih baik sekarang dia membeli sepuasnya untuk istrinya

__ADS_1


cia mengangguk, "boleh juga, ayo kita beli lagi" ajak cia.


gio menyuruh supirnya pulang membawa belanjaan. dia segera mengambil trolly baru untuk belanjaan istrinya. cia membeli satu trolly minuman dan makanan ringan yang berasa asam. setelah belanja gio melakukan pembayaran dikasir. dan membawa belanjaan istrinya


"Kita beli asinan mangga dulu ke restoran asia" cia mengangguk. mulutnya minum sari buah strawberry. tak lama mereka tiba di tujuan. cia membeli banyak asinan. gio melakukan pembayaran


"masih ada waktu lima jam lebih, kamu mau kemana dulu?" tanya gio "pulang ke apartemen ambil pakaianku dan taruh divila nanti papi pingsan melihatku membawa koper" gio tak mau komentar, takut istrinya mengamuk


"tak perlu, pakaianmu sudah ada di lemari, aku sudah membelinya" jawab gio


"Tapi. bra di villa sudah tak muat lagi" jawab cia.. " aku membeli yang pasti muat untukmu"


"pulang saja ke villa, aku mau bereskan belanjaan tadi, papi suka sup iga sapi" jawab cia , gio mengemudikan mobilnya ke villa. ternyata cia malah tidur, gio tersenyum dan mengangkat istrinya menuju lantai dua


tiba di villa, para maid tampak sedang sibuk membereskan belanjaan cia , gio sempat melirik sesaat. sebelum menaiki tangga, cia malah terbangun.


"Turunkan aku sebentar aku mau makan" kata cia. gio menurunkan perlahan. cia berlari ke dapur


"honey jangan lari bahaya" teriaknya panik. cia langsung berhenti karena terkejut, ia sadar ia tak boleh lari. ia menunduk merasa menyesal


"Pelanlah, ambil yang kau mau dibelakang tapi jangan lari" kata gio pelan. ia khilaf berteriak tadi karena panik. cia mengangguk dan berjalan ke belakang


cia mengeluarkan semua makanan minuman pribadi, dan meletakkan diatas meja makan . cia mengatur belanjaan tadi memisahkan daging , buah, sayuran dan bahan lainnya


lalu cia membuat bahan masakan iga sapi "buatlah agak banyak, aku menyukainya" pinta gio, cia nenambahkan porsi bahan masakannya


bagi cia, suaminya itu bukan suami merepotkan. apapun yang disediakan cia pasti langsung dihabiskan oleh suaminya. suaminya tak pernah protes dan selalu memuji masakannya


__ADS_1


__ADS_2