Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 19 - Cemburu


__ADS_3

Pagi ini Cia memenangkan kasus , membela kliennya yang berusia 19 tahun, yang mengalami pelecehan dan pemerkosaan dari anak seorang pengusaha papan atas. Tuan Lincoln


Pelaku mendapatkan hukuman 6 tahun penjara tanpa jaminan, Tuan Lincoln menatap cia dengan penuh dendam karena pihak cia menolak mediasi.


Jeremy menghampiri cia "Selamat atas kemenanganmu , gadis kecilku" ucap jeremy sambil mengelus puncak kepala cia.


"Pagi jeremy, kenapa kau disini pagi ini?" tanya cia, tapi jeremy tak menjawab, jeremy menatap tajam kearah Tuan Lincoln, Dia merangkul bahu cia menghampiri Tuan Lincoln. Tuan Lincoln memucat seketika


"Selamat pagi tuan lincoln" sapa jeremy dengan suara berat dan mengintimidasi.


"Se-selamat pa-pagi Commisioner Dawson" jawab Tuan Lincoln tergagap, keringat dingin memenuhi dahinya


"Perkenalkan ini adalah gadis kecil kesayanganku, Nona Gravia" Jeremy tersenyum.


"Gravia... kita sudah saling mengenal" cia menjulurkan tangannya dengan wajah datar


"Calvin Lincoln, senang mengenal anda" jawab Tuan Lincoln dengan senyum kecut


"Gadis kecilku ini adalah wanita kedua yang paling aku sayangi selain ibuku, bila terjadi sesuatu dengan gadis kecilku ini , aku pastikan kau akan menghabiskan sisa hidupmu dipenjara, bahkan aku akan membongkar kasus penggelapan pajak, serta kasus hebat mu selama ini Tuan Lincoln" ucap jeremy pelan tapi suara dan tatapannya penuh ancaman, pria itu gemetaran melihat reaksi jeremy


"Ba-bagaimana mu-mung mung-kin sa-saya berani menyinggung ga-gadis tu-tuan comissioner" jawabnya


"Syukurlah kalau begitu, hatiku tenang mendengar ucapanmu" jawab jeremy


"Love ayo aku antar ke kantormu, temani aku sarapan yang terlambat dulu ya" ajak jeremy lembut sambil merangkul bahu cia, cia mengangguk. dan masih didengar oleh Tuan Lincoln


Tuan Lincoln mengirimkan pesan pada seseorang

__ADS_1


tarik semua pasukan kembali, jangan ganggu gadis itu


Dia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan menyeka keringat dingin didahinya


Cia menyerahkan kunci mobilnya pada dimas, lalu naik ke mobil jeremy , jeremy mengajaknya sarapan di sebuah steak house yang searah dengan kantor cia


"Mau makan apa Cia?" tanya jeremy


"Aku sudah sarapam tadi, panggilkan aku kulit kentang dan orange juice saja" pinta cia


"Katakan kenapa kau dipengadilan tadi?" tanya cia


"Seperti biasa, aku mendapat informasi kamu melawan orang tak beretika dan hukuman hakim jatuh hari ini, lawanmu adalah orang yang tak puas dengan kekalahan, dia akan menghadangmu saat pulang nanti"


"Anggotaku siap bersamaku jeremy, tapi terima kasih" ucap cia tulus


pelayan menghidangkan makanan pesanan mereka. mereka makan dengan tenang. jeremy menepis anak rambut yang berterbangan diwajah cia. seperti biasa dia selalu sangat perhatian pada gadis kecil yang sangat dia cintai sejak usia 14 tahun itu.


Gio yang baru selesai meeting dengan kliennya, keluar dari ruangan vip. ia melihat jeremy sedang menyibak rambut istrinya dan tertawa bersama. jeremy mengelus kepala istrinya.


Gio melangkah ke meja mereka dan menarik lengan istrinya "kembali bersamaku" jeremy menyerahkan tas cia dan menganggukkan kepala pada cia sambil tersenyum.


Gio menarik istrinya ke mobil dan mengemudi dengan kecepatan penuh pulang ke villa. cia ketakutan tapi memilih diam melihat wajah suaminya


Sampai di rumah gio mengangkat istrinya seperti karung beras dibahunya menuju kamar utama. tiba dikamar dia menghempaskan tubuh istrinya ke ranjang. cia meringis


"Katakan apa yang kau lakukan hah?? bekerja atau berkencan? apa yang kurang dariku sampai kau berkencan dengan pria lain dibelakangku?" bentak gio , cia yang dibentak gio merasa sakit hati. dia diam. kediaman cia memicu emosi gio

__ADS_1


Gio menarik paksa pakaian istrinya. cia meronta "Gio jangan begini gio" setelah merobek paksa kain terakhir istrinya. gio tak peduli, dia mengikat tangan istrinya dengan dasinya di headboard.


gio yang kalap melakukan penyatuan dengan paksa tanpa pemanasan pada istrinya. cia berteriak kesakitan. tapi gio yang dikuasai amarah tak peduli dengan tangisan dan jeritan kesakitan istrinya. setelah mendapat pelepasan berkali kali, ia segera kekamar mandi. keluar kamar mandi dia melepaskan ikatan ditangan istrinya.. membanting pintu kamarnya dan mengemudikan mobil keluar rumah.


cia menangis menahan rasa sakit di intinya tapi hatinya lebih sakit lagi. setelah puas menangis. susah payah dia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.


dengan sisa kekuatannya, ia melemparkan pakaian dan barangnya kekoper. dan memesan taxi online, dengan bantuan security villa. kopernya sudah berada di bagasi taxi online menuju apartemennya sendiri.


Cia meminta bantuan kepada petugas keamanan membawakan kopernya ke unitnya. setelah memberi beberapa lembar uang dollar. cia masuk kekamar utama dan menumpahkan airmatanya disana. cia menangis sampai tertidur


sorenya gio pulang ke rumahnya masih dengan penuh amarah. ia naik ke kamar utama tapi tak menemukan istrinya. hatinya mulai merasa tak enak saat meja rias setengah kosong. tak ada barang istrinya disana. ia memeriksa walk in closet istrinya juga kosong setengah.


ia berteriak memanggil maid. maid berkata istrinya sudah pergi membawa dua koper besar. gio menelpon istrinya, tidak bisa dihubungi. gio menghancurkan barang barang disekitarnya dengan penuh amarah. semua maid merasa ketakutan


selama ini tuan mereka adalah mahluk yang dingin bahkan tidak pernah bicara. sejak ada istrinya mereka baru melihat senyuman dan mendengar suara tuannya selama di rumah. kali ini istrinya pergi, tuan mereka seperti kesetanan. mengundang rasa takut mereka.


gio kekamar mandi dan menyiram kepalanya dengan air dingin selama satu jam. berharap amarahnya bisa reda. habis mandi dia menelpon gerry jefri memintanya menemani ke club. malam itu gio minum sampai ambruk. menjelang dini hari gerry mengantarnya pulang ke villa.


***


Jam 05:45


alarm gio berbunyi. ia meraba raba dan mematikan alarm ponselnya. ia meraba kesampingnya. istrinya tak ada. ia segera melompat duduk. kepalanya sakit sekali. ia segera mengambil sebutir aspirin di laci nakas. tak ada minuman di nakas. gio meminta air minum pada maid . setelah minum sebutir aspirin. gio membersihkan diri kekamar mandi. keluar kamar mandi ia tak menemukan pakaiannya di sofa. ia sadar istrinya sudah pergi.


ada denyutan di hatinya. ia melangkah ke walk in closet mencari perpaduan pakaiannya. lalu membongkar laci mencari dasi yang cocok. akhirnya gio membawa tas kerjanya turun ke ruang makan. ada roti bakar dan omelet disana. Gio memakan sarapnnya. sangat tidak enak. ia tak jadi sarapan dan segera ke kantornya


sampai dikantor ia mencoba menghubungi ponsel istrinya tapi tak active. dia membanting barang barang di meja kerjanya. gerry grace fredy tak berani bicara, hanya menatap dan membantu membereskan kekacauan yang di ciptakan bos mereka

__ADS_1


"Grace beritau jadwal meeting dengan klien pada gerry , biar gerry mewakilkan aku hari ini dan besok" grace mengangguk lalu keluar ruangan


__ADS_2