
"Boss kau baik baik saja?" Tanya grace khawatir setelah OB keluar ruangan "Keluarlah" perintah gio dingin. grace segera keluar ruangan
Gio mengambil ipadnya dan membuka galery, dia melihat satu persatu poto dia dan istrinya selama di kota W. dia tersenyum dan hatinya agak tenang. Dia segera memesan Digital Photo Frame berukuran 30 inchi untuk dikirim ke villanya, dia berharap bisa mengurangi kerinduannya pada istrinya dengan memandangi slideshow poto mereka dikamarnya sebelum tertidur tiap malamnya
Dia teringat sesuatu , ia mengambil ponselnya "Gerry jual apartemenku di rodz secepatnya"
"....."
"Apa.. kau sudah menikah tadi pagi? kau mau membeli apartemenku? baiklah aku setuju. Selamat atas pernikahanmu"
"....."
"menikah itu enak, kau akan merasakannya hahaha"
"....."
"baiklah setelah kau cuti aku akan bulan madu, setelah aku bulan madu, kau bisa cuti bulan madu juga"
"....."
gio memutuskan sambungan ponselnya
grace yang baru membuka pintu tercengang memdengar ucapan boss-nya , ia masuk ke ruangan membawa dokumen seketika membeku. setelah menetralkan diri , ia masuk ke ruangan boss-nya
"Boss ini berkas pengajuan kasus dari klien yang harus kau periksa" ucap grace sopan
"Letakkan saja dimejaku, aku akan memeriksanya sebentar lagi"jawab gio dingin
"Boss, maaf.. apakah kedepannya.. kedepannya.. kita.." grace belum selesai melanjutkan ucapannya sudah di potong
"Aku sudah menikah, aku memiliki tanggung jawab kepada istriku, aku tak ingin memiliki hubungan dengan wanita manapun lagi setelah aku menikah. berbeda dengan dulu aku masih sendirian dan bebas melakukan apa saja"
__ADS_1
"kau juga segeralah menikah, menikah itu indah, percayalah.. " kata gio dengan pikiran dipenuhi istri kecilnya. grace tersenyum kecut dan mengangguk
Gio melihat tatapan grace , gio bisa menangkap ada yang salah. dia menyeringai sesaat lalu memutar otaknya
***
Jumat jam 15:00
Ruangan CEO SM_LF
"Nyonya smith duduklah, ada yang mau saya bicarakan mengenai kasus anda" ucap gio datar mempersilahkan klien'nya duduk disofa ruangannya. Grace mendampingi duduk disamping klien itu dengan membawa kertas dan pena
"Kasus suami anda ini, agak pelik. psk yang sedang hamil, merupakan jebakan pada suami anda, hasil test dna pada janin yang dikandungnya bukan bayi suami anda" gio berhenti sesaat, ia melihat kliennya menghembuskan nafas lega
"saya ingin menanyakan pendapat anda, bila suami anda berjanji hitam diatas putih, apakah anda bersedia memberinya kesempatan terakhir? karena pihak suami anda juga memegang bukti scandal anda. mereka berencana mempublikasikan video tersebut bila mediasi gagal" nyonya smith pucat
"Bila video dipublikasikan akan merugikan anak anak anda yang saat ini beranjak remaja, mereka akan mengalami serangan mental dari berbagai arah, ini kerugian moril diluar kerugian materil saham perusahaan anda akan anjlok"
"Apakah anda bersedia mediasi dengan perjanjian baru secara hukum perihal kelanjutan hubungan pernikahan anda?"
grace yang tercengang mendengar ucapan boss-nya segera menetralkan expresinya. boss-nya terbiasa memenangkan perkara perselingkuhan, entah apa isi pikiran boss-nya, grace memberikan tissue pada kliennya untuk menyeka air matanya sambil mengelus punggung kliennya itu
"Baiklah aku setuju tapi aku ingin perjanjian yang kuat untuk di kemudian hari" jawab nyonya smith
"berikan poin yang anda inginkan nyonya" pinta gio "Grace catat poin yang diminta nyonya smith"
nyonya smith memberikan poin yang diinginkan dan konsekuensi bilamana terjadi pengulangan kasus yang dilakukan suaminya. gio menyarankan beberapa tambahan poin yang disetujui kliennya
"Grace ketik semua poin itu dalam perjanjian pernikahan Tuan Nyonya Smith. Antarkan kepadaku dalam 10 menit" perintah gio
"Minta OB menyediakan kopi pahit buatku dan minuman buat Nyonya Smith" grace segera mengangguk dan menjalankan tugasnya
__ADS_1
"Bila hal ini berhasil, Saya akan memberikan bayaran 20 Miliar atas kasus ini Tuan Sergio" Ucap nyonya smith. Gio mengangguk
"Terima Kasih" jawabnya, puas mendengar kalimat klien-nya itu. Karena kliennya melipat gandakan fee pembayaran jasanya dalam menangani kasus ini dari 5 Miliar menjadi 20 Miliar. Ini gara gara istrinya dia mendapat rezeki tambahan
"Tuan ijinkan saya bertanya di luar konteks kasus ini" Nyonya Smith mengajukan pertanyaan , Gio mengangguk
"Melihat jari anda, anda terlihat sudah menikah, apakah istri anda cantik? kenapa tidak pernah terekspos?" tanya Nyonya Smith untuk meredakan rasa penasaran dihatinya
"Saya sudah menikah enam hari lalu, istriku sangat cantik sekali, hanya saya tidak suka keluarga saya terlalu diexpos media agar keluarga saya merasa nyaman" jawab gio sambil tersenyum membayangkan wajah istrinya
"Tampaknya anda sangat mencintai istri anda, Selamat atas pernikahan anda"
"Terima Kasih Nyonya, Saya sangat mencintai istri saya" jawb gio tersenyum
TOK TOK TOK
"Tuan, Nona Gravia dari Firma Hukum GG telah tiba dan ingin menemui anda, apakah anda bersedia menemuinya? dan ini berkas yang anda minta tadi, tolong diperiksa agar bisa ditanda tangani nona smith kalau sudah benar" Lapor Grace sopan
"Biarkan Nona Gravia duduk diluar sebentar, Aku akan memeriksa berkas ini" Jawab Gio sambil memeriksa surat perjanjian dari grace, Grace mengangguk lalu keluar ruangan menemui cia
"Nona semua poin sudah tertuang dalam perjanjian ini, anda bisa memeriksanya sebentar apakah sudah cocok dengan kemauan anda? jika sudah cocok anda dapat menandatanganinya. Saya akan melakukan proses lanjutan kepada perwakilan hukum suami anda" Nyonya smith membaca dokumen itu dan menandatanganinya
"Orang saya akan menghubungi anda tiga hari kedepan nyonya" Kata Gio
"Grace antarkan Nyonya Smith masuk dan minta Nona Gravia masuk" seperti biasa sifat gio selalu arogant, dia bahkan mengusir tamunya seenaknya
"Terima kasih, Saya permisi Tuan" pamit Nyonya Smith , Gio mengangguk. Grace mengantar Nyonya Smith keluar dan segera membawa Cia masuk keruangan bos-nya
TOK TOK TOK
"Tuan, nona gravia sudah tiba" Lapor Grace pada gio, dibelakangnya ada istri cantik yang sangat dirindukannya
__ADS_1