Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 25 - Kedatangan Orangtua


__ADS_3

Papi Gabriel, Mami Pattie, Papa Zevron, Mama Claudia keluar dari bandara membawa koper. Cia berlari mengejar orangtuanya. Gio menangkapnya


"Pelanlah, kau jangan berlari, jantungku tak kuat melihat kau berlari" Ucap gio tegas. cia mengangguk, ia memeluk keempat orangtuanya, begitu pula dengan gio.


gio mengambil koper besar milik mama audi dan koper sedang mami pattie. cia mau mengambil koper kecil milik kedua ayahnya. audi langsung menariknya


"Biarlah pria yang mengangkat koper mereka, kamu temani mama dan mami" pinta audi. cia mengangguk. supir segera menyimpan koper itu kedalam mobil satunya dan membawa duluan ke villa


Gio mengemudi membawa orangtua mereka ke restoran khas kota W. diruangan Vip gio memesan beberapa makanan untuk keluarganya. lalu memberi buku menu pada cia.


"Aku mau udang salad buah dengan mayonaise thousand island yang asam sekali,, dan aku mau udang grill tanpa kulit.. setelah dibakar... harus ada thousand island yang dibakar diatasnya, lalu aku mau jus strawbery tanpa gula"


bukan hanya pelayan yang bingung, bahkan ketiga orangtua mereka pun bingung. gio segera bangkit dan membawa pelayan keluar ruangan. setelah memberitau istrinya ngidam dan minta bantuan membuatkan menu sesuai kemauan istrinya. pelayan pun mengerti dan meminta gio memberi tau koki mereka


Gio kembali keruangan vip dan melihat semua masih membeku kecuali cia dan audi


"Kamu darimana?" tanya cia "aku ke toilet" jawab gio.


"disini ada toilet dalam ruangan, kenapa kau tak memakainya?" tanya cia "apakah kau menemui wanita cantik diluar sana?" tanyanya berkaca kaca .


empat orangtua mereka langsung melotot mendengar ucapan cia "sayang.. pesananmu tadi kurang dipahami pelayan. jadi aku keluar menemui koki agar makanan pesananmu bisa sesuai yang kamu mau"


cia mengangguk. empat orangtua menghela nafas lega. cuma ketiganya masih heran pada pesanan cia


akhirnya makanan dihidangkan . cia makan dengan lahap sekali


"Pelanlah.. tak ada yang merebut makananmu, kalau kau ingin lagi.. aku akan memesannya untukmu" kata gio pelan.


"tapi ini enak sekali" jawab cia. pattie penasaran. ia mencuil sedikit salad cia. ia segera menutup matanya menahan asam.


"apa enaknya, asam sekali hah" tanya pattie. tapi ini enak sekali. mama mau? tanyanya pada audi. audi menggeleng.


"mama sudah kenyang" jawabnya cepat


"papa papi mau? hubbie mau?" dua ayah itu langsung menggeleng.


"Makanlah yang banyak, kau saja tak cukup, masih menawari kami" jawab gio pelan.


cia mengangguk lalu menghabiskan makanannya. semua bernafas lega karena takut dipaksa makan oleh cia


sekarang mereka sudah selesai makan malam. "pa ma pi mi ada yang mau brandon bicarakan" ucapnya serius


"hubby aku mau jus sunkis tapi jangan pakai gula" pintanya. gio mengangguk dan menekan bell memesan kemauan istrinya

__ADS_1


"begini.. istri brandon hamil enam minggu saat ini , brandon harap mama dan mami bisa menjaga cia beberapa waktu sampai melewari trimester pertamanya" lapor gio


semua mata mendelik kecuali audi. "apaaaa??" pekik mereka , pattie dan gabriel berpelukan. zevron dan audie berpelukan. mereka bahagia sekali.


empat orangtua itu menyelamati gio dan cia yang masih menatap gio. gio mengecup kening istrinya lalu berbisik "aku mencintaimu dan anakku" lalu memeluk istrinya


"bisakah mama mami menjaga cia sementara waktu?" tanya gio ulangan


"Bisa" jawab zevron dan gabriel bersamaan , menunjukkan istri mereka tak perlu minta ijin suaminya lagi


"papa/papi mungkin tak bisa lama, kami pulang duluan, tapi ibu kalian bisa menemani cia sampai sehat kembali" jawab gab dan zev semangat . gio mengangguk "terima kasih pah pih"


"apakah kau mual nak?" tanya audi sambil mengelus kepala cia.


"muntah parah sampai tak bisa bangkit, hanya siang ini sampai sekarang agak enakan" jawab cia . gio tertegun. ia baru tau penderitaan istrinya. untung seharian ini dia mengalah tak mau menyakiti istrinya


"itu karena aku temani" jawab gio pamer. semua tertawa bahagia . cia mengangguk kuat "iya" jawabnya yakin. gio tersenyum


"ayo kita pulang" ajak gio.. mereka segera pulang ke villa gio


"wah nyaman sekali villa ini" puji pattie


"iya cia yang mengurus semua" jawab gio


"ini kamar utama kami, ini kamar bayi kami nanti, ini ruang kerja brandon, sisanya kamar tamu" gio menunjukkan kamar kamar diatas


"bagus sekali rumahmu nak" puji audi


"rumah ini brandon design untuk berkeluarga" jawab gio , zev mengangguk bangga


cia yang sejak pulang berada di dapur membuatkan sup iga yang sudah dia persiapkan bahannya. tak lama sup iga selesai. dia menghidangkan untuk keluarganya. mereka makan sambil berbincang


"enak sekali supnya" puji audi dan zev


"cia tiap hari masak buat brandon , semua masakannya enak" jawab gio . gab dan pattie mengangguk bangga


"wow menantu luar biasa" puji audi . cia hanya tersenyum


"kantormu jauh dari sini brandon?" tanya zev "cia hamil kamu bekerja , kalau ada kebutuhan , lamakah perjalanan pulang?" tanya zevron


"hanya 20 menit pah" jawab gio, "kantor cia lebih jauh, butuh 45 menit"


"loh kalian berjauhan kantornya setelah menikah?" tanya zevron

__ADS_1


"gedung disebelah kantor brandon sudah brandon beli sebagai mas kawin untuk cia, kemarin brandon udah minta cia pindah, cia belum bersedia memindahkan Firma hukum GG nya"


"Firma hukum GG? punya cia?" tanya Gabriel, gio mengangguk


"Dikota W, kantor pengacara nomor satu SM dan GG kan?" tanya Zevron. keduanya mengangguk


"SM itu punya gio, Sergio Martinez, suami cia orang terkaya di Kota W pih" jawab cia. Zev melotot


"Dan kamu orang terkaya di Kota W juga kan, Firma Hukum GG" tanya zev , gio mengangguk


"GG itu Gravia Graham" jawab gio.


"Dasar anak nakal kalian berdua, sampai kami tak tau siapa SM dan GG" omel gabriel


"saat tamat kuliah, Brandon kesini merintis dari nol, tak mau dikait kaitkan dengan martinez jadi brandon bangun SM pi" kata gio sambil nyengir


"sama, cia juga. waktu tamat cia kesini membangun GG karena tak mau di bilang mendompleng keluarga Graham jadi cia mulai dari nol pakai uang saku selama sekolah dulu" jaeab cia.


empat orangtua itu tersenyum bangga


"kalian kenapa tak pindah ke mansion? kalian sudah terkaya disini" tanya audi


"Cia suka villa ini, tidak kecil tidak luas. semua keluarga masih bisa bertatap muka tiap hari" jawab cia.


"Kamu sama dengan mamimu nak, dulu mami juga bicara begitu" kata gab


"kami sudah tenang karena kalian sudah sukses disini, kalian membuat kami bangga, sisa berikan cucu yang banyak buat kami" kata zev


"Cia, kamu sudah menikah, kamu harus patuhi suamimu, pindahlah kekantor dekat suamimu, kalau ada apa apa, suamimu bisa menjagamu saat hamil begini" perintah gabriel tegas


"Besok pagi brandon akan ajak papa papih mama mamih ke kantor kami" ajak gio. semua mengangguk


"istirahatlah.. cia hamil.. tak baik tidur malam besok pagi habis sarapan kita jalan jalan" tutup zev. semua kembali ke kamar masing masing


sebelum memasuki kamar utama, gio menahan lengan cia. ia mengajak cia kekamar disebelahnya



cia menatap suaminya "kapan ini disiapkan?" tanyanya


"Tadi malam, aku mau membuat lebih bagus lagi, tapi butuh waktu, bersabarlah sampai aku tau jenis kelamin anak kita, aku akan membuatkan kamar mewah untuknya" kata gio mengelus perut cia


cia mengangguk , ia terharu suaminya antusias atas bayi mereka

__ADS_1


__ADS_2