
"Masih sakit honey" tanya gio, cia hanya mengangguk.
"Aku memesan makanan diantar kekamar" gio mau nengambil telepon hotel.
"Aku ingin makan dipantai" pinta cia datar. gio mengangguk. ia membawa istrinya kepantai dan memesan makanan seafood
gio membuka internet memeriksa benda apa saja yang bisa menghilangkan rasa sakit istrinya. juga memeriksa cara menutupi stempel kepemilikan. setelah memeriksa teliti dia pun memesan secara online, agar benda pesanannya segera dikirim kekamarnya
mereka berdua makan dengan tenang , menikmati angin pantai . tak ada yang bersuara disana. gio memeluk istrinya . istrinya hanya memasang wajah datar
"aku akan membuatmu mencintaiku" batin gio menatap wajah cantik istri kecilnya itu
setelah puas menikmati angin pantai, gio mengajak istrinya kembali ke resort karena pihak kurir sudah menghubungi ponselnya. ia membuat janji pertemuan di loby resort
setiba di resort, gio menerima pesanan dari kurir perbelanjaan online lalu kembali kekamarnya bersama cia.
ia kekamar mandi menampung air hangat dan meneteskan aromatherapy disana.
"aku sudah membeli obat yang bisa menghilangkan rasa sakitmu, berendamlah dua puluh menit, sakitnya akan segera mereda" pinta gio. cia segera kekamar mandi berendam sesuai perintah suaminya karena bagian intinya memang sangat perih
sehabis berendam. rasa sakitnya berkurang banyak , sudah jauh lebih nyaman.
"masih sakit?" tanya gio "sudah reda banyak" jawab cia datar.
"ayo aku bantu oles salep, sakitnya akan menghilang sebentar lagi" gio menggendong cia dan merebahkannya diranjang setelah mengeringkan tubuh mungil itu dengan handuk
gio membuka pa-ha istrinya yang belum berbenang. setelah melihat pemandangan disana, gio malah kembali terpancing. ia membuang salep sembarangan, ia segera naik keatas tubuh istri mungilnya itu dan mel -umat istrinya lembut, perlahan ia melakukan pemanasan. cia meracau hebat. sampai akhirnya gio mengulangi pertarungannya selama sejam lebih. mereka berteriak hebat menyebut nama pasangan mereka. gio ambruk setelah membuang mozarellanya di sawah istrinya
"terima kasih sayang, kau sungguh nikmat sekali. luar biasa sempit" bisik gio. cia hanya mengangguk sambil terengah
lagi lagi gio kekamar mandi menampung air dan meneteskan aromatherapy yang dibelinya dan mengangkat tubuh istrinya diletakkan dua puluh menit didalam. takut istrinya masuk angin ia segera mengeringkan tubuh istrinya yang tak bertenaga lagi dan membaringkan diranjang
gio mencari salep yang di lemparnya tadi dan mengoleskan ke sawah istrinya. kali ini benar benar hanya mengoles salep. lalu memakaikan gaun tidur istrinya. menarik selimut sampai leher istrinya. ia pun bergabung disamping istrinya menarik dan memeluk istrinya
__ADS_1
"terima kasih honey" bisiknya sambil mengecup puncak kepala istri kecilnya yang sudah dialam mimpi
"kalau tau menikah seenak ini, sudah dari dulu aku menuntut perjodohan ini pada orangtua kita" gumam gio pelan lalu menyusul masuk alam mimpi
***
pagi hari cia terbangun jam lima kurang. ia merasa ada lengan besar diperutnya. ia baru ingat sudah menikah. perlahan dia singkirkan lengan suaminya agar tak terbangun. setelah berhasil. cia ke bathroom membersihkan diri. intinya sudah tidak sakit lagi. habis mandi ia berpakaian dan mengadakan doa pagi seperti rutinitasnya selama ini
habis berdoa, ia menyusun paperbag berisi pakaian suaminya disofa. ia membuatkan secangkir kopi untuk suaminya lalu ia membuka ipadnya memeriksa beberapa email dan membalas emailnya. setelah pekerjaannya membalas email selesai.
jangan lupakan tuan smith masih ditahan oleh polisi karena tindak kdrt sejak dua hari sebelum keberangkatan mereka ke kota K sampai sekarang berarti sudah empat hari. perjanjian pengajuan mediasi ulangan pada suaminya juga tiba hari ini lah waktunya.
ia mengambil ponsel dan memeriksa pesan disana. sejak kemarin siang ia belum menyentuh ponselnya. ia segera membuka dan membalas pesan pesan yang berkaitan dengan pekerjaan dan kantornya
setelah itu dia memeriksa pesan lainnya. dari willi, rachel, ibu dan abangnya, lalu dia membalas pesan.. jeremy.. dan menghapus chat itu karena tak mau bermasalah dengan gio yang tampaknya tak menyukai jeremy. cia orang yang tak suka ribet
jam 5:45 alarm diponsel gio berbunyi. gio mematikan alarm dalam keadaan mata terpejam. ia meraba raba kesampingnya kosong tak ada istrinya. ia langsung terduduk dan membuka lebar matanya. alangkah leganya hatinya melihat istrinya sedang duduk dimeja kerja fasilitas kamar mereka itu.
dia segera meminum beberapa teguk air mineral. lalu menyesap kopinya. enak sekali kopi buatan istrinya. ia mengambil boxer dan mengenakannya. ia takut istrinya belum terbiasa dan merasa tak nyaman
gio menghampiri istrinya yang berada di meja kerja. "morning kiss honey" dia mengecup sekilas bibir mungil yang menjadi candunya. "masih sakit?" tanya gio. cia menggeleng "tidak" jawabnya lalu kembali menatap ponselnya.
gio melirik ponsel istrinya. nama william tertera besar diatas layar chat, dan istrinya sedang mengetik balasan. wajah gio langsung datar
"sepagi ini suamimu bangun, kau malah sibuk chat dengan pria lain" sindirnya. cia langsung meletakkan ponselnya dan menatap suaminya datar
"kau berniat bertengkar lagi dihari kedua pernikahan?" tanya cia dingin,
gio langsung ke kamar mandi dan menutup pintu dengan keras, cia menghembuskan nafas kasar. ia memejamkan mata sebentar. pernikahan ini benar benar menguji kesabarannya. ingin segera kembali ke kota W dan melanjutkan kesendiriannya yang damai disana seperti biasa.
lima belas menit gio keluar dari kamar mandi, cia memalingkan wajahnya tak mau melihat roti sobek manusia berstatus suaminya yang selalu memancing emosinya itu.
"aku sudah berpakaian" kata gio dingin "ayo sarapan dibawah" katanya melangkah menuju pintu dan keluar kamar duluan
__ADS_1
cia menyimpan ipad dan ponselnya. memasukkannya kedalam handbagnya. ia segera keluar kamar. ia terkejut melihat suaminya masih diluar pintu. ia pun mengikuti suaminya menuju luar resort mencari sarapan pagi mereka
mereka menemukan rumah makan terbuka di tepi pantai. pelayan memberikan buku menu, gio memesan roti bakar dan secangkir kopi pahit. ia menyerahkan menu pada istrinya. cia memesan secangkir susu coklat dan mengembalikan buku menu pada pelayan. gio mengernyitkan keningnya. ia merebut buku menu dari tangan pelayan, ia memesan nasi sup ayam untuk istrinya karena abang iparnya memberitau cia suka makan nasi sebagai sarapan.
cia hanya diam menatap pantai tanpa bicara. ia muak pada suami arogannya itu. jadi demi kesehatannya sendiri ia memilih diam.
pelayan kembali membawa pesanan mereka dan meletakkan di hadapan mereka. "makanlah nasimu dulu, kau kelelahan, nanti kau sakit kalau tak sarapan" ucap gio. cia menghabiskan nasinya susah payah. ia sudah kehilangan selera makannya sejak dikamar tadi.
"kenapa? taste tak sesuai seleramu? aku akan menggantinya" tanya gio sambil mengangkat tangan mau memanggil pelayan
"Tidak, ini enak, ini saja" jawabnya datar. ia segera menelan nasinya sampai habis. lalu meneguk susunya. gio menatap intens wajah istrinya yang nampak sangat tertekan.
Gio agak menyesal sudah membanting pintu kamar mandi tadi pagi hanya karena sebuah chat obrolan istrinya dengan sahabatnya
"Honey, maafkan aku atas sikapku tadi pagi, aku lama hidup sendirian sehingga tak tau cara hidup berdampingan, tapi aku akan belajar menjadi lebih baik lagi untuk masa depan kita" ucap gio tulus sambil memegang tangan istrinya. cia hanya mengangguk dengan wajah datar
"aku akan membawamu menyebrangi pulau didepan itu dengan boat setelah ini" ajak gio.
"aku mabuk laut" jawab cia dingin.
"baiklah kita istirahat setelah ini" kata gio
"kapan kita kembali ke kota W?" tanya cia datar
Tringggg
pesan masuk ke ponsel gio, gio membukanya
"Besok persiapkan barangmu, lusa pagi kita berangkat ke kota W dengan penerbangan pertama" jawab gio . cia mengangguk lega
__ADS_1