
"Persilahkan masuk, kau bisa segera keluar" Perintah Gio dingin . Ia berpindah dari sofa single ke sofa double.
Grace mempersilahkan Cia masuk
"Silahkan nona gravia"
"Duduklah disini" Gio menepuk sofa disampingnya sambil tersenyum. Cia dengan wajah datarnya duduk disamping suaminya
Interaksi itu tak luput dari pengamatan grace yang memiliki banyak pertanyaan diotaknya, selain tuannya yang dingin tiba tiba tersenyum sampai Tuannya yang tak tersentuh sama sekali malah mengijinkan tamunya duduk disampingnya.
"Kau bisa keluar grace" Ulang Gio dingin , Cia menatap grace dari ujung rambut sampai ujung kaki. Grace segera keluar dan menutup pintu ruangan
"Itu sekretarismu?" tanya cia dingin, gio mengangguk sambil mengecup kening istrinya dan menghirup aroma leher istrinya
"Kau tak memiliki standard prosedur perusahaan untuk busana karyawati?" tanya cia datar
Tangan gio yang sudah masuk ke twin besar milik istrinya segera di tepuk istrinya pelan "jangan nakal, ini kantor. aku masih datang bulan" gio mencebik
"kapan selesai datang bulan?" tanya gio dengan wajah masam "seminggu" jawab cia datar
"Bagiku selain istriku dan kedua ibuku, semua wanita memusingkan. jadi seluruh gedung ini berisi staff laki laki. Dia satu satunya wanita di perusahaanku ini. Aku membiarkannya disini untuk membuat nyaman dalam mendampingi klien wanita. Aku tak peduli dengan busananya karena selama ini mau bagaimanapun dia di kantor ini, aku bahkan tak pernah memandangnya sama sekali" Gio menjelaskan panjang lebar
"Kalau istriku cemburu akan keberadaannya, besok aku akan menggantinya dengan wanita yang lebih tinggi usianya agar istriku merasa nyaman"
"Oh ya bagaimana mediasinya?" potong cia mengalihkan topik masih dengan wajah datarnya.
"Sabarlah, beberapa hari tak bertemu istriku , aku sangat merindukan istriku"
Gio menurunkan sedikit tanktop istrinya, mengecup twin istrinya, meninggalkan beberapa stempel kepemilikan disana dan menggigit kecil puncak pink disana. setelah puas bermain ia melepaskan istrinya
wajah cia benar benar masam sekali. gio terkekeh. "Kenapa honey" ia membawa istrinya kepelukannya.
__ADS_1
"bagaimana aku bekerja dengan stempel seperti ini?" cia mendengus
"Aku sengaja meletakkan disana supaya kau mengubah tanktopmu menjadi lebih tertutup. aku tak suka milikku ini dilihat orang lain" bisik gio sambil mer -emas twin besar itu
"hari ini aku sibuk belum makan siang, setelah ini kita makan sambil membahas dokumen nyonya smith" ajak gio. ia bangkit dari sofa dan mengambil tas nya serta kunci mobil sportnya.
"Grace kau dan Jefri masuk ke ruanganku sebentar" gio menekan airphone ke meja sekprinya diluar ruangannya.
5 menit mereka berdua segera tiba. Jefri menbawa sebuah troly kecil masuk ke ruangan
"Jefri, besok pagi saat Gerry masuk. katakan ini kasus yang kita terima" Gio menunjuk map setinggi 30 cm didepannya. Gery merogoh saku, mengambil notes kecil, menuliskan sesuatu lalu mengambil staples disaku satunya, melengketkan memo diatas tumpukan map. Jefri memindahkan dokumen ke rak dalam trollynya
"Katakan kepada gerry, aku setuju dengannya yang menolak kasus ini" gio menunjuk map yang tak kalah tinggi tumpukannya dari tumpukan map sebelumnya. jefri menulis di memo dan menempelkan memo dengan staples diatas tumpukan map itu lalu memindahkan ke rak berbeda dalam trollynya
"Kalau ini. aku akan menangani sendiri kasusnya, minta gerry mengatur jadwal pertemuanku dengan orang orang ini" tunjuk gerry pada setumpuk map yang tidak setinggi map map sebelumnya. jefri mencatat sesuatu di memo lalu menempelkan dengan staples diatas map pesanan gio . kemudian memindahkan map itu ke rak terpisah dari rak sebelumnya
"Grace , jadwalku hari senin tolong kamu selipkan jadwal pertemuanku dengan istriku ini, nyonya alicia gravia martinez di kantor polisi untuk mediasi dengan Tuan Smith" perintah gio
"Baik tuan" jawab grace sopan
"Honey aku belum makan siang, aku lapar sekali" gio mengadu manja pada istrinya
"kenapa kau mengirimiku makanan tiap hari tapi kau tak makan hubby? kau sudah kaya. luangkan waktumu untuk makan" jawab cia datar
"aku mau makan kalau kau yang menemani" imbuh gio
gio memasukkan istrinya ke kursi penumpang mobil sportnya. lalu berputar ke pintu pengemudi dan melajukan mobilnya ke restoran steak terkenal dikota itu
Grace memandang kepergian mereka dengan mata berkaca kaca
******
__ADS_1
GRACE POV
grace merasakan rasa nyeri dihatinya, masih dia ingat hampir lima tahun lalu, setelah menyelesaikan pendidikannya dibidang hukum, grace melamar pekerjaan ke SM Lawyer Firm. Tujuannya ingin selalu dekat dengan idolanya, kakak kelasnya, mahasiswa terbaik di kampus mereka di New Zealand, Brandon Sergio Martinez.
saat itu grace masih staff biasa di firma tersebut, tapi grace berjuang dengan gigih menunjukkan prestasi kerjanya agar gio bersedia menatapnya.
perjuangan grace berhasil, dengan prestasi dan kinerjanya, saat terjadi phk pada semua staff wanita di gedung itu, dia satu satunya yang tidak mengalami PHK, bahkan diangkat menjadi sekretaris pribadi gio. Grace pun semakin gigih bekerja agar bos-nya yang dingin itu mau meliriknya. tapi apa daya bos-nya selalu dingin pada siapapun kecuali pada gerry asprinya sekaligus sahabatnya.
Sampai gio mengikuti acara undangan klien-nya dalam mengurus sebuah kasus, gio meminta grace mendampinginya untuk mencatat hasil analisa. Gio mabuk berat malam itu. Grace sempat menuang sedikit obat pera ng -sang ke wishky gio. setelahnya grace mengantar gio kembali ke apartemennya. Malam itu pertama kali gio melakukan hubungan one night stand dengan grace tanpa sadar
besok harinya, grace sengaja menunjukkan dia tak tertarik sama sekali dengan gio. dia tau tipikal gio paling benci didekati. dan usahanya berhasil. gio merasa sinkron dengab sifatnya yang cuek dan tak tertarik pada boss-nya.
kedua kali gio meminta mengantar dokumen fisik ke apartemennya setelah pulang kerja. setelah menerima dokumennya. gio bertanya padanya
"Bersedia menjadi partner tidurku? tanpa komitmen, tanpa ikatan, tanpa perasaan, tanpa komunikasi, tanpa drama, hanya pelepasan? kalau kau bersedia dengan rules yang kutetapkan silahkan duduk dipangkuanku, kalau tak bersedia kau bisa keluar sekarang" kata gio dingin
grace segera melepas pakaian dan duduk dipangkuan gio tanpa sepatah katapun. disana kedua kalinya mereka mengulangi pelepasan biologis mereka. tanpa pembicaraan, tanpa ciuman, tanpa stempell, atau apapun. hanya sebuah pelepasan saja. tapi gio selalu melakukan dengan sopan dan lembut, grace belum pernah tidur dengan orang yang lebih baik dari gio. tiap kali mendapat pelepasan grace akan langsung keluar tanpa kata kata, sebelum diusir gio.
sifatnya yang tau diri itu, membuat gio selalu memakainya seminggu sekali. setiap kali mendapat pelepasan, gio akan memberinya uang saku 35% dari gaji pokoknya. hal itu cukup membantu keuangan grace. tiap akhir tahun grace mendapat bonus terpisah dari gio sebanyak lima kali lipat gajinya.
tiga tahun menjalani having fun dengan gio. lumayan membuat grace bisa memiliki beberapa aset. tapi melihat gio tak kunjung meliriknya, grace akhirnya pasrah dan menerima keneth menjadi kekasihnya, beberapa bulan pacaran dengan keneth. mereka pun bertunangan.
sejak keneth mengalami PHK dari perusahaannya, dia menjadi pengangguran. grace harus membiayai keneth yang tinggal diapartemen grace. biaya hidupnya semakin bertambah. uang saku yang diberikan gio setiap senin setelah berhubungan, cukup untuk biaya makan mereka berdua. tapi biaya hidup lain sangat berat dinegara maju ini jika mengandalkan gaji grace seorang. tak akan tertutupi.
sekarang tiba tiba gio menikah dengan seorang wanita yang terlihat sangat dia cintai dan memutuskan hubungan biologis dengan grace. grace merasa hidupnya semakin sulit.
tadi dia melihat wanita yang baru diketahui grace sebagai istri gio mendapatkan tanda kepemilikan dari gio yang belum pernah didapatkan oleh wanita manapun. juga ciuman dan kecupan gio berulang kali mendarat dipipi dan kening istrinya penuh kasih sayang.
grace adalah gadis cerdas dan pintar, dia lebih memprioritaskan realita kenyataan hidup harus berjalan meskipun dia sakit hati dan patah hati pada bos-nya
Tadi grace sempat mendengar cia membahas busananya dikantor. bahkan gio tak segan memecat grace demi kenyamanan istrinya.
__ADS_1
"ahh tidak.. aku tak bisa seperti ini. aku harus segera menyusun rencana agar tidak di PHK" batin grace
grace mulai membuat susunan planning yaitu mengubah busananya, berusaha meningkatkan kinerja kerjanya, berusaha tidak membuat istri bos-nya kesal atau marah apalagi tak nyaman akan keberadaannya. lalu memaksimalkan prestasinya untuk perusahaan