
Senin 07:00
SM Law Firm
Jadwal Tuan hari ini:
- "Tuan ada persidangan satu jam lagi, berkas sudah saya email sejak jumat"
- "Jam 11:00 tuan ada jadwal ke kantor polisi bersama nyonya untuk mediasi"
- "Sidang berikutnya jam 13:00 tuan, berkas sudah saya email juga"
- "Jam 16:00 tuan ada jadwal bertemua Tuan Danutirta terkait kasus anaknya yang dijebak Narkoba"
grace membacakan jadwal gio hari ini. gio yang sudah menikmati sarapan lezat istrinya sedang berseri seri "Ayo kita berangkat" ajak gio pada grace, gerry dan fredy. mereka segera melangkah ke parkiran "grace kau bersama gerry saja" grace mengangguk patuh mengikuti mobil gerry
"Kenapa kau ikut dengan kami grace?" tanya fredy "Perintah bos" jawab grace cuek
"aneh , biasa juga kau ikut boss" tanya fredy "jumat kemarin nyonya bos kekantor, kau lihat sendiri, mungkin tak nyaman kalau bos didampingi aku" jawab grace seadanya
"loh nyonya bos?" tanya fredy, grace mengangguk "bos GG?" tanya fredy lagi. grace mengangguk.
"bos menikah dengan kompetitornya?" tanya gerry tak percaya , grace mengangguk
"Istrinya cantik dan sek-si tapi dingin sekali, sama dengan bos, kulkas nikah dengan kulkas hahaha" gery tertawa
"Cuma bagaimana bu bos bisa tak nyaman padamu grace?" tanya fredy "Mungkin bos menjaga kenyamanan istrinya" jawab gerry
****
jam 10:00
Pengadilan negeri kota W
"Congrat boss, kita menang lagi, yess" pekik gerry.. gio merangkulnya keluar pengadilan, grace dan fredy di belakang mereka
drrrttt drrrttt
"Ya Honey"
"....."
__ADS_1
"Kok tau aku menang? kau di pengadilan?" gio berputar kebelakang dan tersenyum manis, tampan sekali . ia langsung mematikan sambungan
"Kamu juga baru sidang disebelah sayang? menang?" tanya gio, cia nengangguk datar "selamat ya" gio mengecup kening istrinya
"Honey kau mengemudi sendiri atau bagaimana?" tanya gio sambil merangkul pinggang istrinya "aku menyetir sendiri hubby" jawab cia dingin
"grace fredy kalian bereskan sisanya disini" perintah gio
"Gerry ikut aku ke kantor polisi, aku bersama istriku" gio menyerahkan kunci mobilnya pada gerry
"Ayo honey, aku ada sidang lagi jam 13:00" ajak gio "sama , aku harus kesini jam 13:00 nanti" jawab cia , gio mengangguk lalu menarik pinggang istrinya menuju parkiran
"Itu bos kita?" tanya gerry , fredy dan grace mengangguk bodoh 🤣
"bos sudah bucin, bisanya kehilangan image dinginnya di pengadilan, sementara istrinya tetap seperti kulkas" sambung fredy
"tapi istrinya cantik sekali, bodynya juga benar angka 8, kualitas terbaik" jawab gerry, fredy setuju.
"kalau jadi boss ,punya istri secantik itu, mungkin aku tidak keluar rumah sebulan , aku kurung istriku itu" lanjut gerry, mereka tertawa
senyum grace pudar melihat seseorang dekat dengan mobil kantor yang mereka pergunakan kepengadilan.
"Sayang, aku dikejar pengawal renternir , mereka akan membunuhku, kumohon berikan aku lima puluh juta atau aku akan mati" pinta hans memelas
"hah, untuk apa lima puluh juta, bukankah kau dirumah saja, kenapa ada urusan dengan mereka? aku tak punya uang, sisa gajiku hanya 5 juta untuk biaya hidup kita sampai akhir bulan. tadi aku membayar angsuran apartemen kita yang kau suruh gadaikan ke bank kemarin" bisik grace
"honey please, aku kalah judi" pinta hans
"sudah gapapa biarkan mereka menghajarmu, nanti aku akan merawatmu, aku benar tak memiliki uang" jawab grace kesal
"GRACE BERANINYA KAU BERKATA BEGITU" bentak hans pada grace sambil menarik paksa tangan grace mengikutinya. saat melewati cia dan gio yang mau masuk ke mobil. cia menatapnya datar.
"Itu boss mu, Tuan Sergio, kau pinjam padanya sekarang, cepat" perintah hans
"Tidak hans, aku tak akan meminjam, hutangku sudah banyak. itu karena kau berjudi. sudah kukatakan biar para mafia itu menghajarmu, aku akan mengobatimu nanti, aku bahkan tak punya apa apalagi setelah kau menggadaikan apartemen dan surat mobilku. semua hasil kerjaku lima tahun kau habiskan dimeja judi" tolak grace
"Boss sergio, grace butuh uang, berikan lima puluh juta, kau bisa memotong gajinya nanti" dengan lantang hans berjalan ke arah cia. gio langsung berputar kearah istrinya dan memeluknya
"Tuan, kau menakuti istriku, aku tak mengenalmu jadi kembalilah dan selesaikan masalah kalian" ucap gio dingin. keadaan mulai ramai penonton
"Hanya lima puluh juta tapi kau tak mau memberikan" bentak hans marah, dia melirik cia
__ADS_1
"wow bos ternyata wanitamu sangat cantik dan ****, nona berikan kami lima puluh juta ya" mata hans menatap genit ke arah cia. cia menatapnya dingin
"Tuan jaga sikapmu, ini istriku, aku tak segan membusukkanmu dipenjara kalau kau mengganggu kenyamanan istriku" tegur gio dengan tegas dan penuh kemarahan
"nona kumohon tolonglah aku" hans menarik lengan cia dan menarik paksa gelang cia lalu lari "hubby itu gelang hadiah pernikahan dari grandmamu" teriak cia panik. ia lebih peduli gelangnya daripada tangannya yang berdarah
gerry, fredy, arabella, dimas menyeret hans kembali karena sejak tadi mereka memang siaga untuk bosnya.
baik gerry, fredy, grace , arabella, dimas memiliki kemampuan bela diri yang baik. karena mereka mendampingi dan melindungi bos mereka yang sering mendapat ancaman dari lawan yang dikalahkan . kejadian pertarungan bukan hanya sekali
"mana gelangku?" tanya cia. ternyata hans melemparkan ke sekolompok preman bayaran renternir di luar pagar pengadilan
"disana, ambillah kalau kau berani" ledek hans , anak buah gio dan cia yang tadi mengurus dokumen kemenangan dipersidangan berdatangan.
"Tolong tahan orang ini, aku ada urusan" perintah gio. ia segera keluar pagar menghampiri lima preman disana , cia, gerry, fredy, grace, dimas, arabella mengikuti mereka
"Kembalikan gelang istriku yang dirampas pria tadi Tuan" pinta gio pada preman itu.
"Memangnya kau siapa ha?" ledek preman itu tertawa. gerry dimas fredy segera maju
"namaku brandon sergio martinez, kuharap segera kembalikan gelang istriku tuan" kata gio sambil memeluk istrinya
"wow istrimu sangat cantik bos" preman itu menatap genit pada cia dan mau menyentuh cia
BRAKKKK
cia menendang dada preman itu, memberikan beberapa bogem di pelipis dan rahangnya. terakhir cia mendaratkan sikunya ke tengkorak kepala sipreman, satu gerakan preman itu dibanting cia dengan kondisi akhir, lengannya dikunci dan diplintir oleh cia. terdengar teriakan pilu dari mulut si preman.
Dimas dan arabella hanya tertawa "Kasihan deh lu" ledek mereka kepada orang yang dihajar cia
empat preman lainnya yang sudah terkapar duluan dihajar oleh gerry, fredy, arabella, dimas
gio, grace, gerry, fredy menelan ludah mereka dengan susah payah melihat aksi cia dan arabella.
"Hubby, dia nakal, aku menggelitikinya sedikit" Cia mengadu dengan wajah datar saat kembali ke pelukan suaminya. Gio menatapnya intens, hati gio gemas sekali
"Kamu nakal sekali honey, aku akan menghukummu dirumah nanti" kata gio "Tunggulah sebentar , aku meminta gelang pemberian grandma"
gerry, fredy, grace menatap tak percaya , gadis mungil itu menghajar kepala preman sampai babak belur, dan dia mengadu pada suaminya seolah dia gadis tak berdosa. mereka saling bertatapan
__ADS_1