Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
bab 10 - pulang ke kota W


__ADS_3

sampai di villa zevron waktu sudah menunjukkan pukul 19:00, zevron dan audi makan malam bersama Gio dan Cia. setelahnya mereka meminta menantu dan putra mereka istirahat sebab mereka harus kebandara dini hari.


Sampai dikamar, Cia menyusun semua barang bawaan miliknya didalam sebuah kardus besar. setelah semua rapi. ia mengambil koper kecil suaminya dan menyusun perlengkapan suaminya. Cia meminggirkan barang bawaan mereka disamping sofa


"Di walk in closet banyak koper kenapa memakai kardus?" tanya gio


"Di apartemenku banyak koper, kalau pakai kardus, setelah tiba tinggal dibuang, tidak perlu penambahan koper memenuhi ruangan nanti" jawab cia. gio mengangguk


akhirnya urusan packing kelar semua. sepasang baju gio dan cia yang mau dikenakan besok sudah berada di sofa. mereka segera berbaring di ranjang


"aku sangat menginginkanmu, setelah ini aku harus berpisah tiga hari denganmu, boleh aku meminta hakku?" tanya gio. cia yang sudah mulai masuk ke alam mimpi diam saja. gio tak mau melepasnya. ia kembali mengganggu istrinya sampai akhirnya mereka bertarung dua babak baru gio melepaskan istri kecilnya


***


Jam 03:00


Cia bangun dan membersihkan diri ke bathroom. ia merasakan sesuatu mengalir dari intinya. ia segera keluar mengambil pembalut di handbagnya. setelah membersihkan diri ia memulai ritual doa paginya lebih awal.


setelah semua rapi. ia pun mendorong barang bawaan keluar kamar. lalu turun ke bawah meminta supir memasukkan barang barang ke bagasi mobil.


tampak mertuanya sedang menyiapkan sarapan, ia menyapa sesaat mertuanya lalu kembali kekamar membangunkan suaminya


"Hubby bangunlah, kita harus segera ke bandara, mama menunggu kita sarapan bersama" panggil cia .


gio segera bangun. meneguk air mineral di atas nakas. dan menyesap kopinya. setelah arwahnya ngumpul kembali. gio masuk ke bathroom membersihkan diri dan keluar lagi mengenakan pakaian yang sudah disediakan istrinya disofa. ia tersenyum bahagia.


"loh mana barang barang kita?" tanyanya


"tadi sudah diangkat supir ke mobil. ayo turun sarapan" ajak cia sambil meletakkan pakaian kotor ke keranjang pakaian kotor


mereka pun turun kebawah bergabung dengan zev dan audi menyelesaikan sarapan mereka pagi itu. usai sarapan empat orang itu saling berpelukan. sampai gio dan cia masuk ke mobil. baru dua orangtua mereka kembali beristirahat


***

__ADS_1


Jam 04:30


Lounge bisnis class


Gio dan Cia duduk di sofa sambil memeriksa ipad mereka. mereka mulai sibuk dengan jadwal mereka


"Honey. Aku langsung kekantor dari bandara nanti. kau juga langsung ke kantor?" tanya gio


"Aku akan kembali ke apartemen, tadi pagi aku datang bulan, hari pertama datang bulan aku selalu tak enak badan, aku istirahat hari ini. besok aku mulai kekantor" jawab cia.


"supir akan mengantarmu pulang"


"tak perlu.. temanku akan menjemput dan mengantarku ke apartemen" jawab cia


"siapa? jeremy?" tanya gio menatap tajam istrinya . cia mengangguk. gio menghela nafas berat. ia mengusap wajahnya kasar


ia berusaha tidak menyakiti istrinya lagi apalagi istrinya sedang datang bulan, bisa bisa istrinya merasa semakin tertekan , sementara tugasnya sebagai suami adalah memberi kenyamanan pada istrinya


sampai pesawat, gio meletakkan kedua tas laptop mereka dikabin. koper mereka sudah masuk bagasi pesawat bersama kardus belanjaan cia


Cia segera memejamkan mata, ia ngantuk sekali. gio nemeluknya dan membiarkan cia tidur didadanya. mereka berdua tidur bersama sama


"Honey bangunlah, lima belas menit lagi pesawat mendarat" panggil gio lembut pada istrinya. akhirnya istri kecilnya itu bangun dan merapikan penampilannya


"aku tak bisa nenjagamu selama tiga hari, jaga diri baik baik ya, lusa datang kekantorku untuk mediasi jam 16:00" pesan gio. cia mengangguk


pesawat mendarat , mereka turun dari pesawat dan mengambil bagasi mereka masing masing lalu berjalan ke pintu keluar


jeremy menanti cia penuh kerinduan, gio bisa melihat tatapan penuh cinta pria itu pada istrinya. ia kesal sekali tapi ia sudah berjanji pada istrinya untuk memberinya tiga hari menyelesaikan masalah priabadi dengan teman pria nya.


jeremi mengambil alih barang bawaan gadis kecil itu, dan mengusap puncak kepala cia lalu merangkul bahu cia menuju ke mobilnya . sungguh gio ingin sekali menggendong istrinya dan mengurungnya dikamar mereka tapi gio menahan diri


"Tuan kita kembali sekarang?" tanya supir pribadi gio, gio mengangguk. supir mendorong koper gio dan memasukkan ke bagasi mobil lalu mengantarnya ke kantor

__ADS_1


"Pagi Tuan, semua dokumen sudah saya letakkan di meja anda" lapor grace, gio mengangguk "Selamat atas pernikahan anda tuan" grace menjulurkan tangan sambil tersenyum. gio menjabat tangan sekprinya itu "Terima kasih grace" jawabnya datar lalu masuk keruangannya


grace menatap punggung kekar itu, rasanya ada yang hilang dalam hatinya, dia sedih mendengar bosnya memutuskan hubungan dengannya. lebih sedih lagi mendengar bosnya sudah menikah . tapi mau bagaimana lagi


***


Gio yang beberapa hari ini terbiasa dilayani istrinya, tiba tiba berpisah sesaat dengan istrinya, ia merasa ada yang hilang dalam hidupnya. ia tak terbiasa tak ada istrinya disisinya . secara tak sadar ia sudah bergantung pada istrinya


biasanya tiap dia duduk dimeja kerja, kopi dan makanan ringan sudah disediakan istrinya, kali ini hanya kopi buatan orang lain dimejanya berasa biasa biasa saja. dia rindu dengan istrinya


ia segera menelpon istrinya "honey bagaimana keadaanmu? sudah baikan? sudah tiba diapartemen?" tanyanya


"aku sekarang berada di pusat perbelanjaan membeli beberapa bahan makanan, sehabis makan aku segera pulang" jawab cia


"love.. kau ingin beli obat pereda nyeri perutmu?"


gio mendengar suara jeremy yang penuh kasih sayang pada istrinya, gio mendadak emosi


"Alicia Gravia Martinez, pulang sekarang juga, jika dalam tiga puluh menit kau tak menghubungiku dan mengatakan kau sudah di rumah, aku akan tiba diapartemenmu"


" kirim pesan padaku, apa yang kau butuhkan aku akan meminta anak buahku mengirim ke apartemenmu, termasuk makan siang" tekan gio


"aku pulang sekarang jeremy"


"ada apa love? hei.. " terdengar suara jeremy ditelinga gio


PRANKKK


gio memutuskan sambungan telepon, lalu melemparkan cangkir kopi di mejanya ke lantai


grace masuk ke ruangan bossnya, dan tercengang melihat kelakuan boss-nya yang tak biasa. biasanya dia selalu dingin dan tenang tak pernah meledak seperti ini. ia segera memanggil OB membersihkan ruangan boss-nya .


__ADS_1


__ADS_2