
Cia merasakan kram dipinggangnya. ia tak dapat bangkit dari kursinya . cia meringis kesakitan
"kenapa? kau kenapa? mana yang sakit? aku memanggil dokter sekarang" gio panik .
"aku tak apa. angkat dulu kedua lenganku supaya aku bisa berdiri " pinta cia sambil meringis
gio berdiri dibelakang cia dan mengangkat dengan dua lengannya dimasukkan melalui ketiak cia lalu mengangkat istri mungilnya. setelah berhasul berdiri ia menggendong istrinya kekamar
"tidurlah, masih ada waktu" katanya khawatir , cia beranjak keluar kamar "kenapa?" tanya gio menahan tangan cia
"makanan dan minumanku ketinggalan dimeja"
"aku akan mengambilnya. kumohon kau tiduranlah, aku segera membawanya" ucap gio. cia segera merebahkan dirinya , gio kembali membawa bungkusan cia. cia mengambil minuman yoghurtnya dua pack dan meminumnya
lalu kembali mau duduk, "kau kenapa?" tanya gio lagi "mau memasukkan ke kulkas" jawab cia
"aku akan menyusunnya di kulkas, kau tidurlah" gio segera membawa barang barang cia ke kulkas dan menyusunnya, ia tak sadar cia di belakangnya "wow ada sari sunkis, aku mau" kata cia .
"aku membelinya untukmu, smua yang kau sukai ada disini.. pilihlah maumu"
"tidak sekarang aku kenyang, aku mau berbaring" jawab cia. mood bumil berubah ubah, sebentar mau minum sebentar mau tidur
cia membaringkan tubuhnya, ia gelisah dan bolak balik dikasur. ia ingin suaminya mengelus perutnya tapi ia gengsi dan tak mau memberitau suaminya dia hamil
gio yang sudah menyusun barang cia ke kulkas segera bangkit menatap istrinya yang gelisah. gio ke walk in closet mengambil gaun tidur yang baru dibelinya untuk cia
"kau kenapa?" tanyanya "gantilah pakaianmu dulu supaya kau nyaman tidur "
gio mendudukkan istrinya dan melepaskan dressnya serta kacamata spesial istrinya. lalu mengenakan gaun tidurnya dari atas. wajah cia merona, gio tak peduli, ia hanya mau istrinya nyaman.
__ADS_1
setelah berpakaian tidur. cia nampak masih gelisah dalam selimut. gio menyusul kedalam selimut. "kau kenapa hum? mana yang tak nyaman?" tanyanya
"Hmm maukah.. maukah kau mengusap.. per.. eh punggungku" tanya cia perlahan. gio mengangguk. dan berbaring. ia memasukkan tangan dari bawah gaun lalu mengelus perut istrinya. cia merasa damai sekali
"anak nakal, kamu bekerjasama dengan daddymu menyiksa mami hah?" batinnya sambil memegang perutnya yang rata
Gio mulai mengusap perut cia perlahan. cia merasakan sangat nyaman. tapi tangan besar itu membuatnya terpancing dan ingin merasakan lebih .
"disini juga nyeri" cia menunjukkan twin besarnya. gio mengusap kearah yang di tunjuk. tak ada pikiran apapun dalam otak gio. sebab ia khawatir bayinya. cia mulai bersuara aneh. gio memejamkan matanya mau tidur sebentar.
cia berbalik dan memutar mutarkan jari di roti sobek suaminya "Tidurlah, aku tak mau kau sakit sayang" ucapnya pada istrinya lalu kembali memejamkan mata.
tangan cia mulai bermain main dengan sosisnya. cia turun kebawah memanjakan dibawah sana. gio menggeram. dia mulai terpancing.
"sayang aku takut menyakitimu" lirih gio. cia tak peduli. dia masih bermain dibawah sana. gio tak tahan lagi. dia bangkit melepaskan seluruh benang di tubuhnya. menyerang istri kecilnya itu perlahan.
"lebih cepat.." pinta cia
cia tak terima. dia mendorong suaminya dan pindah keatas . gio menahan pinggulnya "pelanlah aku tak kuat bermain cepat hari ini" ucap gio memohon. cia memgangguk dia melakukan dengan pelan sampai akhirnya mereka berteriak bersama sama .
cia memeluk suaminya dan merebahkan kepala di dada bidang itu. dia menetralkan nafasnya sesaat. tak lama ia kembali bergerak makin lama makin cepat, karena belum puas.
"sayang.. pelan pelan ya.. aku tak mau melukaimu, aku hari ini ingin pelan pelan" pinta gio. cia ingat dirinya sedang hamil tak boleh main terlalu berlebihan. cia memperpelan gerakannya. gio merasa tenang melihat istrinya menurutinya
sampai akhirnya mereka berteriak kedua kalinya. cia roboh dipelukan suaminya. gio mengelus punggung mungil itu dengan kasih sayang
sepuluh menit kemudian , tampak cia mulai bergerak lagi. jantung gio berdebar debar. apakah gara gara hormon bumil, istrinya tak puas padanya daritadi. tapi dia juga berusaha mengendalikan diri demi bayinya. gio membalik tubuh istrinya dan memimpin pertarungan. ia menambah sedikit kecepatan supaya istrinya bisa merasa puas. cia meracau.
setengah jam kemudian. gio berusaha keras bisa mencapai puncak karena tak mau bermain lama, masih saja teringat anaknya . akhirnya mereka berteriak bersamaan
__ADS_1
gio menggendong istrinya ke bath up dan membuka air hangat. ia mengambil aromatherapi untuk bumil berendam. lalu meneteskan disana.
cia merasa sangat relax. habis berendam tak ada kelelahan di tubuhnya. gio menggendongnya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk. lalu ke walk in closet mengambil gaun terusan untuk istrinya lalu membantu mengenakannya
ukurannya pas sekali, bahkan bra yang dipergunakan juga pas sekali untuk cia. cia berbaring tapi mulai mengusap dada gio.
"sejam lagi papa papi tiba. mau berangkat sekarang?" tawar gio berusaha mengalihkan perhatian bumil . cia langsung ingat orangtuanya
"ah benar. aku mau berdandan dulu sebentar" ucap cia.
"Tidak, kosmetik banyak bahan kimia, kau sudah cantik jangan berdandan, ayo rapikan rambutmu lalu kita ke bandara" ajaknya cepat
cia merasa heran dengan sikap suaminya. apakah karena berat badannya naik, suaminya tak berselera lagi padanya. ia merasa sedih. setelah membawa bberapa minuman di kulkas. ia mengambil tas dengan mata berkaca kaca keluar kamar . gio menahannya
"Kau kenapa?" tanya gio hati hati . cia hanya diam melanjutkan langkahnya. tapi gio menariknya duduk dipangkuannya.
"Katakan dulu ada apa sayang?" tanya gio. cia meneteskan air matanya. gio semakin bingung
"Karena aku gendut, beratku bertambah, kau tak berselera lagi padaku kan, biasanya bahkan kau yang memintanya sampai lima kali" todong cia. gio mendelik tak percaya kata kata istrinya.
gio tak bisa menyebut kehamilan istrinya sekarang, bisa bisa dia langsung ngamuk dan meninggalkan gio. haruslah ia menunggu sampai orangtuanya tiba baru bisa bicara baik baik
"sayang, selama kau pergi, aku makan tidur tak baik, aku ke dokter. dokter meminta jangan memicu jantung terlalu extreme, jadi aku tadi mengurangi ritme supaya jantungku tak berpacu terlalu cepat" alasan gio yang terpikir hanya itu
"astaga jadi bagaimana keadaan jantungmu sekarang?" tanya cia khawatir. ia tak mau anaknya jadi anak yatim
"jantungku akan baik baik saja kalau aku makan tidur dengan baik, memasaklah untukku tiap hari agar aku cepat pulih" cia mengangguk
"satu lagi, dulu aku selalu bilang kau terlalu mungil, kau sekarang makin berisi aku malah semakin berselera, bila bertambah lagi, akan pas dengan posturmu, makanlah lebih banyak, supaya aku semakin semangat menggempurmu" bisik gio
__ADS_1
"benarkah?" tanya cia "ya kau semakin membuatku selalu ingin menyentuhmu terutama ini" gio menunjuk twin. cia menyeka airmatanya
"ayo kita ke bandara" ajak cia bersemangat. gio menghembuskan nafas lega. untung tak membuat istrinya stress "ayo"