Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 17 - kemarahan gio


__ADS_3

"Bro.. mana gelang istriku?" tanya gio pada kepala preman itu , kepala preman itu tak berniat menjawab apalagi menyerahkan gelang cia


BUGHH


BUGHH


BRAKKK


dua bogem mentah dan tambahan satu tendangan di dada kepala preman itu, membuat kepala preman itu langsung menyemburkan darah segar dari mulutnya , dan langsung terhempas ke aspal. raungan terdengar dari mulutnya menahan sakit. ia segera merogoh kantongnya dan melemparkan ke aspal.


arabella dengan cepat mengambil gelang itu dan menyerahkan pada gio. "Ini gelangmu sayang?" tanya gio. cia memeriksa gelangnya dan mengangguk


"tapi kaitannya putus, tak dapat kupakai" cia mengadu sedih, "aku akan menjewer pria satunya dulu, sudah merusak gelang pemberian grandma" cia mau mencari hans untuk dipukuli , gio menahan pinggangnya menatapnya intens lalu mengantongi gelang istrinya


"Aku akan memperbaikinya untukmu nanti, kau jangan memukul orang lagi, aku belum menghukummu atas kejadian tadi, kau sudah mau memukul orang lagi honey. hukumanmu dua kali lipat setelah ini" ucap gio. cia mencebik


"Bawa hans kesini fredy" perintah gio . fredy menyeret hans kehadapan gio


"nyali apa yang kau miliki sampai melukai istriku?" tanya gio dingin "Tuan kumohon maafkan aku"


BUGHH BUGHHH BRAKK


dua bogeman di kepala hans, dan satu tendangan mendarat didada hans, semburan darah segar dari mulut hans mengejutkan dimas


"Lain kali sebelum melukai seseorang, periksa dulu siapa suaminya" pesan gio


fredy kembali menyeret hans ke arah gio. gio melemparkan hans ke arah lima preman itu


"Hans yang berjudi dan berhutang, kalian silahkan berurusan dengan hans, jangan ganggu orang lain terutama istriku, kali ini kalian aku ampuni tapi lain kali aku akan menyiksa kalian sampai kalian memilih mati. hans ku kembalikan pada kalian, dia wajib mempertanggung jawabkan sendiri hutangnya pada boss mu. silahkan bawa dia"


"Tuan jangan tuan, aku bisa mati, kumohon tolong aku tuan" Teriak hans tapi gio sudah pergi bersama yang lain. hans di tahan oleh empat preman itu

__ADS_1


"Kita ke kantor polisi ya" ajak gio, cia mengangguk . gio mengemudikan mobil cia menuju kantor polisi


**


"Tuan Smith, ada yang ingin saya tanyakan beberapa hal pada anda, apakah anda masih menginginkan rumah tangga anda?" tanya cia dingin


"Sejak awal pernikahan saya sangat mencintai istri saya, bahkan sampai sekarang perasaan itu masih sama, cuma ucapan kasar dan hinaan istri saya didepan anak anak , membuat saya kehilangan harga diri, sampai saya merasa lelah, saya kerap meminta hak saya , selalu di tolak karena istri saya memelihara pria muda"


"untuk memenuhi kebutuhan biologis terpaksa saya memakai jasa psk, tiap saya pulang segala hinaan yang saya dapat sampai saya khilaf melakukan kdrt kepada istri saya yang sudah keterlaluan, kali ini bisnis saya bangkrut saya tidak masalah, cuma saya tak mau harta anak saya untuk masa depan mereka habis untuk brondong istri saya"


"tapi kalau memang ada kesempatan memiliki rumah tangga bahagia, saya bersedia mengulang kembali menjalin rumah tangga bersama istri dan anak anak saya" tutup yuan smith.


gio dan cia berpikir sejenak.


"sebutkan poin yang anda inginkan dalam rumah tangga anda bila berhasil rujuk, saya akan merekamnya dan meminta asisten saya membuat perjanjian yang diajukan pada istri anda tuan"


tuan smith menyampaikan keinginan dalam menjalin rumah tangganya kelak. cia merekamnya.


Gio dan cia segera kembali ke pengadilan mengurus persidangan klien mereka. diperjalanan mereka hanya diam dengan pikiran masing masing


"rumah tangga yang kacau, suami istri selingkuh, korbannya anak anak" ucap gio


"Hubby.. apakah boleh sementara kita begini saja , aku belum siap memiliki anak" tanya cia ragu


"Aku sangat menginginkan anak" jawab gio singkat "aku sudah mengingatkanmu untuk jangan memakai perasaan pribadi menangani kasus"


"hubby aku tak ingin suatu hari kita berpisah, anak kita menjadi korban"


"kita tak akan berpisah, dikeluarga kita tak ada perpisahan" potong gio


"sifat kita berbeda, aku memiliki keyakinan, suatu hari nanti kita akan berpisah, mengingat sifat kita bertolak belakang. kau sangat suka berteriak dan membentak, aku tidak bisa menerima hal hal seperti itu, kupastikan kalau kau ulangi, aku akan pergi"

__ADS_1


"aku tak akan membiarkanmu pergi dari hidupku" jawab gio "apa yang terjadi sebelumnya aku minta maaf, ya kita berbeda, tujuan orang menikah adalah menjadikan perbedaan menjadi saling melengkapi kekurangan satu sama lain"


"jangan banyak berpikir, anak kita akan baik baik saja dan memiliki keluarga yang lengkap" tutup gio.


mereka kembali kepengadilan dan menghadapi persidangan sampai jam 15:00, kemenangan masih ditangan mereka berdua, grace, gerry, fredy, arabella, dimas semua saling menyelamati. tak terasa anak buah dua pengacara terkenal itu malah jadi kompak


"Honey kembali ke kantor? Aku ada pertemuan dengan klien, kalau honey sudah selesai lebih baik temani aku ketemu klien, lalu kita pulang bersama" tawar gio


"Aku ada pertemuan juga dengan klien hubby, jam 16:00 di restoran grandy jadi darisini aku langsung kesana" lapor cia


"Ekhmm.. nyonya bos , maaf interupsi, pertemuan tuan selanjutnya juga di restoran grandy jam 16:00" lapor grace


"Ya sudah kita pergi bersama honey" ajak gio , cia mengangguk


mereka bertujuh segera berangkat ke restoran grandy. dimas dan arabella menemani bos-nya di ruangan vvip rose, sementara team gio menemani bos mereka di ruang vvip lily


jam 17:00 meeting mereka selesai , mereka berkumpul kembali di luar ruangan vvip.


"Loh jadi berkumpul disini tuan sergio" tanya tuan danutirta pada gio


"Kebetulan tadi istri saya ada meeting dengan kliennya disini juga tuan" jawab gio datar


"Nona Gravia ini istri anda tuan?" tanya danutirta mengerutkan kening "Ya benar, ada apa tuan?" tanya gio


"Saya kira nona gravia calon istri tuan dawson, nona gravia biasanya bersikap dingin pada siapapun, hanya nau bicara dengan tuan dawson saja.dan kalau ada kepertemuan acara resmi apapun, tuan dawson selalu didampingi nona gravia" danutirta menjelaskan


"Tuan Dawson adalah sahabat saya sejak kecil, kami tumbuh di desa yang sama, jadi sangat akrab sampai dewasa. untuk menghindari wanita yang membuatnya tak nyaman, Tuan dawson biasa mengajak saya pergi ke acara tertentu. Tapi Tuan Sergia adalah suami saya" Gravia menjelaskan panjang lebar supaya tidak bertengkar lagi dengan suaminya saat pulang nanti


Muka Gio langsung datar


"Beruntung sekali Tuan Sergio memiliki istri secantik anda nona gravia" puji danutirta "Saya yang beruntung mempunyai suami setampan Suami saya" balas cia sopan. danutirta pun segera pamitan

__ADS_1



__ADS_2