Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin

Pengacara Arogant Vs Pengacara Dingin
Bab 18 - ikut sarapan nasi


__ADS_3

Gio pulang bersama cia, dalam perjalanan ia diam saja. Cia menganggap sikapnya kekanakan, selalu marah karena masa lalu. biasanya wanita yang suka memperpanjang masa lalu ini malah sebaliknya


"Kau tak bisa keluar lagi dengan Jeremy" tegur gio , cia hanya mengangguk"Aku cemburu"


"hubby.. jeremy adalah sahabatku baik dulu atau sekarang, kalau aku menyukainya sudah sejak dulu kami bersama , realitanya tak pernah ada hubungan khusus antara kami berdua"


"baiklah maafkan aku" ucap gio, cia hanya mengangguk. gio tak mau berjauhan dengan istrinya lagi , baik di rumah maupun bekerja. ia berusaha istrinya selalu dekat dengannya


"Honey ada yang mau aku bicarakan sedikit mengenai pekerjaan kita. Aku sudah membeli gedung perusahaan disebelah kantorku, aku menjadikannya hadiah pernikahan kita untukmu. Maukah kamu memindahkan kantor honey ke sebelah kantorku?"


"Mengenai kantor honey yang sekarang, biarlah aku membelinya, aku berencana mau membuka lembaga pendidikan hukum disana"


"Aku sudah nyaman dengan kantorku saat ini" jawab cia datar


"Tapi aku lebih nyaman kalau istriku dekat denganku, apalagi saat kau hamil nanti, aku akan mudah menjagamu" tawar gio


"Aku belum memikirkannya" jawab cia "baiklah kau pikirkan dulu, beberapa hari lagi akan kita bicarakan lagi" tutup gio


"Mengenai grace, aku melihat situasinya tidak kondusive. semua asetnya sudah dihabiskan tunangannya, aku memiliki pemikiran untuknya, coba honey dengarkan pendapatku bagaimana baiknya, aku bicarakan ini sebagai komunikasi suami istri, kalau honey keberatan atas pemikiranku nantinya, honey bisa menolaknya"


"Pikiran pertamaku, menikahkan mereka dan meminjamkan modal untuk hidup baru dikota lain supaya mereka bisa membuka kantor sendiri.. pemikiran kedua aku memindahkan grace ke kantor cabangku di kota Y dan biar dia mulai hidup baru tanpa hans karena tadi aku mendengar ucapannya pada fredy dan gerry, ia mau memutuskan pertunangannya"


"terserah hubby" jawab cia cuek, gio menghela nafas berat. istrinya bahkan tak peduli tentangnya


"Besok aku akan bicara dengan grace, tapi harus didampingi istriku" putus gio akhirnya, cia hanya mengedikkan bahu


sesamapai di villa mewah mereka , cia segera turun mobil, terlihat mobil sport mewah milik suaminya sudah diantar gerry.


cia masuk kekamar utama bersama gio, ia mencuci tangannya dan melepaskan blazer menuju dapur. menyediakan pakaiannya dan pakaian suaminya disofa. cia turun kedapur membuat segelas jus semangka dan meletakkan disamping gio dikamar


cia mulai mempersiapkan makan malam.

__ADS_1


Cia memutuskan membuat lasagna sapi dan potato ring untuk suaminya, ia juga membuat gindara teriyaki dan sup macaroni untuk dirinya sendiri. ia menambah porsi makanannya, kalau kalau nanti suaminya menginginkan makanannya.


cia memotong dadu kecil apel, pir, lalu memotong anggur dan strawbery kedalam sebuah teko kecil. sisanya cia menuangkan air jeruk peras kedalam ceret, memberi es batu dan menyimpannya dalam kulkas


Masakan selesai, cia kembali kekamar terlihat gio sudah segar dan duduk dimeja kerja sibuk dengan laptopnya, cia langsung membersihkan diri, usai mandi ia mengajak gio makan malam bersama


"Hubby.. makan malam sudah disiapkan, ayo makan" gio yang menatap laptopnya segera mematikan laptop dan mengikuti istrinya turun keruang makan.


gio melihat dihadapannya lasagna sapi dan potato ring. ia melirik makanan istrinya, "honey aku mau makananmu" cia segera mengambil porsi suaminya yang sudah ia sediakan . gio menghabiskan lasagna dan potato ring ditambah gindara teriyaki dan sup macaroni yang disediakan istrinya sampai habis.


setelah mereka menghabiskan makan malam mereka, cia menuangkan juice aneka buah kedalam gelas dan memberikan pada suaminya. gio menghabiskan minumannya dengan cepat


"honey bila pagi, aku ingin sarapan nasi juga seperti dirimu" cia mengangguk .


tepat jam 19:30 mereka kembali kekamar, gio kembali berkutat dengan laptopnya, cia segera menukar pakaiannya dengan gaun tidur dan meletakkan piyama suaminya di sofa.


cia mengambil ipad di tas dan menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang, mulai memeriksa dan membalas email penting. pekerjaannya selesai dia memeriksa ponselnya dan membalas pesan lalu mencharge semua gadgetnya. matanya serasa tak bisa diajak kompromi, ia pun segera tertidur padahal waktu masih menunjukkan pukul 20:00.


jam dua belas malam, gio sudah menyelesaikan pekerjaannya, setelah mengenakan piyamanya, gio mematikan lampu utama menyisakan lampu tidur. ia bergabung dengan istrinya di dalam selimut. menarik tubuh mungil itu dan memeluknya.


gio semakin bersemangat , saat ia menusuk istrinya perlahan, istrinya terbangun dan membuka matanya. "hubby aku ngantuk" lirihnya perlahan. "tidurlah, biar aku yang bekerja" gio kembali menusuk istrinya, awalnya perlahan semakin lama semakin cepat, teriakan istrinya membuat gio menyunggingkan senyum. dalam satu setengah jam, gio menyelesaikan olahraganya. mereka berdua berteriak nama mereka bersamaan. gio menyiramkan mozarellanya didalam sawah cia sepenuhnya.


gio roboh seketika. "Terima kasih honey, kau indah sekali" bisiknya, cia mengangguk dan memejamkan matanya


tak lama ia kembali menggerakkan tubuhnya. cia melotot. "hubby aku lelah" rengeknya. "aku yang bekerja, kau tidur saja" bisik gio. bukannya tidur cia malah meracau. sampai akhirnya dalam satu jam lebih mereka pun berteriak nama mereka dan lagi lagi, gio menyiram mozarellanya didalam sawah cia gio pun roboh seketika


sebenarnya gio masih ingin melanjutkan olahraganya karena hampir seminggu dia puasa, secara mereka pengantin baru. tapi tak tega melihat istrinya sudah lemas. ia pun segera menggendong istrinya membersihkan sisa percintaan mereka ke bath room. usai membersihkan diri dan mengeringkan tubuh istrinya dengan handuk. ia menggendong kembali tubuh mungil wanitanya ke ranjang.


gio memejamkam mata dengan senyuman.


***

__ADS_1


jam 4:30 alarm ponsel cia berbunyi, susah payah membuka matanya. cia mematikan alarmnya. ia menggeser tangan besar diperutnya dan beranjak ke walk in closet, badannya serasa remuk semua. ia meletakkan pakaian suaminya disofa dan segera membersihkan diri.


cia memilih berendam selama dua puluh menit dengan aromatherapi yang disediakan suami nakalnya itu. setelah berendam badannya terasa lebih nyaman. ia pun menjalankan ritual doa paginya.


cia turun ke dapur, membuatkan sarapan, nasi dengan sup daging ikan , udang goreng saus telur asin. setelah selesai dia kembali kekamar membawa secangkir kopi dan sebotol air mineral. ia letakkan di nakas samping suaminya


suaminya tak ada diranjang, tapi ada gemericik air dari arah kamar mandi, gio sedang mandi gumamnya


cia bersiap siap memakai pakaian kerjanya, ketika duduk dimeja rias. ia melihat stempel dari suaminya disekujur tubuhnya mulai leher sampai perut.


cia menghembuskan nafas kasar. ia kembali ke walk in closet mengambil kemeja dengan kerah tinggi dan berpita menutupi lehernya. mengenakan celana panjang dan blazer hitam sambil mendumel sendirian. mengaplikasikan bedak serta lipbalm di bibir mungilnya.


suami nakalnya keluar dari kamar mandi , cia memalingkan wajahnya melihat suaminya hanya dibalut handuk kecil dipinggangnya.


CUPP


"Morning kiss honey" sosor gio


"pakaianlah hubby, lalu sarapan, aku ada sidang pagi"


gio segera menyesap kopinya yang sudah hangat. dan mengenakan pakaiannya. setelah rapi ia menyerahkan dasi pada istrinya yang mukanya sangat masam. cia menerima dasi itu


"merunduklah" gio sedikit merunduk. cia memasang dasi suaminya dengan rapi. gio mengecup kening istrinya


"kenapa pagi pagi berwajah masam humm? apa tadi malam jatahnya kurang?" tanya gio heran


"badanku bahkan serasa remuk semua akibat ulahmu, lihat ini hasil perbuatanmu" cia menarik sedikit kerah lehernya. gio terbahak bahak , cia mencebik lalu keluar kamar menuju ruang makan dengan membawa tasnya. gio juga membawa tasnya dan mengikuti istrinya


hidangan lezat terpampang di depan gio.


"Hubby kamu mau nasinya banyak atau sedikit?" tanya cia. "Sedang" jawabnya. cia mengambilkan nasi secukupnya untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri. mereka makan dengan tenang. "Honey tambahkan nasinya sedikit" pintanya. cia segera menambahkan sedikit nasi dipiring suaminya.

__ADS_1


sarapan mereka selesai, mereka bersiap berangkat kerja. gio memeluknya "Honey maafkan aku terlalu bersemangat tadi malam karena baru buka puasa , aku tak sadar membuat tanda dilehermu, lain kali aku membuatnya di tempat tertutup" gio mengecup keningnya. cia mengangguk "honey lihat ini" gio menarik turun kerah lehernya. wajah cia merona


"maafkan aku, aku bahkan tak sadar membuat tanda itu" gio tergelak. "ayo berangkat, aku ada meeting pagi ini" ajak gio. mereka pun segera berangkat kerja


__ADS_2