
supir melajukan mobil menuju restoran chinese food di area china town. mereka pun segera memasuki ruangan vip. sampai ruangan vip. cia segera kekamar mandi menumpahkan isi perutnya sampai lemas.. ia menangis sendirian didalam karena sakit hati dibentak suaminya tanpa sengaja. setelah menenangkan diri beberapa saat ia segera bangkit dan membasuh wajahnya. lalu keluar kamar mandi
cia terkejut saat membuka pintu kamar mandi ada suaminya disana menatapnya khawatir "honey.. kau baik baik saja?"
"Aku baik baik saja" jawabnya dingin
"Maafkan aku, tadi aku tak se.."
"tak masalah.. sejak awal kita memang menikah karena dipaksa, hubungan seperti ini tak akan berlangsung lama" jawab cia dingin lalu meninggalkan suaminya.
gio terluka mendengar ucapan istrinya langsung emosi dan mengepalkan dua tangannya. ia segera membasuh wajahnya meredakan emosi
mereka berdua sudah bergabung dengan orangtua mereka. keluarga itu tampak bahagia mendengar perihal cucu kembar mereka
"Brandon apakah sudah membuat design untuk villa?" tanya gabriel antusias
"Pih.. villanya tak usah dulu ya" ucap cia tegas. semua mata menatapnya
"Kenapa?" tanya gabriel.
"cia belum merasa nyaman di komplex itu, cia rasa kapan kapan saja. nanti kalau cia menginginkannya, cia akan memberitau papih" jawab cia dingin. gio terkejut
usai makan malam mereka segera kembali ke villa gio untuk beristirahat.
"Papi malam ini cia ingin tidur bersama papi, cia rindu papi mami" pintanya. gabriel menatapnya intens.
__ADS_1
"papi lama berpisah dengan mami dan merindukan mami, tidurlah dengan suamimu" perintah gab tegas. akhirnya cia mengangguk pasrah. gio yang kesal hanya mengepalkan tangan menahan emosi . akhirnya mereka kembali kekamar masing masing
cia masuk ke walk in closet menyediakan pakaian suaminya dan pakaiannya. setelah meletakkan pakaian suaminya. ia segera membersihkan diri di kamar mandi. usai mandi ia segera masuk kedalam selimut dan memejamkan matanya.
tak lama perutnya serasa di kocok kocok. ia segera berlari kekamar mandi. gio mengejarnya dan berteriak "pelanlah jangan berlari" cia terkejut dan berhenti lalu berjalan ke kamar mandi. ia mengeluarkan semua isi perutnya sampai lemas sekali.
gio mencoba memapahnya tapi ia menepiskan tangan gio. gio mematung. setelah merasa agak tenang cia mencoba berdiri. gio tetap membantunya. setelah berhasil berdiri ia membasuh wajah dan menyikat gigi. gio langsung mengangkatnya ke ranjang dan menarik selimut sampai ke lehernya.
gio menatapnya intens. tapi cia memungunginya. gio membutuhkan stock kesabaran yang cukup buat bumil kesayangannya . ia mengelus kepala wanitanya. cia menepisnya dengan kasar
"Sudah puas marahnya?" tanya gio lembut. cia bahkan tak sudi menatap suami tampannya. ia memilih berpaling memejamkan matanya. gio menghela nafasnya dengan berat
"sayang.. aku minta maaf.. aku tak sengaja menaikkan suaraku saat melihatmu berlari.. aku takut terjadi sesuatu denganmu dan anak kita.. kumohon maafkan aku" ucap gio
"Apa maksudmu?" gio mulai terpancing emosinya "kau mau pergi lagi? bila itu maksudmu.. ayo temui orangtua kita sekarang" tegas gio
"Baik.. itu maumu.. mari kita temui mereka dan membicarakan perceraian kita" cia langsung duduk
"Tidak ada perceraian avi" tegas gio menatap istrinya tajam.
"kita lihat saja nanti" cia segera beranjak bangkit. gio menariknya dan memeluknya
"Istri cantikku yang menggemaskan, maafkan suamimu ini, aku mencintaimu dan terlalu peduli sehingga melanggar janjiku membentakmu, tapi aku tak sengaja. itu reflex naluri seorang suami yang sangat khawatir pada istri yang dicintai dan sedang hamil" cia diam
"aku mencintaimu, maafkan aku" gio mel -umat bibir mungil istrinya. cia mendorongnya tapi gio tak bergeming bahkan memperdalam lum -atannya. tangannya masuk memainkan twin yang sudah tak terbungkus lagi didalam sana. cia sudah tak meronta tapi mengalungkan tangannya di leher suaminya.
__ADS_1
pertarungan panas berlangsung dua jam itu membuat mereka lupa pada masalah mereka. sampai akhirnya
TOK TOK TOK
"Hubby ada orang" bisik cia
"Biarkan saja, aku hampir tiba" gio secepat kilat menambah ritme tusukannya sampai mereka sama sama berteriak nama masing masing dan mozarela gio tertuang didalamnya secara sempurna. Gedoran pintu pun semakin kencang.
Gio meremas kepala frustasi dan segera melepaskan penyatuannya. cia tertawa "Nakal sih" ledeknya. muka gio sangat masam dipaksa emergency melakukan pelepasan terburu buru
"Hubby mau membuka pintu tanpa busana? pakailah celana dulu" panggil cia, gio melihat kebawah. aset besarnya bergelantungan. ia memakai boxernya dan membuka pintu . wajah zevron audi ada didepan pintu.
"Sepertinya papa menganggu ya nak?" tanya zevron tak enak hati melihat penampilan putranya yang acak acakkan. beberapa bekas gigitan di dada putranya terlihat jelas. belum lagi aroma percintaan yang masih sangat tajam terhirup telinga
"Sangat pah" gio mengusap wajahnya kasar. audi tertawa terbahak bahak melihat muka frustasi putranya "gara gara papa mama , jadinya terpaksa pengeluaran darurat. gio mencebik seperti anak anak yang mainannya direbut.
"Papa kira kamu bertengkar dengan cia di restoran tadi wajah cia sangat masam, tapi melihatmu begini, papa sudah tenang" jawab zevron sambil tertawa
"ya papa juga olahragalah sana, papa lama puasa, gio mau lanjut lagi" audi langsung menjewer telinga putranya. "kamu jangan menggempur istrimu tanpa batas. cia sedang hamil
"halah mama kaya tak pernah muda . bahkan papa saja minta jatah beronde ronde sampai sekarang" ledek gio. audi merona dan langsung menarik suaminya pergi. gio tertawa dan menutup pintu kamar. istrinya tampak tertidur pulas. ia mengusap rambutnya kasar dengan frustasi . jatahnya belum selesai malam ini
***
__ADS_1