
Habis makan malam, Gio masuk kekamarnya. sampai dikamar ia melihat istrinya sedang melakukan sambungan video dengan jeremy sambil tertawa tawa. gia duduk di meja kerjanya dengan wajah dingin. cia yang tak menyadari suaminya sudah dikamar melanjutkan candaannya dengan jeremy
sampai satu jam lebih akhirnya panggilan mereka berakhir. cia berdiri mengambil sari buah strawbery kemasan di kulkas. ia terkejut melihat suaminya ada disana
"Ahh kamu sudah selesai makan?" tanya cia sambil menyeruput minuman ditangannya "kau mau ini?" tanya cia menyodorkan minuman ke mulut suaminya
gio menepisnya dengan dingin. tapi tangannya tak sengaja mendorong istri kecilnya agak kuat. cia terhuyung sesaat dengan shock dan kemudian berdiri tegak kembali. Gio sempat terkejut tapi melihat istrinya sudah berdiri lagi. ia kembali diam melanjutkan pekerjaannya.
melihat istrinya membeku sesaat ia tak peduli. di lihatnya istrinya mengambil ponsel dan ipadnya keluar kamar. ia memilih diam.
sampai tengah malam itu istrinya tak kembali ke kamarnya. ia memeriksa cctv ternyata istrinya terakhir masuk ke kamar tamu pas diseberang kamarnya. karena masih kesal ia segera masuk ke dalam selimut dan berusaha memejamkan matanya
***
jam 04:30
cia bangun dengan mata bengkak
ia kembali ke kamar utama mengambil pakaian suami dan pakaiannya.
turun membuatkan kopi dan mengambil air mineral buat suaminya
ia segera membersihkan diri di kamar tamu , menjalankan ritual doa pagi. ia segera berangkat kekantor tanpa sarapan
"Mah Mih.. Cia pergi dulu ya.. maaf tak sempat sarapan. ada meeting penting pagi ini" Audi bisa melihat mata menantunya bengkak. tapi ia memilih diam dan mengangguk
"Mau mami bekali nak?" tanyanya lembut
"Nanti cia makan dikantor mah" cia mencium pipi dua ibunya lalu segera berangkat padahal waktu masih jam 05:15
jam 6:15
Gio turun ke ruang makan, ia tak menemukan istrinya. dia segera menghabiskan sarapan bersama dua ibunya.
"Cia berangkat awal katanya ada meeting pagi, bahkan tak sempat sarapan" audi mengerti pikiran anaknya. gio mengangguk. ia segera berangkat ke kantor setelah mengecup pipi dua ibunya
***
Gio pulang jam 17:00
setelah mencium pipi dua ibunya, gio segera bergegas kekamar utama. tak lama ia turun untuk makan malam dengan ibu ibunya
"Cia mengabari hari ini lembur, agak malam baru kembali" kata audi, gio hanya mengangguk dan naik kekamarnya membersihkan diri lalu larut dalam pekerjaannya
Jam 21:00
__ADS_1
cia pulang ke rumahnya dan menyapa dua ibunya. ia menghabiskan salad buah dan sup buatan ibu ibunya lalu segera naik ke kamar utama.
cia melihat suaminya duduk di meja kerja dengan wajah dingin. dia masuk ke walk in closet menyediakan piyama dan pakaian kerja suaminya untuk esok hari. dan menyediakan gaun tidur serta pakaian kerjanya untuk esok hari. ia segera bergegas kekamar tamu tanpa menyapa suaminya.
***
jam 05:15
Cia berangkat ke kantor tanpa sarapan. ibunya memintanya menghabiskan sup herbal dulu baru berangkat. cia segera meminum sup permintaan mertuanya lalu segera berangkat setelah mencium pipi dua ibunya
jam 06:15
gio menghabiskan sarapan bersama dua ibunya dengan tenang. lalu memgecup pipi dua ibunya dan berangkat ke kantor
jam 17:00
gio pulang ke rumah, setelah mengecup pipi kedua ibunya. ia kekamar membersihkan diri dan turun menikmati makan malam bersama ibunya
"Cia masih harus lembur seminggu ini karena masalah kliennya gio" ucap pattie. gio mengangguk. habis makan dia segera masuk kekamar dan duduk dimeja kerjanya untuk menyelesaikan tugasnya
jam 21:00
cia pulang dan mengecup pipi kedua ibunya, setelah menghabiskan salad buah dan semangkuk sup herbal buat ibu ibunya , cia segera naik ke kamar utama untuk menyiapkan pakaiannya dan pakaian suaminya
cia meletakkan pakaian suaminya lalu dengan dingin menuju pintu keluar
***
kejadian itu berulang sampai tiba hari sabtu
jam 04:30
cia masuk ke kamar utama membawa kopi dan air mineral. ia terkejut lampu utama menyala dan suaminya duduk diranjang menatapnya dingin. ia tak peduli. ia meletakkan gelas ditangannya di meja kerja dan masuk ke walk in closet mengambil pakaiannya dan pakaian suaminya.
setelah meletakkan pakaian suaminya di sofa. ia segera keluar kamar tapi pintunya dikunci. cia menatap suaminya yang sedang menatapnya tajam dengan tatapan dingin
"Buka pintunya" ucapnya dingin tanpa memandang suaminya
"kau mau kemana?" tanya gio tak kalah dingin
"mandi"
"disini ada toilet" ucap gio masih sangat dingin. cia pun segera mandi, cia keluar kamar dengan pakaian yang sudah sangat rapi. dia melangkah keluar kamar. pintunya masih terkunci
"Buka pintunya" katanya dingin
__ADS_1
"Kau mau kemana?" tanya gio memperhatikan pakaian istrinya "kerja" jawab cia dingin
"sabtu kerja apa? kencan dengan jeremy?" sindir gio dingin.
cia segera meletakkan barang bawaannya di sofa. lalu masuk ke walk in closet untuk berdoa. usai berdoa ia segera masuk ke selimut dan memejamkan matanya
jam 6:00
"Bangunlah untuk sarapan" panggil gio dingin sambil menyentuh pundak istrinya.
"kau makanlah, aku belum lapar" cia kembali memejamkan matanya. gio pun turun ke ruang makan. cia segera keluar kamar menuju kamar tamu. kamar tamu sudah dikunci gio. barang barangnya dikamar tamu sudah dipindahkan di sofa.
cia merapikan pakaiannya dan mengambil tasnya bergegas turun. bersamaan gio masuk membawa nampan. cia terkejut. gio masuk dan mengunci pintu.
"makanlah dulu" perintahnya dingin. cia segera meletakkan tasnya dan kembali ke ranjang dan memejamkan matanya
"kau tak mendengar ucapanku? kau mau membuat anakku kelaparan?" tanya gio dengan intonasi sedikit tinggi. cia mengabaikannya dan melanjutkan tidurnya
Gio segera berdiri dan mengangkatnya duduk disofa. menyerahkan makanan dan memaksa cia makan. cia langsung lari kekamar mandi. mengunci pintu. mengeluarkan seluruh isi perutnya sampai tak bersisa. ia duduk lemas di lantai, kepalanya pusink. keringat dingin muncul dahinya.
TOK TOK TOK
"Kau baik baik saja?" tanya gio khawatir mendengar istrinya muntah.
dia agak menyesal tadi bersikap keras pada istri kecilnya yang keras kepala . tapi ia masih kesal istrinya vcall dengan jeremy kondisi memakai gaun tidur agak terbuka, dihadapannya pula
"Aku baik baik saja" jawab cia dingin
cia berusaha keras bangkit dan membasuh wajahnya dengan air hangat. setelah agak enakan. ia segera keluar kamar mandi. gio berdiri didepan kamar mandi menunggunya
"Kau kenapa? kita ke dokter" gio mencekal tangan cia.
"Menyingkirlah, setelah kau mendorong istrimu yang sedang hamil, sekarang kau jangan memerankan peran super hero disini, aku tak akan bersimpati" ucap cia dingin menepis tangan gio, mengambil tas nya mau keluar kamar. tapi pintu masih terkunci
"Tidurlah" kata gio yang sudah dibelakangnya
cia kembali ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya. ia terduduk dilantai. kepalanya berputar putar. gio masuk memijat tengkuknya dan menyeka dahi dan bibir istrinya dengan tissue .
setelah dirasanya istrinya agak tenang ia membantu istrinya berdiri. cia ke wastafel membersihkan wajah dan menyikat giginya.
setelah mengeringkan wajah , dia berjalan ke kulkas meminum dua kemasan sari buah strawbery yang asam. lalu kembali mengambil tasnya dan menuju keluar kamar. pintu masih dikunci. ia menatap gio tajam. gio menggendongnya dan meletakkannya di kasur
"jangan marah lagi, kasihan anakku" ucapnya datar
"sebaiknya kita segera bercerai" jawab cia sambil menarik selimut sampai ke dada dan membelakangi gio sambil memejamkan matanya
__ADS_1
gio merasa hatinya sangat nyeri mendengar ucapan cia, ia tau istrinya tak mencintainya, tapi ia tak menyangka istrinya terus menerus ingin bercerai dengannya. nafasnya terasa sesak sekali