
Di dalam cafe Kinara dan Farkhan makan dalam diam, sebenar nya banyak sekali makian yg ingin d lontarkan Kinara, tapi Farkhan tak mengizinkan Kinara ber bicara saat makan..
Itu akan membuat nya tersedak..
Jadi, setelah makanan d depan mereka habis baru lah mereka melanjutkan pembicaraan..
"Kau membuat ku malu dan kehilangan muka tuan?? " Kinara masih saja cemberut..
"Siapa bilang muka mu hilang?? masih d sini kok, tuh lihat muka mu bak kain kusut yg belum d setrika"
Farkhan tersenyum senang. Bagaimana tidak, ia dari tadi merasa pria paling beruntung. Karena Kinara menggandeng tangan dan menempelkan wajah d lengan nya menutupi malu,. Tapi bagi farkhan itu adalah sedikit kemajuan untuk nya..
Berawal dari pegangan tangan hingga menjurus k ranjang,, hahaha sesudah menikah tentu nya..
Ya, dia berharap jika Kinara adalah pasangan yg akan menemani nya nanti..
Sekarang yg akan ia lakukan adalah pendekatan..
"Kenapa kau bisa terlambat??"
"Maafkan aku nona, karena tadi aku mendapat telfon dari rumah tempat ku bekerja jika ada pasien yg membutuhkan ku" penjelasan Farkhan membuat Kinara tertegun..
Ternyata dia memang dokter,, berarti dia memiliki banyak uang. Tapi kenapa dia masih meminta ku untuk mentraktir nya??? Berarti dia adalah pria yg sangat pelit dan perhitungan. Apa dia tidak tahu jika uang ku sekarang sudah sekarat??? huffftt..
__ADS_1
"Hei nona" Farkhan menggenggam tangan Kinara karena dari tadi ia memanggil tak disahuti. Bahkan Kinara tampak melamun,, entah apa yg ada d pikiran nya..
Kinara sedikit tersentak saat merasa Farkhan menggenggam tangan nya..
Ia mencoba melepaskan tapi genggaman itu semakin erat.. Membuat nya berdebar tak karuan..
Pandangan mata mereka bertemu,, tapi dengan cepat Farkhan melepaskan genggaman tangan nya dan membuat mereka berdua salah tingkah..
"Jadi kamu dokter d rumah sakit mana??? " Tanya Kinara
"D rumah sakit Pelita Harapan, specialis ortopedi"
Kinara mengangguk...
"Setelah ini kita kemana???" tanya Farkhan..
"Bagaimana kalau kita jalan jalan dulu??? Ke Dufan yuk??? " Ajak Farkhan..
Tak mungkin kan Farkhan melewati hari minggu hanya dengan makan saja,, rugi donk. Sudah susah susah ia mencari alasan agar bertemu dengan Kinara, dan kesempatan ini harus dia manfaat kan sebaik mungkin..
Dan kenapa ke Dufan?? Hanya itu tempat yg terlintas d otak nya, dan jika bertanya pada wanita pasti jawaban mereka hanya TERSERAH...
Setelah diam sejenak, Akhirnya Kinara menggangguk..
__ADS_1
"Aku akan membayar tagihan nya dulu" Tangan Kinara d cekal oleh Farkhan.
"Kali ini biar aku yg bayar" Farkhan mengedipkan mata nya dan langsung berjalan menuju kasir..
Farkhan menitipkan motor Kinara d cafe tersebut selama ia dan Kinara pergi jalan jalan..
D Dufan,,, Kinara dan Farkhan menaiki hampir semua wahana permainan..
Kinara menjadi diri nya sendiri saat bersama Farkhan. tidak ada malu malu kucing seperti ia saat bersama Daniel..
Karena Kinara merasa Farkhan adalah orang yg bisa d jadikan teman..
Bahkan Kinara menceritakan semua kisah hidup nya.. Tentang keluarga, teman bahkan percintaan nya..
Tapi bagi Farkhan, Kinara adalah teman special yg akan mengisi hati dan hari nya..
"Sekarang kita teman ??? " Kinara menyodorkan jari kelingking d balas oleh Farkhan..
"teman" hidup ku..
...****************...
Hohoho..
__ADS_1
Bakal susah nih...
2 pria menyukai wanita yg sama......