Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh
Bab 43


__ADS_3

"Jadi kamu cemburu?" tanya Tuan Muda Lee meledek. Kei menggeleng cepat. "E-enggak lho. Apaan sih, Mas." Kei lebih memilih memalingkan mukanya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Kei sudah tidak berani berkutik sekarang. Padahal dulu dia super jahil dan tengil. Sekarang? Kalau berkutik sedikit saja otomatis langsung dieksekusi Tuan Muda Lee di ranjang.


"Oh enggak cemburu, ya? Oke deh aku balas satu-satu komentarnya," pancing Tuan Muda Lee sambil mengambil ponsel di nakas. Dengan sigap, Kei langsung menahan.


"Iya, iya aku cemburu! Dih kamu kok mau tebar pesona ke cewek lain sih!" seru Kei sembari menggembungkan pipinya. Tuan Muda Lee terkekeh. "Hahaha enggak, Honey. Aku cuma becanda kok. mana ada aku mau sama cewek lain. Cuma kamu lho yang ku sayang." Tuan Muda Lee memandang Kei dengan intens membuat istrinya itu malu.


"Malu dipandangi gitu!" seru Kei lagi sembari memalingkan muka Tuan Muda Lee menggunakan tangannya. "Biarin lah, istri sendiri kok," ucap Tuan Muda Lee enteng.


"Honey, besok kita mau berangkat ke Paris. Kamu siapin barang yang akan kamu bawa tapi jangan banyak-banyak," ujar Tuan Muda Lee. Kei mengangguk. "Oke Mas. Oh iya kita ke sana berapa hari?" tanya Kei sembari mencari di peramban tentang spot wisata di Paris.


"Mungkin satu minggu. Cukup, kan?" tanya Tuan Muda Lee memastikan. Ia tidak bisa berlama-lama lebih dari itu karena masih ada tanggungan perusahaan. "Cukup kok, Mas. Lagian biaya di sana pasti mahal banget ya?" Kei mendadak khawatir karena satu minggu itu juga lama.


Tuan Muda Lee menggeleng. "Sudah tidak usah dipikirkan. Cukup kita honeymoon dan bikin duplikatku cukup, kan?" tanya Tuan Muda sembari menggoda istrinya. Langsung saja Tuan Muda Lee mendapatkan hadiah berupa cubitan maut di pinggangnya.


"Tuh, kan! Otaknya pasir semua isinya. Mau heran tapi kok suamiku," ucap Kei sambil menggerutu. Tuan Muda Lee mengacak pelan pucuk kepala Kei. "Cinta banget deh sama kamu, Honey!" pekik Tuan Muda sembari memeluk erat istrinya.

__ADS_1


*****


"Sudah siap semua, Honey?" tanya Tuan Muda Lee yang sudah bersiap diri untuk keberangkatannya ke Paris. Kei mengangguk. "Siap dong!" seru Kei dengan antusias. Hari ini mansion sudah ada maid lagi jadi mereka yang akan menjaga mansion itu selain satpam. "Bi, titip mansion ya," ucap Kei pada bi Ajeng. Bi Ajeng pun mengangguk hormat. "Baik Nyonya," ucapnya.


Akhirnya Kei dan Tuan Muda Lee langsung berangkat. Perjalanan dari Jakarta ke Paris memerlukan waktu sampai 16 jam 25 menit. Jadi Kei dan Tuan Muda Lee banyak habiskan untuk tidur di maskapai.


Tuan Muda Lee dan Kei tidak memakai jet pribadi karena Kei mau naik maskapai pada umumnya. Mungkin ini adalah pertama kalinya Kei menaiki maskapai. "Tangan kamu dingin banget, Honey. Kamu gugup?" tanya Tuan Muda Lee sembari memegang tangan Kei.


"Iya Mas. Soalnya baru pertama kali sih naik pesawat terus ke luar negeri." Kei menggengam tangan Tuan Muda Lee. Sepertinya Nyonya Lee ini takut, hahaha.


"Tidak apa-apa, Honey. Kamu berdoa saja supaya hati tenang." Tuan Muda Lee merangkul Kei.


"Mas, kamu mau mandi dulu atau aku?" tanya Kei yang sudah merasa gerah dan lengket. "Gimana kalau bareng?" goda Tuan Muda Lee. Kei melotot tajam ke arah suaminya. "Apa! Kamu tuh omes banget! Sudah aku duluan saja, ya?" ucap Kei sambil berlalu menuju kamar mandi. Dan dengan polosnya ia tidak sadar bahwa kamar mandi yang ia pakai memang dirancang transparan. Jadi Tuan Muda Lee bisa melihat lekuk tubuh Kei dengan jelasnya.


Kamar mandi di hotel itu memang dirancang untuk pasangan yang tengah honeymoon jadi wajar saja jika transparan. Toh sudah halal tidak apa-apa, kan? Kei pun menyelesaikan mandinya cukup lama. Ia juga berendam terlebih dahulu.


Sampai akhirnya, Kei selesai mandi. Kei memakai bathrobe dengan rambut yang basah dibalut dengan handuk. Ia melihat suaminya yang justru senyum-senyum sendiri tidak jelas.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Mas? Buruan gih mandi," tukas Kei. Tapi tidak dihiraukan oleh Tuan Muda Lee. Ia malah sibuk memandangi istrinya. Kei yang risih dipandangi langsung menelisik ke dirinya sendiri.


Kei memandang dirinya sepertinya tidak ada yang salah. Terus suaminya senyum-senyum sendiri apa tujuannya? Merasa tidak digubris oleh Tuan Muda Lee, Kei langsung bertanya lagi. "Kenapa sih senyum-senyum sendiri? Apa yang salah dari penampilanku, Mas?" tanya Kei terus menelisik. Tuan Muda Lee malah menggeleng. "Tidak ada, Honey. Ya sudah ya, aku mau mandi."


Tuan Muda Lee beranjak dari ranjangnya dan langsung menuju kamar mandi itu. Ia mandi seperti biasa. Tanpa sengaja mata Kei menangkap hal yang membuatnya malu. "Astaghfirullah! Jadi tadi kamar mandinya transparan! Aduh! Malu banget," ucap Kei sambil menepuk jidatnya.


Kei lebih baik tidak melihat tubuh suaminya. Ia merasa malu sekali. Kei lebih memfokuskan dirinya ke ponsel miliknya. Ia men scroll-scroll sosial medianya.


Kei melihat komentar dari netizen yang kesemsem dengan ketampanan suaminya. "Dih, mentang-mentang sudah bisa jalan jadi kaya gini. Coba saja pas lumpuh. Semua pada jauhin. Emang the power of good looking sih deterjen ini." Kei menggerutu pasalnya ciwi-ciwi di media sosial milik Tuan Muda Lee tergila-gila dengan padanya.


Setelah selesai mandi pun, Kei langsung menatap tajam Tuan Muda Lee. Ada dua kesalahan yang dilakukan oleh Tuan Muda yang membuat Kei mengamuk. "Mas!" pekik Kei. Tuan Muda Lee mengernyit. "Ada apa, Honey?"


"Jadi kamar mandinya transparan? Kok kamu gak bilang sih, Mas!" kesal Kei. Tuan Muda Lee terkekeh. "Gapapa dong, Honey. Aku senang pemandangan menyejukkan tadi." Sontak Tuan Muda Lee langsung mendapat lemparan bantal dari Kei. "Nakal banget, asli!" pekik Kei. Tuan Muda menangkap bantal itu sambil terkekeh. "Kamu tuh ya, lucu banget. Dulu saja jahil, sekarang kok malu-malu gini."


"Ya malu lah, asetku dilihat!" Kei mendelik ke arah Tuan Muda Lee. "Kamu juga jangan ganjen ke cewek lain, lho," ucap Kei asal. Lagi-lagi istrinya itu ngambek. Tuan Muda Lee langsung menghampiri istrinya.


"Ini honeymoon lho. Kok mukanya masam gini sih? Senyum dong," ucap Tuan Muda sembari menenggelamkan ke kepalanya ke ceruk leher istrinya.

__ADS_1


Kei merasa geli. "Jangan gitu deh posisinya, Mas." Tuan Muda Lee tersenyum penuh arti. "Kalau minta jatah boleh, kan?"


__ADS_2