
Kinara berlari hingga hingga menemukan lapangan bola d dekat rumah nya...
Mendongakkan kepala melihat langit yg indah d penuhi bintang...
"Akkkkkhhhhh"
Ia berteriak dan tergugu...
"Kenapa??? kenapa hidup ku tak sebahagia mereka Tuhan???? Apa salah ku selama ini???? Sungguh aku sudah tak sanggup hidup lagi Tuhan. Aku mohon, bawalah aku bersama mu"
Kinara benar benar putus asa.
"Ckck,, cengeng sekali kau nona" Kinara melirik ternyata Farkhan berada d samping nya.
"Kenapa kau disini??? Kau menguntit ku??? "
"Hahaha percaya diri sekali kau nona, kebetulan aku sedang berkunjung ke rumah teman ku d dekat sini,. Dan kebetulan aku juga melihat seekor kucing yg putus asa"
Jawaban Farkhan membuat nya melotot..
"Kau bilang ku kucing???? "
"Aku tidak mengatakan seperti itu,, " Farkhan melirik Kinara cemberut.. Dia tersenyum, karena Kinara sudah tak sedih lagi..
Tentu saja Farkhan berbohong mengatakan jika ia bertamu ke rumah teman, karena dari tadi mengikuti Kinara memastikan gadis itu selamat sampai d rumah.
Bahkan Farkhan juga mendengar semua perdebatan Kinara dan ayah nya...
"Mau temani aku makan malam??? tadi kita belum sempat makan bukan??? "
__ADS_1
Kinara terdiam,, Ia memperhatikan penampilan nya yg sudah sangat berantakan..
Farkhan tersenyum, ia tau apa yg d fikir kan Kinara.
"Kita makan d dalam mobil saja, ayo... "
Farkhan menggandeng tangan Kinara seolah tak ingin melepaskan.
Genggaman tangan itu membuat Kinara merasa nyaman dan merasa d lindungi..
Boleh kah Kinara berharap lebih dari pertemanan ini???
Kinara menggeleng, tidak mungkin seorang dokter seperti Farkhan mau dengan wanita seperti diri nya...
Dan Andai Kinara tau perasaan Farkhan???? Tamat donk novel ini,, hehehehe
...****************...
Setelah makanan d tangan mereka habis, Farkhan melirik Kinara yg sudah mulai tenang..
"Mau cerita kenapa kau menangis??? "
Kinara tertegun,, ragu untuk bercerita kepada Farkhan karena ia tak mau d kasihani..
"Aku terlalu malu menceritakan nya" ucap nya menunduk..
Farkhan menghela nafas..
"Kau tau Kinara,, aku berasal dari keluarga yg sangat miskin, bahkan tak ada satu pun mau berteman dengan ku"
__ADS_1
Kinara menoleh Farkhan yg tersenyum manis ke arahnya..
"Kau boleh percaya atau tidak,, tapi aku mendapatkan teman yg begitu peduli terhadap ku. Dia bahkan menolong ku sampai menjadi sekarang ini.. Aku awal nya keberatan dengan semua bantuan yg ia berikan.. Tapi dia berkata sangat tulus menolong ku. Aku juga tulus sebagai teman untuk menolong dan mendengar semua keluh kesah mu Kinara"
Farkhan menggenggam kedua tangan Kinara..
Jangan tanya apa perasaan Kinara saat ini,, Bahagia.. sangat sangat bahagia...
Akhirnya Kinara menceritakan semua yg d alami nya kepada Farkhan, karena ia melihat ketulusan di mata Farkhan...
Farkhan menawarkan bantuan, berupa pinjaman..
Tapi dengan cepat Kinara menolak karena ia sudah tak mau lagi berhutang kepada Farkhan....
Ia akan mencari cara agar terbebas dari hutang sang bapak....
Saat perjalanan pulang,, ponsel Kinara berdering. Saat ia melihat siapa yg menelfon, ia dengan cepat mengangkat telfon tersebut..
"Ya bang" ucap Kinara, yg menelfon adalah kiki kakak tertua Kinara
"Kau dimana Kinara?? abang sedang di rumah ibu. pulang la,, abang mau bicara"
"Kinara lagi jalan pulang bang, bentar lagi nyampe kok"
Saat panggilan d tutup Kinara merasa takut, bagaimana jika abang nya juga menerima ide bapak???.
Lagi lagi Farkhan memberi nya semangat agar ia harus tetap kuat dan jangan lupa menghubungi nya jika terjadi apa apa..
Farkhan juga menawarkan diri untuk mengantarkan Kinara sampai kedalam rumah dan bertemu orang tua Kinara.. Tentu saja Kinara menolak mentah mentah...
__ADS_1
...****************...