
"Kalau minta jatah boleh, kan?" tanya Tuan Muda Lee meraba perut datar Kei dengan seduktif. Hal itu membuat Kei bergidik. Kulitnya menjadi sensitif akan sentuhan suaminya.
"Jangan Mas, ayo deh mending kita jalan-jalan. Aku pengen lho," ucap Kei sambil mengalihkan tangan Tuan Muda dari perutnya. Beruntung Tuan Muda mau. "Oke! ayo aja. Kamu siap-siap ya," ujar Tuan Muda sembari mengecup pipi Kei. Kei pun mengangguk.
Kei langsung beranjak dari ranjangnya dan berganti pakaian. Ia begitu karena ini adalah pengalaman pertama kali Kei keluar negeri. Begitu pula dengan Tuan Muda Lee. Ia juga mempersiapkan diri.
Tuan Muda Lee sudah sering ke Paris karena memang ada acara bisnis biasanya. Tapi kali ini yang membuatnya senang karena Tuan Muda Lee ke Paris karena honeymoon.
****
"Wah bagus banget sih, Mas!" pekik Kei setelah sampai ke menara Eiffel. Menara Eiffel yang ia lihat di televisi pun sekarang bisa disaksikan langsung dengan mata kepalanya sendiri.
Kei dan Tuan Muda Lee berkunjung ke menara Eiffel pada malam hari. Menara itu tampak cantik dengan lampu yang menghiasi menaranya. Mereka berduduk santai dengan meminum cappuccino hangat.
"Enak banget ya Mas bisa jalan-jalan keluar negeri kaya gini. Aku senang banget lho," ucap Kei sambil menyandar di lengan Tuan Muda Lee. Suaminya itu langsung merangkul Kei dengan posesif.
"Iya, Honey. Kalau kamu mau liburan boleh kok kemana saja. Tinggal bilang saja ya," jawab Tuan Muda Lee sembari mengecup bibir Kei.
Cup!
"Mas! Ngawur banget sih!" seru Kei sembari tersenyum dan memukul pelan dada suaminya. Tuan Muda Lee terkekeh. "Bebas, Honey. Tidak ada yang memperhatikan kita. Semua fokus dengan kegiatannya masing-masing. Kamu jangan malu lah," ucap Tuan Muda.
"Emang nasih banget ya punya suami omes kaya gini," timpal Kei sembari mencubit hidung Tuan Muda Lee yang mancung itu. "Omes ku hanya ke istri lho. Tidak apa lah." Mereka sungguh bahagia. Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. "Mas, aku ngantuk," rengek Kei mengerucutkam bibirnya. "Ayo pulang," tukas suaminya
__ADS_1
******
Sesampainya di hotel, Kei langsung terlelap. Ia tidak melupakan skincare dan gosok giginya. Tapi habis itu ia langsung tertidur. Begitu juga Tuan Muda Lee. Ia harus menggandeng Kei tadi karena istrinya waktu berjalan hampir tersandung saking ngantuknya.
Menggendongnya Kei tidaklah berat bagi Tuan Muda Lee. Ia begitu menikmati setiap momen bersama istrinya. "Honey, kamulah kekuatanku sekarang. Akun tidak tahu jika tidak ada dirimu yang menyemangati aku dulu," ucap lirih Tuan Muda sambil memeluk Kei. Akhirnya mereka terlelap tidur.
*****
Keesokan harinya, Kei yang duluan bangun. Ia langsung melihat jam dinding dan ternyata masih jam empat shubuh. Ia beranjak dari tempat tidur dan mengambil air wudhu.
Tidak lupa Kei juga membangunkan Tuan Muda Lee untuk salat shubuh. "Mas, bangun. Ayo salat shubuh dulu," tukas Kei sambil menggoyangkan tubuh kekar suaminya yang masih terbalut selimut. Beruntungnya Tuan Muda lamgsung bangun.
"Jam berapa ini, Honey?" tanya Tuan Muda sembari mengucek matanya. "Sekarang jam 04.17 Mas. Ini waktunya salat shubuh kalau waktu Paris. Ayo kamu segera bangun terus ambil air wudhu. Kita salat jamaah, ya Mas."
"Assalamu'alaikum wahramtullahi wabarakatuh." Tuan Muda Lee dan Kei sudah selesai salat ditandai dengan salam. Kemudian mereka pun berdoa. Tuan Muda yang pimpin. Ini adalah pemandangan yang menyejukkan mata. Setelah selesai berdoa, Kei mencium punggung tangan Tuan Muda.
Sedangkan Tuan Muda Lee mengecup kening Kei. "Makasih ya, Mas," ucap Kei lirih sambil berlinang air mata. Tuan Muda Lee mengernyitkan dahinya. "Makasih untuk apa, Honey?" tanya Tuan Muda.
"Makasih karena kamu sudah menjadikan aku wanita yang spesial di hidup Mas. Aku beruntung bisa memiliki Mas di hidupku. Selama ini ada sepi dalam kesendirian. Orang tua juga sudah meninggal," ucap Kei sambil menangis tersedu-sedu. Tuan Muda memeluk istrinya. "Kita sama-sama beruntung, Honey. Akun juga berterimakasih Tuhan karena telah mengirimkan aku seorang Keilla Anjani yang begitu sabar menghadapiku dulu."
*****
"Mas, ini sudah jam 9 pagi. Aku mau dong jalan-jalan lagi. Kemana ya kira-kira?" tanya Kei karena ia belum pernah menjelajah negara Paris.
__ADS_1
"Mau ke Istana Versailles?" tanya Tuan Muda balik. Ia sangat suka mengunjungi tempat bersejarah itu. "Bagus tempatnya?" Kei harus bertanya soal itu. Tuan Muda pun mengangguk. "Bagus, Honey. Aku biasanya mampir kesana buat sekedar healing setelah selesai perjalanan bisnis," sambung Tuan Muda. Akhirnya Kei mau dan mereka berangkat ke tempat museum itu.
"Jauh ya Mas dari sini?" tanya Kei pada Tuan Muda Lee. Mereka menaiki transportasi umum untuk menuju ke sana. "Tidak, Honey. Mungkin sekitar 20 menit saja," sambung Tuan Muda. Kei mengangguk. Ia melihat di balik kaca bening itu. Pemandangan kota Paris begitu indah menyejukkan mata. Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai.
Kei lagi-lagi berdecak kagum dengan keindahannya. "Bagus, kan?" tanya Tuan Muda Lee sambil merangkul Kei. "Iya lho. Bagus banget sih ini. Pantas saja kamu suka banget kalau kesini," tukas Kei sambil matanya terus memimdai bangunan bersejarah itu.
Tiba-tiba saja, Tuan Muda Lee menabrak seseorang yang tengah membawa sebuah buku. Sehingga buku tersebut terjatuh semua. "Je m’excuse !" ucap Tuan Muda Lee.
Dia yang menabrak jadi dia yang harus meminta maaf. Tentunya dalam bahasa Perancis. Wanita itu langsung melongo melihat Tuan Muda.
"Lee!" pekik seseorang itu terlihat antusias. Apalagi ia tahu bahwa Tuan Muda Lee sudah bisa berjalan kembali. Ia makin senang.
Tetapi, tatapan Tuan Muda Lee sungguh tidak mengenakkan hati. Ia malah menatap seseorang itu sinis. "Nih bukumu yang jatuh," ucap Tuan Muda Lee sengaja tidak menggubris sapaan dari seseorang itu.
Siapakah seseorang itu? Ya! Dia adalah Athena. Mantan dari Tuan Muda Lee yang meninggalkan Tuan Muda Lee saat lumpuh. Ia memutuskan secara sepihak dan membuat Tuan Muda Lee terpuruk dalam kesendirian.
"Bee, aku kangen!" pekik Athena. Aloh-alih menerima buku yang sudah diambil oleh Tuan Muda Lee tetapi ia malah memeluk Tuan Muda Lee secara posesif.
Jelas tanduk Kei seketika langsung tumbuh hahaha. Darahnya begitu mendidih melihat pemandangan itu. "Hei! Kamu ada hak apa peluk-peluk suami orang, hah!" bentak Kei sambil melerai pelukan itu.
"Dih, ngaku-ngaku suaminya lagi. Jelas-jelas lu itu cuma pengasuh. Gak lebih! Lee adalah kekasihku!" seru Athena pada Kei. Merasa geram atas ucapan Athena, Tuan Muda Lee langsung pasang badan.
"Dia adalah Keilla Anjani, istri sah dari Lee Anderson," ucap Lee dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"I-istri!" pekik Athena