
Mata Brandon tak berkedip saat melihat wanita cantik d depan nya..
Saat ini Brandon telah rapi dan tampan dengan mengenakan jas bewarna navy, senada dengan gaun yg di pakai Kinara..
"Berkedip lah nak,, apa mata mu tak sakit memandang Kinara seperti itu?? "
Teguran Ratu membuat Brandon seketika merona dan mengalihkan pandangan nya ke samping..
Sedangkan Kinara hanya menunduk, tak berani menatap Brandon..
"Cepat lah berangkat,, jangan sampai kalian terlambat."
Tanpa menjawab, Brandon segera menuju pintu utama meninggalkan Kinara.
Saat Kinara akan mengikuti Brandon, Ratu mencegat tangan nya..
"Tolong jaga Brandon Kinara, Saya percaya padamu"
Walau kata kata Ratu membuat nya bingung dan tak mengerti tapi akhirnya Kinara mengangguk pasti dan segera mengikuti Brandon yg sudah duduk tenang dalam mobil.
Brandon menaiki mobil d bantu oleh sopir yg akan mengantar mereka..
Sepanjang perjalanan tak ada yg bersuara, membuat kinara menjadi canggung, untuk memulai percakapan ia merasa takut dan membuat lidah nya kelu..
Sedangkan Brandon sedari tadi melirik Kinara, Ia gemas melihat Kinara yg terkadang mengernyitkan dahi nya seakan memikirkan sesuatu..
Hingga mobil yg membawa mereka sampai d tempat yg d tuju.
__ADS_1
Sopir dan Kinara membantu Brandon keluar dan mendudukkan nya d kursi roda...
Saat memasuki ruangan, ternyata acara sedang berlangsung..
Kinara dan Brandon akhirnya kebagian kursi paling belakang..
Rangkaian acara satu persatu telah selesai. Sampai pada pelemparan bunga oleh pengantin. Para wanita dan pria single bangkit dari tempat duduk dan melangkah mendekati pentas dengan perasaan suka cita.
"Tuan.. "
"Hmmm"
"Boleh kah aku ikut acara itu???? "
Pertanyaan Kinara membuat Brandon menaikkan satu alis nya..
SATU. DUA. TIGA...
Bunga d lempar dan semua para single yg berkumpul harus kecewa karena bunga tersebut jatuh tepat d atas kue Tart pengantin yg ada d depan mereka...
Mereka kembali bubar dan menuju tempat masing masing..
Kinara kembali duduk d sebelah Brandon, wajah nya bak kain kusut yg belum d setrika..
"Sudah lah tuan,, berhenti tersenyum seperti itu. Senyuman tuan membuat ku sedih" Kinara menampilkan wajah memelas nya.
"Jika kau mau bunga itu, akan ku belikan nanti"
__ADS_1
"Bukan masalah bunga nya tuan,, tapi moment.. Karena kata para tetua kita bilang jika mendapatkan bunga itu maka kita akan segera bertemu jodoh" Kinara memonyong kan mulut nya..
"Kau masih percaya tahayul rupa nya"
"Percaya tak percaya sih,, sewaktu d rumah kontrak kan saya dulu banyak yg membuktikan nya. Saya tiap ke kondangan selalu mengikuti acara ini"
"Jadi... apa kau pernah mendapatkan bunga itu??? "
"Sekalipun tidak pernah dan karena itulah saya ingin membuktikan nya, mana tau tahun depan saya bisa mewujudkan pernikahan impian saya"
"Saya bisa mewujudkan impian mu itu"
"Yaaaah,,, tapi calon nya saja tidak punya" Kinara menunduk lesu membuat Brandon merasa gemas dan tak berhenti tersenyum..
Interaksi mereka berdua ternyata mendapat perhatian seseorang.
Dari awal mereka masuk, perhatian nya tak pernah lepas dari sosok Kinara yg berbeda dari biasa nya..
Kinara menjadi sosok wanita nan anggun dan sangat cantik....
Dia adalah Farkhan..
Di mata nya terlihat kekecewaan yg dalam, entah apa yg membuat nya kecewa dan merasa sakit d dada nya...
Apakah dia merasa Cemburu????
Seperti ini kah rasanya????
__ADS_1