
Sesampainya d mansion Nyonya Ratu,, Kinara melihat tuan muda sedang berjemur d halaman, ia di temani Ratu yg sedang membolak balik sebuah majalah d tangan nya..
"Selamat pagi Nyonya,, tuan muda"
Ratu melirik Dewi dan Kinara yg sedang tersenyum canggung melihat ke arah nya..
"Pagi Dewi,, tumben pagi ini kamu cepat datang???" Ratu merasa heran karena biasanya Dewi akan datang satu jam lagi..
"Ada yg ingin saya bicarakan Nyonya" Ratu meletakkan majalah nya D atas meja teras dan berdiri, mengajak Dewi ke ruang kerja nya..
Seperti nya Dewi akan mengatakan sesuatu yg serius.. Ratu berharap ini adalah kabar baik untuk nya...
Sepeninggal Ratu dan Dewi...
Kinara duduk d tangga teras dekat kaki Brandon..
"Bagaimana keadaan mu hari ini tuan??? "
Brandon melirik kinara..
"Kau tak lihat keadaan ku??? tentu saja sama dengan hari kemarin" jawab Brandon ketus..
"Astaga... bukan nya aku tak tau, tapi aku kan cuma basa basi memecah kecanggungan ini"..
" Kenapa kau membawa tas yg begitu besar??? " Brandon bertanya sambil melihat sebuah tas yg berada d motor Kinara...
"Ituu..... "
__ADS_1
"Kau tidak membawa bom kan???" tanya Brandon dengan nada yg sama
"Tiii... "
Belum sempat Kinara menjawab , Brandon sudah membalikkan kursi roda nya menjauh karena mendengar suara langkah kaki d belakang nya..
Ratu melihat kepergian Brandon sambil mengerutkan kening bingung "kenapa dia??? " gumam nya sambil mengangkat kedua bahu.
Sedangkan Dewi mengajak Kinara ke kamar yg terletak tidak jauh dari dapur.. kamar yg akan menjadi tempat tinggal mereka..
Di dalam kamar...
"Bagaimana kata Nyonya bu??? "
"Nyonya akan berbicara dengan tuan muda, setelah itu akan memanggil mu untuk membicarakan kontrak kerja.. Nyonya menyuruh mu beristirahat terlebih dahulu"
"Tidak mungkin, karena tuan muda sangat patuh kepada Nyonya"
Jawaban Dewi membuat Kinara mengangguk dan segera membantu Dewi menyusun pakaian mereka dan meletakkan nya d dalam lemari yg ada d kamar itu...
,..
Sedangkan Ratu langsung menuju kamar Brandon.
Ratu melihat Brandon tersenyum manis melihat ke arah jendela..
"Ehem"
__ADS_1
Brandon melihat kearah pintu dan mendapat i sang mommy tengah tersenyum melihat kearah nya..
"Bisakah kamu pilih lagi satu d antara tiga foto ini yg akan menjadi pengasuh mu Brandon??? "
Ratu menyodorkan ketiga foto itu..
"Tapi mom.... " Brandon memelas...
"Mommy janji ini yg terakhir,, jika d antara ke tiga foto itu tidak ada yg membuat mu suka,, maka mommy akan menyerah.. "
Dengan terpaksa Brandon melihat foto foto itu.. Dari foto satu dan dua wajah nya biasa saja..
Dan saat foto yg ke tiga ada senyum tipis d sudut bibir nya...
"Bagaimana??? "
"Mom... aku bingung memilih"
"Ya sudah, biar mommy yg memilih nya,, mommy rasa foto yg ke tiga cocok untuk menjadi pengasuh ranjang mu" Brandon mendelik mendengar pernyataan frontal sang mommy..
"eh.. maksud mommy pengasuh pribadi mu"
Ratu mendekat ke arah Brandon..
"Mommy tau apa yg anak mommy butuh kan,, Kinara sangat cocok menjadi pengasuh mu nak" Ucap nya lembut sambil merangkul Brandon..
Brandon tersenyum mengiyakan perkataan Ratu..
__ADS_1
Percayalah tadi Brandon bukan nya tak suka dengan kehadiran Kinara, tapi saat Kinara duduk d dekat kaki nya,, jantung Brandon berdebar seperti akan melompat dada nya.. Itu sebab nya dia berbicara ketus agar Kinara tak mendengar irama jantung nya...