
"Iya cucu, gimana?" tanya Mom Angela menyengir lebar. Kei menggaruk tengguknya yang tidak gatal. Sedangkan Tuan Muda Lee justru terkekeh.
"Disana juga usaha kok, Mom. Mommy tenang aja. Aku sama Kei akan membuatnya dengan rajin," ungkap Tuan Muda Lee seakan tidak berdosa. Mendengar hal itu, wajah Kei langsung bersemu merah.
"Ngaco banget sih, malu tahu," bisik Kei pada Tuan Muda Lee. "Tidak apa-apa, Honey. Santai saja sama Mommy."
Mom Angela yang sudah mendapatkan oleh-oleh tas impiannya pun langsung menyuruh keduanya untuk beristirahat. "Ya sudah sana kalian istirahat aja. Mom tahu kalau kalian capek," perintah Mom Angela. Tuan Muda Lee dan Kei pun mengangguk.
"Oke, Mom"
******
Tuan Muda Lee dan Kei akhirnya beristirahat di kamar. Namun sebelum itu, keduanya berganti baju. Mereka memang tampak kelelahan.
Kei yang sudah berganti baju pun langsung merebahkan dirinya ke kasur empuk itu. "Ah enaknya. Akhirnya tidur di kasur ini lagi," ucapnya sembari memeluk guling. Sedangkan Tuan Muda Lee hanya bersandar di headboard. Ia mengecek email dari Arsa yang masuk. Pekerjaannya lumayan banyak saat itu. Memang Arsa yang meng-handle. Tapi namanya juga manusia, jadi ia tidak bisa semaksimal itu.
Kei yang rebahan memeluk guling menghadap suaminya pun dibuat kagum dengan sosok Tuan Muda Lee. Begitu tampan dan berwibawa. Ia beruntung memiliki Tuan Muda Lee di hidupnya.
"Mas, kamu gak istirahat aja?" tanya Kei yang sudah menguap. Tuan Muda Lee melirik ke arah Kei yang sudah menguap berkali-kali. "Aku masih banyak kerjaan, Honey. Kamu tidur dulu saja. Nanti aku menyusul kok," ucap Tuan Muda Lee sembari tersenyum. Kei mengangguk, belum ada lima menit, Kei sudah molor saja.
Tuan Muda Lee menggeleng. "Dasar istriku ini, *****. Nempel molor hahaha." Tuan Muda Lee menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Kei. Wajah Kei memang terlihat cantik.
Setelah itu, Tuan Muda Lee langsung menyelesaikan pekerjaannya. Mungkin sekitar 90 menit akhirnya pekerjaannya selesai. Badannya terasa capek. Dia harus istirahat.
Tuan Muda Lee menyusul Kei ke alam mimpi. Mereka pun tertidur dengan posisi saling berpelukan. Kei juga merasa aman dipeluk suaminya.
__ADS_1
*****
Berbeda dengan Akash. Hari ini adalah hari dimana Akash masih bergulat dengan kerjaannya. Walaupun tidak terlalu banyak tapi memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi.
Jane sebagai sekretaris dari Akash pun juga sigap dalam mengerjakan apa yang disuruh oleh Akash. Kedekatan Jane dengan Akash memang semakin terlihat.
Terbukti dalam momen-momen tertentu, Jane selalu bersama Akash. Bukan untuk urusan pekerjaan tapi urusan pribadi. Jane juga pernah di suruh Akash untuk menemani dia dalam momen penting.
Akash pura-pura memperkenalkan Jane sebagai kekasihnya karena memang berita Akash dan Jane sudah memyebar kalau mereka adalah sepasang kekasih. "Jane, hari ini kamu luang, gak?' tanya Akash.
Jane sekarang berada di ruang kerja Akash. Ia menyerahkan berkas revisi. " Malam nanti saya luang sih, Tuan," jawab Jane jujur. Akash pun mengangguk. Ia ingin bicara tapi lidahnya terasa kelu.
"Kalau kamu saya ajak ke makan malam di mansion saya, gimana?" tanya Akash hati-hati. Jane yang mendengar hal itu langsung syok. Tapi syoknya Jane adalah syok yang elegan hahaha.
"Tuan? Jadi dalam rangka apa?" tanya Jane lagi. Akash tersadar, ia pun menjawab, "Ya sebenarnya bukan dalam rangka apa-apa. Tapi Mommy saya yang minta. Maaf harus melibatkan kamu untuk hal ini."
Ucapan Akash berhasil membuat Jane bertanya-tanya. Kenapa Akash harus minta maaf dengan Jane. "Kenapa harus minta maaf, Tuan. Saya tidak keberatan, kok." Jane mencoba tersenyum ke arah Akash.
Akash senang melihat senyuman Jane yang begitu memikat hatinya. "Jadi, kamu mau? Nanti saya jemput ya jam 7 malam." Jane mengangguk.
"Oh iya Tuan, ini berkas yang anda minta. Sudah saya revisi. Silakan dicek terlebih dahulu," ucap Jane sembari meletakkan berkas itu ke meja kerja Akash. Akash pun menerimanya. Ia mengecek revisian Jane.
"Perfect! Kerja bagus Jane. Kamu bisa keluar sekarang. Jangan lupa nanti malam ya," ucap Akash. "Baik Tuan, kalau begitu saya permisi."
******
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Kei dan Lee terbangun dari tidurnya. "Aduh enak banget tidur nyenyak," ucap Kei sembari merentangkan tangannya. Ia melihat Tuan Muda Lee masih terpejam. Ia ingin membangunkan tapi rasanya kasihan karena tadi suaminya lembur.
"Ya sudah biarin saja lah. Aku mau shalat dulu." Kei langsung beranjak dari tempat tidurnya, ia mengambil air wudhu dan shalat Dhuhur.
Selesai shalat Dhuhur, Kei membangunkan Tuan Muda Lee karena suaminya itu juga belum shalat. "Mas, bangun. Waktunya shalat. Keburu waktunya habis, ntar keburu Ashar." Kei menggoncangkan tubuh suaminya.
Tuan Muda Lee hanya menggeliat. "Lima menit lagi, Honey. Aku ngantuk berat," ucap Tuan Muda Lee dengan nada yang serak basah ciri khas orang bangun tidur.
Kei memilih untuk berselancar di media sosialnya saja. Ia baru saja mengunggah foto kebersamaannya dengan Tuan Muda Lee di Paris. Ia memberi caption singkat 'My Lovely Husband'
Postingan itu mendapatkan banyak komentar positif. Tapi ada saja yang berkomentar negatif. Dan semakin lama semakin banyak yang berkomentar negatif.
"Lho, ini kok banyak yang komentar negatif sih? Emang ada apa?" tanya Kei dalam hatinya. Kei harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemarin saja ia posting masih baik-baik saja. Tapi kenapa hari ini banyak yang berkomentar negatif.
Kei tidak melakukan kesalahan apa-apa sebenarnya. Jadi Kei bingung. Ia mencari tahu info-info terkini. Dan mencengangkan, di beranda sosial media yang Kei telusuri. Banyak asumsi tentang Kei disana.
Berita-berita yang membuat Kei menjadi sedih. Di berita itu Kei dituduh sebagai pelakor. Entah siapa yang mendalangi.
"Apa mungkin si Athena?" tanya Kei dalam hati. Ia langsung mencari akun Athena dan ternyata benar. Athena menyebarkan rumor yang tidak benar pada dirinya.
"Kenapa sih dia selalu menyebarkan hal yang tidak benar!" seru Kei lantaran kesal dengan sikap Athena. Ia juga keki karena berita soal dia dituduh sebagai pelakor. Siapa juga yang jadi pelakor!
Karena Kei tadi agak meninggikan suaranya, jadi Tuan Muda Lee mulai membuka matanya. "Ada apa, Honey?" tanya Tuan Muda Lee dengan nyawa yang belum terlalu terkumpul. "Ini Mas, baca coba!" seru Kei sembari menyerahkan ponselnya ke suaminya.
Tuan Muda Lee membaca berita miring itu. Dan sudah dipastikan pelakunya adalah Athena. "Kamu yang tenang, Honey. Kita akan menyelesaikan semua ini. Aku akan klarifikasi soal ini juga."
__ADS_1