
Nyonya Ratu mengajak bu Dewi untuk berbicara empat mata..
Dengan takut dan pelan bu Dewi mengetuk pintu kamar majikan nya..
tok tok tok
"Masuk"
"Nyonya memanggil saya??? "
Ratu menggangguk dan menunjuk sofa yg kosong d sebelah nya "duduk lah Dewi"
"Ada apa nyonya??? Apa saya melakukan kesalahan??? " tanya bu Dewi takut..
Ratu menggeleng "Tidak, tapi saya ingin meminta izin mu untuk menjadikan Kinara s bagai pengasuh Brandon.. "
Bu Dewi terdiam dan menunduk..
Bukan tak ingin anak nya menjadi pengasuh,, tapi dia takut jika Kinara menolak. Apa yg akan dia bilang kepada nyonya nya nanti???
"Apa kamu keberatan Dewi??? Maaf kan saya, bukan saya ingin merendahkan Kinara, tapi saya melihat Brandon seperti nya bisa menurut semua kata kata Kinara.. Hanya sampai Brandon sembuh saja,, saya mohon Dewi." Ratu memelas.
"Maaf sebelum nya nyonya,, bolehkah saya membicarakan ini dulu dengan Kinara??? saya takut jika dia tak setuju, tapi saya akan berusaha meyakinkan Kinara nyonya"
__ADS_1
Ratu tersenyum dan mengangguk.
"Apa ada lagi yg anda butuhkan nyonya??? "
"Tidak ada Dewi, Terima kasih, saya harap ada kabar baik dari mu"
Dewi mengangguk "Saya permisi ke belakang dulu nyonya" Dewi meninggalkan kamar Ratu dan kembali melanjutkan pekerjaan nya...
Di dalam kamar,, Ratu berharap jika Kinara menyetujui nya. Jika tidak, maka dia akan sedikit memaksa...
...****************...
Sepulang dari jalan jalan bersama Farkhan , Kinara segera memasuki rumah nya.
Di dalam rumah,, ia melihat Bapak dan ibu duduk ber sisian..
Ia melihat mata ibu nya sedikit sembab.. Tapi ia tidak ingin berburuk sangka kepada bapak karena bapak nya tidak pernah main tangan walaupun penjudi dan banyak hutang..
"Duduklah Kinara"
Dengan sedikit curiga Kinara duduk d kursi depan kedua orang tua nya..
"Ada seorang teman yg akan melunaskan semua hutang bapak"
__ADS_1
Kina menghela nafas lega,, berarti ibu menangis bahagia. Dan ibu sudah tak perlu bekerja susah payah melunasi hutang hutang bapak yg sangat besar bagi mereka..
"Tapi ada syarat nya"
Kinara menunduk, entah kenapa ia merasa takut dengan sambungan kalimat yg akan d ucapkan bapak..
"Dia ingin bapak mengizinkan mu untuk bekerja dengan nya d sebuah club malam dan bapak tidak tau apa pekerjaan itu"
Kinara berdiri dari posisi nya, dan menatap tajam sang Bapak. Bapak yg tidak pernah bertanggung jawab. Ia sangat tau apa pekerjaan itu.. Dia bukan gadis yg terlalu polos dan lugu..
"Apa yg bapak pikirkan??? tega sekali bapak menjual ku kepada orang itu" Kinara sedikit membentak..
"Bapak tidak menjual mu, bapak hanya ingin kita hidup tanpa bayang bayang hutang ,, Apa Bapak salah??? " Suara Bapak tak kalah keras dari Kinara...
"Iya, memang Bapak yg salah,, Bapak yg berhutang tapi kami yg menanggung nya.. Apa bapak berhutang untuk kehidupan kami???? tidakkk!! Bapak membuat hutang hanya untuk kesenangan bapak tanpa peduli bisa atau tidak bisa melunasi nya.. Dan sekarang bapak limpahkan kesalahan bapak itu kepada Ku??? Jangan harap" Kinara menantang Bapak nya..
Sudah cukup selama ini dia diam dan manut dengan apa yg d katakan Bapak, jika tidak memikirkan ibu yg sangat sayang kepada Bapak nya,, mungkin Kinara sudah lama angkat kaki dari rumah ini...
Kinara membanting pintu dan keluar dari rumah..
Ia berlari dengan air mata yg sudah membasahi kedua mata nya...
...****************...
__ADS_1