
"Dasar suami tidak peka. Ngurusin kerjaan terus. Istrinya gak diurusin gak disayang-sayang." Kei menggerutu di dalam kamarnya. Ia mengeluhkan sikap Tuan Muda Lee yang akhir-akhir ini memang sibuk.
Sementara Tuan Muda Lee sekarang tidur di luar. Ia merenungi apa perbuatan yang membuat Kei marah sampai menyuruhnya tidur di luar.
"Emang aku salah apa sih? Duh bingung sama bumil satu itu. Untung sayang," ucap Tuan Muda Lee mengingat-ingat kesalahannya.
Kei itu lucu, ketika ada Tuan Muda Lee malah kode-kodean. Ketika tidak ada jadinya malah kangen. Si*lnya baby yang ada di rahim Kei itu mengkhianati Kei. Tadi mengusir sekarang jadi kangen.
Rasa kangen yang membuncah membuat Kei mau tidak mau langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Tuan Muda Lee yang tidur di luar.
"Ih kok kamu gitu, Nak. Katanya tadi suruh usir Daddy, sekarang kamu malah kangen sama Daddy. Kan Mommy jadi malu mau kangen-kangenan sama Daddy."
Kei mengelus perutnya yang masih datar itu. Perubahan hormon ibu hamil memang sangat lah drastis. Hingga tiba-tiba Kei menangis saking tidak kuatnya menahan rindu pada suaminya. Dasar emang wanita!
Kei putuskan untuk keluar kamar dengan mantap. Terlihat Tuan Muda Lee yang tiduran di sofa. Lengan tangannya ditaruh di sekitar mata. Kei yang melihatnya pun kembali menangis.
Ada terbesit rasa kasihan pada suaminya. "Mas... huhuhuhuhu." Kei tidak ragu untuk memeluk Tuan Muda Lee secara spontan. Tuan Muda Lee yang menerima pelukan itu jelas terkaget-kaget.
"Honey, lho kok kamu keluar?" tanya Tuan Muda Lee sembari membalas pelukan Kei. Kei tidak menjawab melainkan hanya isak tangis yang terus menggema di ruang itu.
Buru-buru Tuan Muda Lee mengurai pelukan itu karena mendengar Kei menangis terisak. "Honey, kenapa?" tanya Tuan Muda Lee keheranan. Kei pun menghentikan tangisnya.
Tuan Muda Lee dengan sigap langsung mengusap air mata yang membasahi pipi Kei.
"Sudah jangan menangis, Honey. Sebenarnya ada apa?" tanya Tuan Muda Lee lagi. Ia bukan cenayang jadi kalau urusan tebak menebak ya tidak bisa.
"Aku kangen Mas," ucap Kei tanpa rasa berdosa. Tuan Muda Lee mendengkus. Dalam hatinya ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya yang tadi menyuruhnya tidur di luar.
__ADS_1
"Lha katanya tadi suruh tidur di luar," ucap Tuan Muda Lee jujur. Ia tidak habis thingking. Kei menatap tajam suaminya.
"Dih, gak peka banget sih. Harusnya tuh kamu minta maaf. Kamu jahat banget sekarang gak ngasih aku perhatian," ucap Kei dengan nada menggebu-gebu.
Tuan Muda Lee terkesiap. Oh ternyata ini yang membuat Kei menjadi marah. Ia menangkup pipi Kei. "Maafin aku ya, Honey. Janji deh bakalan kasih ekstra perhatian sama kamu dan baby. Maaf akhir-akhir ini cuek soalnya kamu ngerti sendiri kerjaan di kantor banyak," ucap Tuan Muda Lee lembut.
Kei akhirnya bisa mengerti keadaan suaminya. Ia pun manggut-manggut. "Ya sudah ayo tidur di dalam. Di sini juga dingin," ujar Kei sembari menarik tangan Tuan Muda Lee.
Mereka pun tidur bersama lagi. Tidak ada drama tidur di luar sekarang. Bumil satu ini memang menguji kesabaran Tuan Muda Lee.
Kei yang memeluk Tuan Muda Lee pun langsung tertidur. Dia menghidu aroma maskulin dari tubuh suaminya yang menenangkan dirinya. Setelah tertidur, Tuan Muda Lee pun tersenyum. Ia menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Kei.
"Cantik banget sih kamu, Honey. Maaf ya kalau selama ini aku kurang perhatian. Tapi aku janji bakalan lebih memperhatikan kamu," ujar Tuan Muda Lee juga ikut terlelap.
******
Fajar sudah menyingsing dan Tuan Muda Lee bersiap untuk ke kantor. Tidak lupa ia juga memberikan kecupan hangat untuk istrinya sebelum berangkat.
"Honey, aku berangkat dulu ya. Oh iya nanti mau dibawakan apa pas pulang?" tanya Tuan Muda Lee mengurai pelukan. "Bawain bakso boleh deh," ucap Kei. Tuan Muda Lee mengangguk.
Sementara itu, di kediaman Akash. Dia ditanyai terus oleh Mom Angela. "Nak, kapan kamu memberikan kepastian pada Jane?" tanya Mom Angela tidak sabaran. Akash yang melihat Mom Angela pun harus menghela nafas dulu.
"Mom, sebenarnya aku dan Jane itu tidak ada hubungan apa-apa," ucap Akash jujur. Ia tidak mau disangkut pautkan lagi dengan Jane.
Bukan karena Akash tidak suka. Melainkan takut Jane yang menjadi ilfil dengannya. Akash takut jika dia memanfaatkan situasi dan kondisi Jane yang notabene berhutang budi pada Akash.
"Lho kok gitu. Katanya kalian sudah mulai dekat?" tanya Mom Angela. Akash menggeleng. "Bukan dekat sebagai kekasih, Mom. Tapi dekat sebagai atasan dan bawahan. Udah itu saja," jawab Akash.
__ADS_1
Mom Angela tidak boleh menyerah begitu saja. Ia harus menyatukan antara Akash dan Jane. Jane adalah anak yang baik. Akash yang bergaul dengan Jane pun juga ada dampaknya.
Semenjak Jane ada di samping Akash, Akash sudah tidak lagi mau ke club hanya untuk sekedar celap-celup. Dan itu adalah perubahan yang sangat dinantikan oleh Mom Angela.
"Gimana kalau kamu dan Jane berteman? Jangan cuma jadi atasan bawahan." Mom Angela pun mengusulkan hal itu. Akash yang mendengar usulan Mommy nya pun tertawa.
"Hahaha berteman? Kayanya enggak deh Mom. Aku memutuskan hubungan formal saja. Berteman sama cewek tuh susah Mom. Kita yang ribet, apalagi Mom tahu sendiri kalau cewek susah ditebak." Alasan yang diberikan oleh Akash cukup masuk akal.
"Gak semua kok, ya sudah lah kalau begitu. Terserah kamu, Mom pergi dulu." Merasa sarannya tidak dipakai, Mom Angela langsung meninggalkan Akash.
"Haduh, gimana ya? Kok jadi merajuk gitu?" tanya Akash pada dirinya sendiri. Daripada makin puyeng, Akash pun langsung berangkat ke kantor.
Di perjalanan tidak ada hambatan sama sekali. Sampai akhirnya Akash menjumpai Jane yang motornya mogok lagi.
"Lho, itu Jane ya? Kok berkutat sama motornya?" tanya Akash pada diri sendiri. Ia langsung menepikan mobil mewahnya itu dan menghampiri Jane.
"Jane?" sapa Akash. Jane yang tadinya membenarkan motornya pun langsung mendongak. Ia ikutan bangkit.
"Tuan Akash, kok Tuan disini?" tanya Jane keheranan. "Harusnya saya yang tanya kamu, Jane. Kenapa kamu disini? Mogok lagi itu motornya?" tanya Akash.
Jane pun mengangguk. "Iya Tuan, motornya mogok lagi."
"Ayo bareng saya saja. Tinggalkan disini saja motornya. Nanti biar orang suruhan saya yang benerin. Ayo keburu telat," ucap Akash no debat. Akhirnya Jane menyetujui.
*****
"Alhamdulillah sampai juga," ucap Jane. "Ya sudah ayo," ucap Akash yang turun dari mobil dulu dan membukakan pintu untuk Jane. Jane pun jadi salah tingkah karena perlakuan Akash.
__ADS_1
"Te-terimakasih, Tuan."