
Lima bulan kemudian.....
Kei dan Tuan Muda Lee memeriksakan kandungan nanti pukul 9 pagi. Mereka sudah ada janji dengan dokter kandungan. Sekarang usia kandungan Kei sudah menginjak tujuh bulan.
Jenis kelamin si baby pun akan terlihat nantinya. Sebenarnya Tuan Muda Lee ingin mengadakan pesta gender reveal tapi ajaknya Kei tidak setuju. Ia adalah pribadi yang sederhana. Pesta seperti itu tidak terlalu penting.
"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Tuan Muda Lee sembari membuka pintu kamar. Ia sudah siap sejak tadi. Tapi Kei masih saja berkutat di meja rias nya.
"Iya Mas, sebentar lagi ya." Kei agak sedikit berteriak supaya Tuan Muda Lee mendengarnya. Tuan Muda Lee hanya menjawab dengan deheman.
"Aku tunggu di ruang tengah ya," ujar Tuan Muda Lee tidak sabaran. "Oke Mas." Kei masih sibuk memilih lipcream yang cocok untuk dirinya.
Entah semenjak kehamilannya, Kei banyak bersolek. Aura ibu hamil satu ini emang beda. Apa mungkin tandanya anaknya itu perempuan? Entah! Cuma mitos.
"Aduh mana ya yang pas. Nude orange atau nude brown ya?" tanya Kei pada dirinya sendiri. Dalam genggamannya, Kei sudah memegang dia lipcream dengan warna yang berbeda.
Karena dirasa memilih lipcream seperti milih pasangan hidup, Kei putuskan untuk memakai lipcream dengan nude brown. Ternyata sangat cocok di bibirnya.
Setelah selesai berdandan itu, Kei langsung keluar dari kamar dan turun ke bawah. Tuan Muda Lee yang sudah menunggu sejak tadi pun enggan marah. Buat apa juga marah karena Kei memang kebiasaannya seperti itu sejak hamil.
"Sudah?" tanya Tuan Muda Lee memastikan. Jangan sampai di tengah perjalanan menuju rumah sakit, Kei kelupaan sesuatu. Itu akan membuat Tuan Muda Lee gusar.
"Sudah kok, Mas. Ayo buruan. Ini udah jam 08.40." Tuan Muda Lee mengangguk dan bangkit dari sofa empuk itu. Mereka pun langsung mengendarai mobil mewahnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit ternyata antriannya pas waktu Kei dipanggil. Beruntung sekali tidak dilangkahi. "Nyonya Keilla Anjani Anderson," ucap asisten dokter. Kei dan Tuan Muda Lee langsung masuk ke ruangan.
Di ruang itu, dokter Aira tersenyum ramah menyambut Kei dan Tuan Muda Lee. "Tuan Muda Lee dan Nyonya Keilla, silahkan duduk." Dokter Aira mempersilakan mereka duduk.
"Hai Dok." Kei menyapa dokter Aira. "Hallo Nyonya Keilla. Bagaimna dengan kandungannya. Apakah ada keluhan?" tanya dokter Aira ramah. "Alhamdulillah tidak ada keluhan apa-apa sih, Dok. Cuma itu kadang suka sensitif banget perasaannya."
Dokter Aira manggut-manggut. "Kalau itu wajar Nyonya. Karena pengaruh hormon wanita hamil. Kalau selain itu tidak ada ya?" tanya dokter Aira memastikan. Kei menggeleng.
"Baiklah kalau begitu. Mari Nyonya berbaring. Kita akan melihat dede bayinya. Ini sudah tujuh bulan ya?" tanya dokter Aira. Dokter Aira selalu membangun komunikasi yang baik antara pasien.
"Iya Dok, ini tujuh bulan. Saya dan istri tidak sabar mau lihat jenis kelaminnya." Tuan Kuda Lee juga ikut bersuara sekarang. Dokter Aira pun mengangguk.
"Ini langsung dikasih tahu atau dirahasiakan? Soalnya ada pasangan yang mengadakan gender reveal seperti itu."
"Dikasih tahu saja, Dok. Saya mau langsung tahu saja," ucap Kei. Dokter Aira langsung mengecek kandungan Kei.
"Jenis kelaminnya apa, Dok?" tanya Tuan Muda Lee tidak sabaran. Dokter Aira tersenyum terlebih dahulu. "Jenis kelaminnya cewek, Tuan, Nyonya."
Mendengar pernyataan dari dokter Aira yang menyatakan bahwa jenis kelaminnya adalah cewek, Kei dan Tuan Muda Lee senang. Sebenarnya apapun jenis kelaminnya mereka tetap senang yang penting sehat. Tapi saat mendengar itu rasanya bahagia sekali.
"Wah cewek ya ternyata. Pantas saja suka nendang-nendang." Kei mulai berceloteh. Ia tidak jarang merasakan tendangan itu. Dokter Aira pun ikut bahagia.
Setelah sesi periksa kandungan sudah selesai, Kei dan Tuan Muda Lee mampir ke mansion Mom Angela. "Mas, kita mampir ke mansion Mommy?" tanya Kei pada suaminya. Tuan Muda Lee mengangguk. "Iya Sayang. Sekalian saja kita mau cari informasi soal Akash yang katanya makin dekat dengan sekretarisnya yang bernama Jane. Dia tuh sekarang berhijab soalnya."
__ADS_1
Tuan Muda Lee juga penasaran dengan sosok Jane yang kerap diceritakan oleh Mom Angela sewaktu di telepon. Kali ini, Mom Angela mengundang Jane untuk makan malam lagi bersama mereka.
"Kenapa kita gak nginep ke mansion Mommy?" tanya Kei. Tuan Muda Lee menoleh ke arah Kei. "Ide bagus!"
******
Sesampainya di mansion Mom Angela. Kei dan Tuan Muda Lee turun. Hari ini, Mom Angela ada di mansion. Ia tidak ke toko berliannya karena ingin bersantai di mansion saja. Kunjungannya mungkin satu minggu tiga kali saja.
"Assalamu'alaikum," ucap Kei dan Tuan Muda Lee berbarengan. Mereka membawa bingkisan juga untuk Mom Angela dan Daddy Aaron. "Waalaikumsalam, eh Nyonya dan Tuan Muda. Ayo silakan masuk," ucap maid yang membukakan pintu utama.
Kei dan Tuan Muda Lee masuk dan ternyata langsung disambut oleh Mom Angela dan Daddy Aaron. "Ya ampun kalian ke sini kenapa gak bilang-bilang sih." Mom Angela langsung memeluk Kei dan Tuan Muda Lee secara bergantian.
Kei terkekeh. "Hahaha iya Mom. Kami kangen sama Mom dan Dad." Kei menimpali pernyataan Mom Angela.
"Ayo duduk dulu," ucap Daddy Aaron. Mereka pun duduk. "Duh, seharusnya gak perlu repot-repot bawain kaya gini lho. Mom dan Dad dikunjungi saja sudah sangat senang." Mom Angela menerima bingkisan itu dari tangan Kei.
"Hanya sedikit, Mom." Tuan Muda Lee ikut menimpali. Mereka pun mengangguk. "Gimana kandungan kamu, Sayang? Sehat? Sudah periksa lagi?" tanya beruntun emak-emak satu ini hahaha.
Tuan Muda Lee dan Kei saling pandang. Mungkin saatnya mereka memberitahu soal jenis kelamin itu. "Sudah Mom, Dad. Kami sudah memeriksakan kandungan Kei tadi pagi. Dan jenis kelaminnya yaitu cewek." Tuan Muda Lee memberitahu dengan antusias.
Mom Angela dan Daddy Aaron pun saling pandang. Mereka tidak salah dengar, kan? Baby girl! Yeay!
"Baby girl? Really?" tanya Mom Angela tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya demikian juga dengan Daddy Aaron.
__ADS_1
Kei pun mengangguk sembari mengelus perutnya yang semakin membuncit. "Iya Mom, Dad. Jenis kelaminnya perempuan. Cucu Mom dan Dad perempuan." Kei memperjelas itu. Mereka senang bukan main. Setelah mereka punya anak cowok semua. Dan ini cucunya cewek. Suatu kebahagian yang sebenarnya.
"Wah, Mom dan Dad gak menyangka. Kita bakalan jadi Oma dan Opa, Sayang!" pekik Mom Angela sembari memeluk Daddy Aaron dengan mesra.