
Hari ini Kinara dan Brandon berada di sebuah rumah sakit.. Karena kejadian ciuman kemarin, membuat Brandon merasakan sakit D kedua kaki lumpuh nya..
Dan saat ini Kinara tengah duduk D taman rumah sakit, Brandon menolak untuk ditemani. Katanya ingin konsultasi masalah pribadi. Sekalian Brandon ingin langsung terapi agar cepat kembali berjalan.
"Kenapa melamun nona"
Mendengar suara yang tak asing di telinga nya, membuat Kinara menoleh..
"Farkhan??? "
"Kebetulan kita bertemu disini, ada banyak hal yg ingin ku sampaikan" Kinara menggeser duduk nya karena kursi yang di duduki Kinara cukup untuk dua orang..
"Kau tau apa yg membuat mu kecewa saat di dunia ini Kinara???? "
Pertanyaan Farkhan di jawab gelengan kepala.
"Saat menginginkan sesuatu, tapi kau tak bisa menggapainya"
Jawaban Farkhan membuat Kinara tertegun. Ia juga merasakan apa yg dirasakan Farkhan. Tapi apa boleh buat, ia tak bisa apa apa..
Semalam ibu nya bercerita jika Brandon telah banyak membantu keluarga nya. Brandon membayar lunas semua hutang hutang bapak nya. Brandon juga memberikan modal usaha untuk kakak dan kakak ipar nya. Jadi apa lagi alasan Kinara menolak Brandon???.
Yang ada kini Kinara akan belajar mencintai Brandon.. Walaupun hati nya menolak..
"Aku tau apa yg kamu rasakan Farkhan dan aku juga merasakan hal sama, tapi aku bisa apa. Mungkin dulu aku menolak saat bapak akan menjual ku. Tapi sekarang, aku tak bisa berbuat apa apa karena Brandon banyak memberi kan ku bantuan"
__ADS_1
Farkhan mengangguk..
"Dia memang sangat baik,, dan itu lah alasan ku tidak bisa mempertahankan mu"
Kinara menatap mata Farkhan yg juga menatap nya dengan tatapan sendu seolah tak berdaya..
"Maksud mu??? "
"Brandon orang yg ku cerita kan tempo hari.. Ia juga banyak membantu ku Kinara.. Dia adalah pria yg baik"
Lagi lagi Kinara terdiam..
"Jika saja aku bisa dan melebihi Brandon. Mungkin aku akan bersaing dan berusaha merebut mu dari nya.. Tapi aku tau dimana aku berada, dan aku sangat jauh d bawah Brandon"
"Jangan merasa rendah diri seperti itu Farkhan"
"Setelah ini aku tak akan bisa bertemu dengan mu Kinara"
"Maksud mu??? "
"Aku akan meneruskan sekolah dokter spesialis d luar negri.. Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita.. Aku harap kau bisa bahagia dengan Brandon.. Aku akan selalu mendoakan yg terbaik untuk mu Kinara"
Tak terasa satu tetes air mata Kinara mengalir d pipi. Entah kenapa mendengar orang mendoakan nya dengan tulus membuat hati nya sedih. Kemarin Daniel, sekarang Farkhan...
Ingin sekali Kinara berteriak dan berkata jika ia mencintai pria d samping nya ini. Tapi itu hanya angan dan akan menjadi kenangan..
__ADS_1
"Jangan menangis Nona, wajah mu sangat jelek ketika menangis.. hehehe"
Ucapan Farkhan membuat air mata Kinara semakin deras...
"Boleh kah aku memeluk mu untuk yg terakhir kali Kinara??? "
Tanpa jawaban, Kinara langsung memeluk pinggang Farkhan.
Sedangkan Farkhan menutup mata yg basah tapi dengan cepat ia menyeka nya..
Sejenak Farkhan meresapi aroma tubuh Kinara yg membuat nya merasa nyaman.. Biarkan sejenak seperti ini, karena mungkin ini adalah pelukan terakhir dan pelukan perpisahan...
Dering ponsel Kinara membuat mereka menyudahi aksi pelukan. Nama Brandon tertera d layar ponsel..
"Maaf Farkhan, aku harus pergi.. Aku ingin saat kita bertemu lagi nanti kau sudah menjadi orang yg sukses. Sampai jumpa lagi Farkhan. "
Farkhan mengangguk..
Saat Kinara berjalan beberapa langkah Farkhan kembali memanggilnya membuat langkah Kinara terhenti dan membalikkan badan..
"Ku tunggu janda mu Kinara" ucap Farkhan setengah berteriak.
Wajah Kinara seketika memerah dan berlari meninggal kan Farkhan..
.
__ADS_1
.
.