
D sebuah perusahaan ternama. Kinara dengan langkah tegap mendorong kursi roda Brandon.
Semua karyawan berkumpul d aula.. Mereka semua d beritahu tadi pagi jika CEO kantor ini ingin mengadakan pertemuan.
Mereka yg karyawan lama, pasti sudah tahu jika Brandon mengalami kecelakaan dan menghabiskan waktu nya d kursi roda.
Sedangkan karyawan baru, mereka bertanya tanya bagaimana tampang CEO mereka..
Apakah sama seperti novel novel yg beredar. Tampan dan gagah....
Tak lama setelah semua berkumpul,, suara tapak sepatu memenuhi ruang aula...
Jika karyawan lama tersenyum melihat Brandon sudah bangkit, tidak dengan mereka yg baru kecewa melihat CEO mereka duduk d kursi roda.
Tidak ada gunanya wajah yg tampan jika ia hanya bisa duduk pasrah d kursi roda..
Brandon menyampaikan kata kata sambutan. Ucapan maaf karena selama ini bukan Brandon yg langsung mengurus perusahaan nya, dan Terima kasih karena sudah membantu perusahaan berkembang hingga sekarang..
Tepuk tangan para karyawan menandakan jika Brandon sudah selesai dengan kata kata nya..
Kinara mendorong kursi roda Brandon menuju ruangan nya..
Didalam ruangan, Kinara berdecak kagum melihat furnitur serba mewah dan elegan..
Kinara juga melihat kursi dan meja disudut ruangan.. Yang ia yakini jika itu adalah meja kerja nya...
Untung saja dulu dia pernah bekerja d salah satu perusahaan, jadi Kinara tidak begitu canggung saat memasuki perusahaan... Ingatan Kinara kembali saat ia bahagia saat d Terima kerja d sebuah perusahaan dan harus berakhir sedih dengan pemecatan nya..
"Jika kau tak suka dengan meja mu, aku akan menyuruh orang mengganti nya"
__ADS_1
Suara Brandon memutus lamunan Kinara.
Kinara menoleh dan tersenyum..
"Jangan d ganti tuan muda, saya suka. Bahkan meja ini lebih bagus dari meja kerja saya dulu"
Brandon menaikkan satu alis bertanya..
"Kau pernah bekerja d perusahaan ??? "
"Ya, tapi itu dulu.. Sebelum menjadi tukang ojek"
"Oh ya???? "
Kinara mengangguk
"Lalu kenapa kau berhenti???? "
"Jangan tertawa seperti itu tuan,, tuan selalu mengejek ku"
"Bukan mengejek,, tapi aku yakin kau melakukan kesalahan. Karena tidak mungkin d pecat tanpa alasan. Atau jangan jangan kau menggoda bos mu??? " Brandon menyipitkan kedua mata membuat Kinara kesal..
"Enak saja, perusahaan itu bangkrut dan memecat seluruh karyawan nya,, lagi pula tidak mungkin saya menggoda bos gendut dan tua" Membayangkan nya saja Kinara sudah bergidik ngeri..
"Hahaha,,, tapi aku yakin sekarang kau bahagia bekerja disini??? "
"Kenapa seperti itu??? " tanya Kinara bingung..
"Karena bos mu yg d sini sangat tampan" Brandon merapikan jas nya dengan gaya songong menurut Kinara..
__ADS_1
"Haha,, tuan bisa saja... Memang tampan tapi... " Kinara menghentikan kalimat nya yg membuat Brandon sedikit sedih dan agak tersinggung..
"Aku tau,, karena aku lumpuh. Begitu maksud mu kan??? " Brandon membalikkan kursi roda nya beranjak menuju meja kebesaran nya..
"Tuuuuan... bukan itu maksud saya,, sungguh"
Brandon mengangkat satu tangan saat melihat Kinara akan mendekat.. Membuat Kinara berhenti dan tak jadi mendekati Brandon..
"Maafkan saya jika menyinggung perasaan tuan"
Brandon tak menjawab..
"Pergi ke meja mu, dan tunggu pekerjaan untuk mu"
Kinara melangkah gontai menuju meja kerja nya.. Dia bingung karena tak tau apa yg akan dia kerjakan..
Dan saat ini Brandon juga ngambek membuat ruangan sunyi seperti kuburan..
Beberapa kali Kinara menghembuskan nafas kasar, seraya melirik ke arah Brandon yg fokus melihat dokumen d hadapan nya..
Ingin keluar ruangan tapi takut minta izin kepada Brandon.
Jika saja Brandon adalah pacar Kinara. Mungkin 1001 cara akan ia lakukan untuk merayu. Tapi Brandon adalah atasan nya..
Ditengah keputus asaan nya, Kinara akhirnya merebahkan kepala nya d atas meja.. Dan akhirnya tertidur dengan lelap..
.
.
__ADS_1
.