Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh
Bab 45


__ADS_3

"I-istri!" pekik Athena seakan tidak percaya. Ia menelisik ke penampilan Kei yang lumayan cantik sekarang. Tapi menurut Athena, Kei tidak kalah cantik darinya.


"Kamu serius, Bee? Dia jelek kaya gini?" tanya Athene meledek penampilan Kei dari atas ke bawah. Kei pun jengah. Ia memutar bola matanya malas.


"Jangan pernah menjelek-jelekkan istriku. Bahkan istriku lebih cantik darimu. Dan yang terpenting dia lebih baik daripada kamu, Na!" seru Tuan Muda Lee. Ia sudah terlanjur geram ke arah Athena yang tiba-tiba muncul. Sungguh membuat dirinya dan Kei jadi tidak mood untuk jalan-jalan ke Istana Versailles. Tuan Muda Lee mencekal tangan Kei dan membawanya pergi dari hadapan Athena. "Ayo kita pergi dari sini saja, Honey. Percuma kita ada disini. Aku sudah muak melihat wajahnya!" Tuan Muda Lee yang sudah sangat kesal dengan Athena memilih meninggalkan Istana Versailles itu.


Tuan Muda Lee dan Kei pergi, sedangkan Athena malah memekik kesal. "Sial!Tunggu pembalasan dariku wanita murahan. Kqmuntelah merebut Lee dariku! Aku akan pastika bahwa Lee akan jatuh ke tanganku! Camkan itu!" seru Athena sambil membawa tumpukan buku di tangannya.


Sedangkan Tuan Muda Lee dan Kei memilih untuk pergi ke tempat lain. Mereka mengendarai kendaraan umum. Kei nampak santai sedangkan Tuan Muda Lee nampak khawatir karena ia tidak tahu perasaan sebenarnya yang dirasakan istrinya.


"Honey, aku benar-benar minta maaf. Aku juga tidak tahu bahwa Athena juga kemari. Sama sekali aku tidak tahu. Dan untuk cemoohannya jangan dimasukkan di hati, Honey," ucap Tuan Muda Lee sembari memegang jemari dari Kei. Ia mengecup punggung tangannya.


Kei pun tersenyum. Ia memandang lekat manik mata suaminya. "Dengarkan aku, Mas. Aku sama sekali gak ambil hati soal mantan kekasihmu itu. Biarin dia omongin kita apa. Yang jelas, yang aku tahu kamu cinta aku dan aku juga cinta kamu," ucap Kei tulus.


Mendengar perkataan Kei yang tulus, Tuan Muda Lee bisa bernafas lega. Dirinya beruntung punya Kei di hidupnya. Kei adalah segalanya baginya.


"Terimakasih, Honey. Aku juga sangat mencintaimu. Oh iya, kita ke tempat lain saja ya? Kamu pengen ke mana?" tanya Tuan Muda Lee mengalihkan topik.


Kei menggeleng. "Aku tidak tahu, Mas. Mungkin kamu ada saran?" tanya Kei. "Bagaimana kalau kita ke Seine River? Kita bisa naik kapalnya disana dan menikmati pemandangan kota Paris," tukas Tuan Muda Lee. Kei pun menurut. "Oke Mas, kita ke sana saja."


Butuh sekitar 45 menit untuk sampai ke Seine river. Selama perjalanan, Kei dan Tuan Muda Lee juga mengamati kota Paris yang begitu indah di pagi hari. "Mas, enak banget ya disini," tukas Kei antusias. Tuan Muda Lee terkekeh pelan. Ia mengusap surai lembut Kei. "Iya Honey."

__ADS_1


Setelah 45 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai. Mereka pun memotret keindahan sungai itu. Sesekali Kei dan Tuan Muda juga berselfie ria.


"Naik kapalnya mau?" tanya Tuan Muda Lee. Kek mengangguk antusias. "Mau banget! Ayo!" Mereka pun membayar terlebih dahulu dan naik ke kapal itu. Di dalam kapal kecil itu muat sekitar 20 orang.


Kapal kecil itu berlayar menyusuri kota Paris. Mereka tidak segan untuk pamer kemesraan. Kei bersandar di dada Tuan Muda Lee. "Mas, aku bahagia banget!" pekik Kei saking senangnya. Ia mendongak ke arah wajah Tuan Muda Lee. Suaminya begitu tampan dan gagah dilihatnya.


*****


Sedangkan di Istana Versailles, Athena dan crew tim modelnya pun sedang melakukan sesi foto. Sepanjang pemotretan, Athena banyak melamun. Ia merasa menyesal meninggalkan Lee.


"Kamu yang fokus dong. Ini sudah jepretan ke 20 lho," tukas potografer dalam bahasa Perancis. Athena pun mengangguk. Ia mencoba fokus dulu dalam pemotretan.


"Sial! Gara-gara kejadian tadi gue jadi gak fokus gini!" seru Athena dalam hatinya. Pemotretan pun dimulai lagi. Dan beruntungnya Athena bisa kembali fokus. "Oke! Pemotretan kali ini sudah selesai. Kita sambung lain waktu lain," tukas potografer itu. Athena pun tersenyum.


Mungkin Bram sudah malas dengan Athena. Tapi entahlah. "Gue harus gimana ya? Gue harus bisa dapetin Lee lagi. Gue mau dia jadi milik gue lagi!" seru Athena dalam apartemennya. Ia merebahkan diri ke ranjang dan memikirkan rencana apa yang pas untuk memisahkan Kei dan Tuan Muda Lee.


"Gue harus mikir, tapi siapa orang yang gue mintai tolong?" Athena terus bermonolog. Ia pun belum menemukan jawabannya.


"Sementara ini gue akan kerja sendiri. Nanti kalau setelah jalan beberapa tahap gue akan cari sekutu." Athena sudah memikirkan cara untuk menyingkirkan Kei terlebih dahulu.


Athena kesepian dalam apartemen dan ia mencoba menghubungi Bram. Ternyata ia juga merindukan sosok Bram. Karena akhir-akhir ini mereka jarang komunikasi.

__ADS_1


"Hei, Baby. Akhirnya kamu melakukan panggilan video juga. Kemana saja kamu, Baby?" tanya Bram dalam telepon itu.


"Aku sibuk pemotretan, Sayang. Beberapa hari ini aku memang sangatlah sibuk. Mulai dari pemotretan dan menandatangani kontrak. Belum lagi bertemu dengan pemilik BA dari salah satu parfum terkenal di Perancis. Capek banget, Sayang," keluh Athena.


Di seberang sana, Bram malah terkekeh. "Apa aku harus menghampiri kamu kesana juga, Baby? Sepertinya kamu juga butuh servis dariku," ucap Bram genit.


Bram memang sudah pernah berhubungan b*d*n dengan Athena. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Athena juga tidak keberatan akan hal itu. Namun, mereka melakukannya dengan pengaman yang pasti.


Baik Bram atau Athena tidak mau kebobolan. Mereka belum siap jika harus ke jenjang yang lebih serius.


"Kamu sama saja genitnya. Jangan-jangan kamu di Indonesia sedang bermesraan dengan cewek lain ya?" tanya Athena menyelidik.


"Tidak Baby, sejak kapan aku berani mengkhianati dirimu, hemm?" tanya balik Bram. Athena mengendikkan bahu. "Kan gak ada yang tahu?" tebak Athena.


Athena pun tidak heran jika Bram sering bergonta ganti pasangan. Mereka pun bisa dekat karena hubungan kerjasama dulu saat Athena masih berhubungan dengan Lee.


"Ya sudah besok deh aku kesana, Baby. Kamu tidak keberatan, kan?" tanya Bram. Athena pun enggan menjawab. Ia memilih untuk diam.


Merasa dicueki oleh Athena. Bram pun mendengkus. "Hei kamu kenapa, Baby? Kenapa hanya diam? Kamu tidak suka kalau aku kesana?" tanya Bram lagi.


"Terserah kamu saja, Sayang. Aku cuma tidak mau menganggu urusan kantormu yang begitu padat." Athena beralasan membuat Brak mengernyit.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu tidak enakan seperti ini Baby? Kalau begitu bagaimana kalau kita VCS saja dulu?"


"VCS?" beo Athena


__ADS_2