
"Perkenalkan pak, nama saya Brandon" Brandon menyodorkan tangan yg langsung di sambut Bapak..
"Maaf,, rumah saya mungkin membuat Anda tidak nyaman"
Bapak melihat pakaian Brandon yg necis menandakan ia adalah orang berada. Bapak menjadi rendah diri.
Brandon tersenyum tulus.
"Tidak apa apa pak, tapi apakah Bapak bisa ikut dengan kami??? Saya ingin membicarakan sesuatu yg serius pak"
Bapak melihat sekeliling, mereka sudah di kelilingi para tetangga bapak yg penasaran dengan tamu yg datang..
Bapak mengangguk dan mengikuti Kinara dan Brandon dari belakang.
Sepanjang jalan menuju mobil, bapak dengan bangga memperkenalkan Kinara...
Dia anak gadis saya, cantik bukan. Kecantikan nya menurun dari istri saya..
Kata kata Bapak membuat Kinara terisak.. Tapi dengan cepat Brandon menggenggam tangan Kinara yg bertengger di kursi roda nya..
Dengan tersenyum Brandon berkata "Maafkan semua masa lalu bapak mu Kinara"
Kinara mengangguk mantap..
Didalam mobil, tak henti henti nya bapak memuji semua kecanggihan mobil yang ia tumpangi. Membuat Kinara malu, tapi dengan cepat Brandon mengatakan jika tidak apa apa..
__ADS_1
Mobil berhenti di sebuah rumah besar 2 lantai,, Di depan nya terdapat toko barang harian yg masih tutup..
"Rumah siapa ini tuan???" Bisik Kinara kepada Brandon, hembusan nafas Kinara membuat Brandon meremang..
"Kau akan tau nanti"
Kinara, Brandon dan Bapak masuk kedalam rumah itu. Di dalam nya sudah lengkap terisi perabotan rumah tangga..
"Kami mengajak Bapak kesini ingin menyampaikan sesuatu pak" ucap Brandon mengawali kalimat
Bapak mengernyit bingung..
Brandon menggenggam tangan Kinara yg duduk D samping nya..
Bapak melirik Kinara yg mengangguk sebagai jawaban..
"Kalau Bapak terserah Kinara saja nak Brandon. Tapi maaf kan bapak yg tidak bisa membantu apa apa.. Doa bapak akan selalu menyertai kalian.. "
Kinara dan Brandon tersenyum..
"Apa ini rumah mu nak Brandon?? "
Brandon menggeleng,, "Ini akan menjadi rumah Bapak dan ibu nanti. D depan sudah ada toko kelontong, isinya semua sudah lengkap. Jadi Bapak hanya menjalankan nya saja. Setiap bulan akan ada orang yg datang mengisi isi toko"
Jawaban Brandon membuat Bapak menggeleng..
__ADS_1
"Bapak tidak bisa menerima nya nak,, bagi Bapak sekarang adalah kebahagiaan anak anak Bapak sudah cukup. Lagipula ibu Kinara sudah membenci Bapak"
Brandon tersenyum "Ibu Kinara sudah ku beritahu semua nya pak, dan ibu bersedia tinggal disini dengan bapak dengan catatan bapak harus berubah"
Ucapan Brandon membuat Kinara melirik tajam. Kinara terkejut mendengar penuturan Brandon.. Ia yang anak ibu nya saja tidak tau apa apa tentang semua ini. Kenapa Brandon yg lebih tau???
"Maaf aku mendahului mu Kinara" Brandon tau apa yg ada D pikiran Kinara.
"Benarkah nak??? " tanya Bapak berbinar..
Brandon mengangguk mantap..
"Bapak akan berubah nak,, bapak janji... dan bapak akan bersumpah di hadapan kalian.. Jika Bapak tidak akan mengulangi kesalahan bapak di masa lalu"
"Sebelum nya maaf Pak,, saya adalah orang yg sangat membenci seorang yg ingkar janji.. Saya harap bapak bisa menepati janji bapak"
Bapak mengangguk mantap..
"Mulai saat ini Bapak tinggal lah disini,, nanti ibu akan menyusul kesini"
Setelah berbincang dan berbasa basi Kinara dan Brandon pergi meninggalkan rumah yg sekarang sudah sah milik bapak dan ibu..
Di dalam mobil tak henti nya Kinara memandang kagum pria yg duduk di sebelah nya ini..
Dan mulai detik ini Kinara akan belajar mencintai Brandon sepenuh hati..
__ADS_1