
"Hmmm," Tuan Muda Lee pun berdehem karena Mom Angela dan Daddy Aaron sibuk bermesraan di depan anaknya. Akibat deheman itu, Mom Angela dan Daddy Aaron langsung mrngurai pelukan itu.
"Eh, sampai kelupaan ada anak dan mantu," ucap Daddy Aaron terkekeh. Tuan Muda Lee dan Kei ikut tertawa ringan. Tiba-tiba Tuan Muda Lee penasaran dengan Jane yang sudah menenangkan hati Akash.
"Mom, Akash katanya menjalin hubungan dengan Jane ya? Emang itu benar adanya?" tanya Tuan Muda Lee penasaran. Kei pun ikut menimbrung. Telinganya siap untuk mendengarkan.
"Iya, Sayang. Adikmu ada hubungan sama Jane. Tapi kalau Mommy tanya dia gak ngaku kalau dia pacaran sama Jane. Jadi, kan aneh." Mom Angela bercerita tentang Akash itu secara gamblang.
"Lho, bukannya kalau kekasih itu harusnya diakui ya, Mom?" tanya Kei ikut menimpali pernyataan dari Mom Angela. Mom Angela pun mengendikkan bahunya.
"Entahlah. Tapi hari ini Akash bakalan ngajak Jane untuk makan malam disini lagi, kok. Ya, kan Sayang?" tanya Mom Angela ke Daddy Aaron.
Daddy Aaron pun mengangguk. "Iya betul! Kalian penasaran sama Jane, kan? Kenapa tidak menginap disini saja?" tanya Daddy Aaron. Kei tersenyum. "Memang kami mau menginap, Dad. Kami rencananya mau nginep satu hari disini."
******
Malam pun telah tiba, Kei dan Tuan Muda Lee sudah bersiap dengan makan malam. Dan tidak berselang lama, Akash datang bersama Jane.
Oh ini ternyata Jane. Dia adalah wanita yang sopan santun dan berjilbab. Wajahnya bikin teduh siapa yang menyaksikan. "Assalamu'alaikum," ucap Jane pada semua penghuni mansion itu.
"Waalaikumsalam," jawab orang tua Akash dan Kei serta Tuan Muda Lee kompak. Jane pun langsung mencium punggung tangan orang tua Akash disusul dengan menjabat tangan Kei dan Tuan Muda Lee.
"Ayo silakan masuk, Jane." Mom Angela pun menyamnut hangat Jane. Ia sangat senang akan kehadiran Jane. Jane membawa pengaruh positif untuk semuanya.
Makan malam pun segera di mulai. Sebelum itu, semuanya juga berdoa. Setelah acara makan malam selesai. Mereka pun bersantai.
Jane duduk dengan para wanita hahaha. Ada Mom Angela dan Kei. "Jane, senang bisa bertemu denganmu," ucap Kei ramah.
__ADS_1
Jane pun tersenyum lebar. "Saya juga senang bisa bertemu dengan Nyonya Kei," ucap Jane. Kei langsung menggeleng. "Jangan panggil Nyonya Kei dong, mau jadi calon adik ipar kok. Panggil saja Kei. Kita seumuran kok," ucap Kei terkekeh.
Wajah Jane pun bersemu merah. Ia malu saat Kei menyebutnya calon adik ipar. "Saya tidak ada hubungan apa-apa kok sama Akash, Kei."
Jane memilih untuk jujur. Ia tidak mau jika kehadiran Jane dalam hidup Akash disalahartikan.
Mana mungkin juga seorang Akash menyukai Jane. Itu yang ada di pikiran Jane. "Hahaha, kamu tuh bisa saja mengelaknya, Nak. Mommy sangat merestui kamu dan Akash untuk menjalin hubungan lebih serius kok," ucap Mom Angela.
Karena kehebohan trio wanita itu, akhirnya trio pria itu pun juga mendekat. Ikut nimbrung. "Jadi gimana?" tanya Daddy Aaron.
"Daddy merestui hubungan Jane dan Akash, kan?" tanya Mom Angela pada Daddy Aaron.
Daddy Aaron pun mengangguk. "Kalau Daddy sih setuju aja. Gimana nih Akash?" tanyanya.
Akash pun kelimpungan mau menjawab. Ia jadi gagu akan menjawab itu. Jane bisa melihat hal itu. Seorang Akash Anderson gugup saat ditanyai sesuatu yang sepele.
"Udah lu jawab aja napa," ledek Tuan Muda Lee sembari menepuk pundak sang adik.
****
"Mas, sebelum pulang aku mau es cendol dong," ucap Kei memelas. Posisi mereka masih di perjalanan akan pulang. Tuan Myda Lee yang awalnya fokus menyetir pun langsung menoleh ke arah Kei.
"Boleh, tapi dimana ya? Jarang sih ada yang jual begituan. Apalagi gak higienis juga, kan." Tuan Muda Lee sepertinya menolak halus. Ia tidak mau Kei jajan sembarangan.
Kei pun mengerucutkan bibirnya. Ia pun merajuk sekarang. Lagi-lagi, Tuan Muda Lee dibuat mati kutu dengan sikap Kei.
Tuan Muda Lee terpaksa putar balik untuk mencari es cendol keinginan sang istri. "Ya sudah kita cari deh," ucap Tuan Muda Lee pasrah.
__ADS_1
Kei yang awalnya merajuk menjadi sumringah dan ia membayangkan es cendol dengan gula merah dipadukan es yang begitu banyak membuat air liurnya seakan menetes.
Setelah beberapa puluh menit mencari, akhirnya dapat juga. "Mas, itu ada yang jualan es cendol!" pekik Kei antusias. Ia sangat senang karena sudah menemukan apa yang ia inginkan.
Mobil mewah itu langsung ditepikan di seberang jalan. Mereka pun menyebrang. "Mang, es cendolnya 2 ya," ucap Kei antusias. Tuan Muda Lee yang berada di sampingnya pun menggeleng.
"Mang, esnya yang banyak ya. Oh iya, gula merahnya juga yang banyak." Kei menambah request an itu. "Oke!"
Tidak berselang lama, Kei sudah mendapatkan apa yang ia mau. "Ini teh, es cendolnya. Semuanya 15 ribu rupiah." Penjual itu memberikan sebungkus kresek berisi dua es cendol.
"Mas, bayar. Aku gak bawa dompet," ucap Kei sembari menatap Tuan Muda Lee. Ia pun kelupaan juga bawa dompet. "Aduh, Honey. Aku lupa, dompetnya ketinggalan di mobil. Sebentar kamu tunggu sini dulu, aku mau bayar." Tuan Muda Lee langsung menyebrang jalan yang nampak sepi.
Ia mencari dompetnya. Tapi nahas, Tuan Muda Lee malah mendengar teriakan Kei minta tolong.
"Mas! Tolong!" pekik Kei. Penjual es cendol itu turun membantu Kei tetapi tenaganya tidak sekuat orang yang menculik Kei.
"Tolong!" pekik penjual es cendol itu juga. Tuan Muda Lee langsung menoleh ke arah Kei yang sudah dibawa oleh mobil berwarna hitam.
"Honey!" pekik Tuan Muda Lee. Ia langsung mengeluarkan uang 100 ribu rupiah dan diberikan oleh penjual itu.
"Ambil saja kembaliannya. Saya mau mengejar istri saya, Pak." Tuan Muda Lee buru-buru. "Terimakasih, Pak. Semoga istrinya tidak kenapa-napa," ucap penjual itu masih tersungkur.
"Aamiin"
Tuan Muda Lee langsung tancap gas dan mengejar penculik itu. Dalam hatinya ia merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia se lalai itu menjaga istrinya.
"Honey, maafkan aku," ucap Tuan Muda Lee lirih. Ia langsung menghubungi Arsa dan bodyguard nya.
__ADS_1
"Ar, saya butuh bantuan kamu! Cepat kirim bodyguard saya ke alamat yang akan saya share nantinya. Istri saya diculik ini. Jangan lupa juga ajak polisi untuk meringkus penculikan ini! Saya mau kamu bisa bertindak cepat, Ar!" seru Tuan Muda Lee.
"Baik Tuan Muda," ucap Arsa langsung mengomandani semua bodyguard Tuan Muda Lee dan menghubungi polisi