
"Mommy tidak setuju jika 3 bulan lagi sayang,, terlalu lama"
Ratu langsung bangkit dari posisi duduk nya saat mendengar ucapan Brandon...
"Maaf mom,, tapi itu adalah keputusan Kinara"
"Hah,, kenapa harus dia yg memutuskan???? "
"Mom,, Kinara juga memiliki impian yg akan kita rebut saat status nya berubah. Jadi..... "
"Impian apa!??! Bukan kah kita bisa mengabulkan semua impian dia??? " Ratu memotong kalimat Brandon..
"Mom,, Tidak semua keinginan bisa d beli dengan uang"
"Haah.... baiklah baik. Mommy akan mengikuti semua keinginan kalian... ".
" Terima kasih mom"
.
.
.
Ratu turun sendiri mempersiapkan semua rencana pesta pernikahan Brandon.
Ia tak ingin ada kesalahan nanti nya..
Sedang kan Brandon dan Kinara masih melakukan kegiatan seperti biasa.
Brandon mulai sibuk dengan perusahaan.. Tentu saja Kinara selalu berada d sisi Brandon..
__ADS_1
Siang itu....
"Kinara,,, pulang kerja nanti kita pergi ke suatu tempat"
Kinara menoleh dan mengangguk..
"Kamu tidak mau tau kemana kita akan pergi??? "
"Hmmmm... Memang nya kita kemana tuan??? " tanya Kinara bingung.
"Kerumah bapak mu,, karena aku harus meminta izin jika ingin menikahi anak nya"
Kinara terdiam, Brandon tidak tau bagaimana watak Bapak nya.. Ia takut jika nanti sang Bapak membuat malu d depan Brandon..
"Tapi tuan, saya bahkan tidak tahu dimana sekarang Bapak tinggal. "
"Saya sudah tau semua informasi tentang bapak mu. Jadi kau tak usah ragu karena aku sudah mempersiapkan semua"
Siang itu Brandon dan Kinara berkunjung ke rumah baru Bapak nya Kinara..
Sebuah pemukiman kumuh,, di bawah kolong jembatan, bangunan kotak sebesar 2x2..
Setelah mengucap salam berkali-kali, Bapak keluar dengan keadaan yg memprihatinkan..
Seperti orang gila yg tak terurus.. Kinara memandang miris nasib sangat bapak setelah D tinggal kan ibu.. Tapi mungkin ini adalah karma Tuhan untuk Bapak..
Kinara mendongakkan wajah agar air mata nya tak menetes..
"Kinara??? " Mata sang bapak mengembun. Melihat anak perempuan satu satu nya datang..
Sudah beberapa bulan ini ia hidup sebatang kara, tanpa ada seorang pun yg mau membantu. Bapak Kinara mengumpulkan barang barang bekas untuk D tukar dengan sesuap nasi..
__ADS_1
Berkali kali rentenir hingga teman judi bapak datang menagih hutang, tapi apa mau di kata.. Bapak nya tak bisa membayar,, Jadilah sang bapak di pukul habis habisan...
Bapak sudah tak sanggup di pukul setiap hari.. Tak dapat mengobati luka karena tak ada uang..
Dan penyesalan pun datang menghampiri. Dan bersumpah jika akan merubah semua prilaku bejat nya dan bertaubat..
Tapi beberapa minggu terakhir, ia tak lagi di datangi para penagih hutang.. Bahkan setiap hari ada saja yg memberi nya makanan enak dan menyelipkan beberapa lembar uang..
Bapak mencari penagih hutang itu dan ingin mencicil hutang hutang nya..
Tapi kata penagih, jika hutang nya sudah lunas.. Entah siapa yg membayar..
Bapak berlutut di hadapan Kinara, meminta maaf dan menyesali perbuatannya..
Dengan cepat Kinara membantu bapak berdiri dan memeluk tubuh ringkih sang Bapak.Seburuk-buruk orang tua, mereka lah sudah membuat mu hidup di dunia ini. Maafkan kesalahan nya, mungkin saat itu ia tengah tersesat..
"Maafkan bapak Kina,, bapak menyesal" Ucap bapak lirih dengan tangisan pilu..
Kina hanya bisa diam,, ragu ingin menjawab apa.
"Kina membawa seseorang kesini pak"
Bapak menyeka air mata nya dan menoleh seseorang yg Kina tunjuk..
Seorang pria tampan yg seperti nya dalam keadaan lumpuh karena ia duduk di kursi roda.
"Perkenalkan pak, nama saya Brandon"
.
.
__ADS_1
.