Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh
Meninggalkan rumah


__ADS_3

Kinara memasuki rumah, melihat keluarga nya berkumpul.


Sejenak ia senang karena sangat jarang Kiki pulang ke rumah,, paling saat ia d butuhkan saja..


"Duduk lah Kinara"


Kinara sekarang seperti seorang tahanan yg akan d sidang..


"Kamu setuju dengan usulan bapak Kina??? " Kiki mengawali kalimat nya..


Kinara menggeleng..


"Maafkan aku" ucap nya lirih.


"Bagus,, abang kira kamu setuju dengan usulan bapak yg akan menjual mu"


Kinara menatap Kiki dengan pandangan tak terbaca..


"Abang pikir kamu dengan bodoh nya menerima usulan bapak,, bapak yg berhutang dan harus bapak lah yg menanggung nya"


Kiki melirik sinis ke arah sang bapak.. Ini alasan nya tak pernah pulang ke rumah.. Dia sudah muak melihat prilaku bapak nya yg tak pernah berubah..


"Kalau kau kesini tidak ingin membantu, setidak nya jangan memprovokasi adikmu"


"Aku tidak memprovokasi pak, aku cuma ingin bapak mempertanggung jawabkan semua yg bapak perbuat. Jangan membebani Ibu dan Kinara"


"Apa salah nya seorang anak berbakti kepada orang tua nya??? "

__ADS_1


"Tidak ada yg salah,, jika orang tua itu bisa mengayomi keluarga nya, bukan seperti bapak yg hanya bermain judi"


"Jangan kurang ajar kau Kiki,, Durhaka kau" bentak bapak mulai mengamuk...


Bang Kiki hanya tersenyum sinis, sedangkan Kinara dan Ibu saling berpelukan dengan tangis sudah membanjiri pipi mereka..


"Apa bapak pikir aku tak tau apa yg bapak kerjakan d luar sana??? "


"Memang nya apa ku kerjakan??? " tanya bapak menantang..


"Sudah sudah.. jangan bertengkar lagi,, malu d dengar tetangga" kali ini Dewi bersuara..


"Tidak bu, kali ini bapak sudah keterlaluan. Tidak ada orang tua yg sebejad bapak"


Plak....


Satu tamparan d pipi Kiki..


Kiki memegang pipi nya yg terasa panas, bahkan darah mengalir d sudut bibir nya.


"Bukan bapak yg berjuang, tapi ibu... Bapak hanya mementingkan diri bapak saja,, juga para pelac*r yg bapak sewa"


"Cukup Kiki" Dewi berteriak..


"Apa maksud mu??? " Dewi menatap tajam Kiki dan Bapak secara bergantian...


Sedangkan Kiki hanya menunduk,, ia keceplosan bicara..

__ADS_1


"Jawab Kiki" Lagi lagi suara teriakan Dewi menggema hingga ke seluruh rumah..


Kiki tidak menjawab, dia hanya menyodorkan telfon genggam dan memberikan nya kepada ibu..


Ibu menutup mulut tak percaya melihat video suami nya sedang mencumbu mesra 2 wanita **** sekaligus..


Dewi memangkas jarak nya dengan suami..


"Itu tidak benar sayang" Bapak berusaha mengelak


Plak.. plak...


2 tamparan kiri dan kanan pipi Bapak membuat nya menunduk takut..


"Aku disini membanting tulang membantu membayar hutang hutang mu.. Tapi kau d sana bersenang senang dengan para wanita murah*n itu.. Bajingan kau"


Lagi dan lagi Dewi menampar suami nya...


"300 juta hutang mu yg harus ku cicil, Apa kau pernah membantu ku??? Tidak"


"Kinara,, segera kemas seluruh pakaian mu,, kita tinggal kan dia dengan semua hutang hutang nya. Mulai detik ini aku tak akan peduli lagi padamu"


Ucap Dewi segera menarik Kinara ke dalam kamar.. Dan menyuruh Kinara berkemas..


"Tunggu dulu Dewi,, sekali ini saja dengarkan aku"


"Stop.. Jangan mendekati ku satu langkah pun. Melihat mu saja membuat ku jijik"

__ADS_1


Dewi dan Kinara mengemasi seluruh pakaian mereka.. Dewi sudah tak lagi peduli dengan suami nya. Dulu memang Dewi lemah jika berhadapan dengan suami nya itu, Karena ia benar benar mencintai suami nya. Tapi melihat video membuat cinta nya lenyap tak berbekas, tersisa kekecewaan yg sangat dalam...


...****************...


__ADS_2