
Kinara meringis kesakitan kala kedua lutut nya menghantam lantai.
Ia lupa saat ini memakai heels.. Kinara yg sudah terbiasa memakai flat shoes atau heels tinggi 5cm saja agak limbung saat badan nya tak seimbang..
"Aduuuh" Ringis nya...
Semua mata yg berada dalam toko melihat ke arah nya..
Ratu segera menghampiri Kinara,,
"Kamu kenapa???? "
"Maaf nyonya,, saya gak biasa make sepatu tinggi bertumit seperti ini. Tadi saya ingin mengejar nyonya"
Kinara menjawab saat ia sudah berdiri d bantu oleh Ratu dan beberapa pegawai yg ada d sana..
Kening Ratu mengernyit,, "Ngapain kamu ngejar saya???"
"Itu nyonya.. hmm... Semua baju ini apakah d potong dari gaji saya??? " Kinara menunduk takut seraya memilin gaun yg sedang ia pakai..
Hening...
"Hahahaha.... "
Kinara mendongak saat mendengar suara tawa Ratu yg menggelegar.
Sampai sampai air mata keluar dari sudut mata nya... Semua orang menatap bingung..
Menyadari semua memperhatikan nya, Ratu ber dehem dan kembali dengan mode anggun..
"Nanti kita bicarakan, sekarang kamu ikuti saya saja" titah Ratu..
Kinara mengangguk dan mengikuti arah langkah Ratu, walaupun sedikit susah, tapi Kinara dengan cepat menguasai diri saat memakai Heels setinggi 10cm itu..
Setelah membayar semua tagihan, Ratu menarik pelan tangan Kinara menuju salon yg berada tepat d sebelah toko..
__ADS_1
Setelah Ratu berbincang dengan salah satu pegawai d sana, Kinara d bawa ke sebuah ruangan.
Ia mengikuti pegawai tersebut saat Ratu mengangguk kepada nya. Kinara d duduk kan d sebuah bangku rias yg d depan banyak perlengkapan make up..
Sekarang ia tau, jika diri nya akan d make over..
Ahhh.. Kinara jadi penasaran bagaimana hasil nya,, pasti ia akan menjadi Cinderella bukan???
Sekitar satu jam,, ia merasa seseorang menepuk pelan pundak nya..
Kinara terbangun..
Ternyata dari tadi ia tertidur saat d dandani, Kinara terkejut saat pegawai tersebut tersenyum kepada nya..
"Sudah selesai nona"
"Hah???? " Kinara bingung
Pegawai tersebut membantu Kinara berdiri, dan merapikan gaun yg Kinara gunakan..
"Apa ini aku??? "
"Iya nona, yg d dalam kaca itu adalah nona"
"Apa aku bermimpi??? "
"Tidak nona, anda baru saja terbangun saat saya mendandani anda"
Kinara hanya cengengesan menampilkan gigi ginsul nya yg manis,, merasa malu karena tertidur saat d dandani..
"Apa saya ngorok nona??? "
Pegawai tersebut menggeleng dan tersenyum
"Hanya ileran saja"
__ADS_1
"Hah??? benarkah??? "
"Tidak,, saya hanya bercanda"
Kinara menarik nafas nya lega..
"Ayo nona,, mertua anda sudah menunggu"
"Baik lah,, hah??? mertua??? Anda salah nona, beliau bukan mertua saya,, tapi majikan saya.. Saya hanya pelayan"
"Benarkah??? Tapi kenapa saya merasa anda terlalu istimewa nona??? "
Kinara mengedik kan kedua bahu nya..
"Saya merasa tidak begitu, ya sudah, Ayo kita keluar"
Saat pintu ruangan terbuka..
Kinara melihat Ratu tengah sibuk dengan ponsel mahal nya..
Kinara mendekat, seketika Ratu mengalihkan pandangan kepada Kinara dan tersenyum..
"Bagaimana nyonya??? "
"Sesuai dugaan ku, Cantik sekali"
"Terima kasih nyonya"
Ratu melirik jam tangan mahal yg bertengger cantik d pergelangan tangan kirinya..
"Kita harus segera pulang dan menjemput Brandon,, karena waktu nya tinggal beberapa jam lagi"
Kinara berjalan sangat anggun mengikuti Ratu.. Bukan karena merasa sudah cantik, karena dia harus berjalan dan hati hati karena memakai heels.. Jangan sampai kejadian d boutique tadi terulang..
Kinara tidak ingin malu untuk kedua kali nya..
__ADS_1
Saat ini Kinara merasa menjadi peran utama dalam sebuah drama yg berjudul "Upik Abu menjadi Cinderella"....