
Jane terus meminta tolong pada Akash. Ia terus berteriak agar di dengar oleh orang luar toilet. Beruntung saja teriakan Jane lumayan keras.
Akash yang ingin menandatangani kontrak itu. Akan tetapi, ia mendengar suara teriakan Jane di dalam toilet. Akash langsung berlari menuju ke toilet itu.
Pemandangan yang Akash lihat adalah Pak Wijaya sedang berusaha memperk*sa Jane. Terlihat dari robekan baju Jane.
Tanpa tunggu lama-lama, ia langsung membogem mentah pak Wijaya dengan segenap kekuatannya. Akash tidak peduli nantinya akan batal kerjasama. Keselamatan Jane lebih utama.
"Brengs*k lu! Tua bangka gak tahu diri!" bentak Akash sembari terus melayangkan bogeman pada Wijaya. Sementara Jane sudah menangis tersedu-sedu. Penampilannya acak-acakan.
Jane sangat trauma karena mendapatkan pelecehan dari klien bosnya itu. Ia menangis di pojok toilet itu.
"Gue gak sudi harus kerjasama sama lu! Bangs*t!" seru Akash terus-terusan membogem pak Wijaya sampai orang-orang pun berkerumun. Sementara pak Wijaya sendiri sudah babak belur oleh tonjokan dari Akash yang bertubi-tubi.
Hingga keributan itu membuat owner dari cafe langsung turun tangan. Akash dan pak Wijaya dilerai. Akash tampak emosi. "Urus dia! Kalau tidak percaya silakan cek CCTV. Saya akan menuntut orang b*ngsat ini! Dan saya mohon pihak cafe juga menuntut orang ini!" seru Akash pada owner cafe itu.
Owner cafe pun mengangguk setuju. "Baik Pak, saya akan mengurusnya," ucap owner itu sembari menundukkan badannya.
Akash langsung menghampiri Jane yang sudah ada di pojokan. Ia dengan refleks memeluk sekretaris malangnya itu. "Kamu yang tenang ya, Jane. Maafkan saya," ucap Akash lirih.
Jane membalas pelukan itu. Ia memeluk Akash dengan erat. Ia butuh perlindungan saat ini. Bajunya pun juga tidak layak pakai sehingga Akash meminjami jasnya.
"Sementara kamu pakai jas saya dulu ya, Jane. Ayo kita pergi dari sini." Akash dan Jane langsung bergegas untuk pergi dari sini. Akash sudah menelepon anak buahnya untuk meminta salinan CCTV serta mengurus masalah ini.
"Kamu yang kuat, Jane. Kamu sudah aman disini. Sudah ya," ucap Akash di dalam mobil. Jane pun mengangguk pelan. Rasa traumanya belum hilang sampai sekarang.
__ADS_1
"Ini semua salah saya, Jane. Harusnya saya juga selektif memilih klien," ujar Akash menyesal. Jane buru-buru menggeleng. "Ini bukan salah Tuan. Justru saya malah berterimakasih pada Tuan karena Tuan begitu baik pada saya," ucap Jane tulus.
Akash mengulas senyum tipis. Ia harus membelikan Jane baju baru untuk mengganti bajunya ayang telah robek di butik langganan mamanya. Butik itu bukan di Bogor, melainkan di Jakarta. Jadi, Akash dan Jane harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam untuk ke butik itu.
Di perjalanan, Akash juga menawari Jane untuk minum air mineral. "Jane, kamu minum dulu ya. Kamu ambil sendiri. Saya nyetir tidak bisa mengambilkan," ucap Akash. Jane pun mengangguk. Ia mengambil air mineral itu.
*****
"Maaf Tuan, kenapa kita ke butik ya?" tanya Jane kebingungan. Akash tersenyum ketika arah Jane. "Baju kamu robek, Jane. Harus ganti dulu dong."
Ada desiran hangat dari dada Jane. Rasanya diperhatikan oleh Akash adalah suatu keberuntungan. Ia bersyukur mempunyai bos yang begitu baik sepertinya.
Akhirnya mereka turun ke butik. Penampilan acak-acakan Jane berhasil dirapikan tadi. "Tuan, tapi ini terlalu berlebihan," ungkap Jane setelah memperoleh baju dengan harga yang mahal. Akash menggeleng. "Tidak Jane, sudah sana ganti." Daripada berdebat, Jane pun menurut.
Sembari menunggu, owner dari butik itu juga menyambut Akash. "Oh ini Akash ya? Putra dari Angela itu, kan?" tanya owner itu nyaris tidak percaya. Akash mengulas senyum. "Iya Tante," ucap Akash sembari mencium punggung tangan teman mamanya.
"Sudah kok, Tan. Tinggal menunggu saja ini. Dia sedang berganti," ucap Akash sopan.
Tante Retha pun mengernyit. "Siapa emang?" Tapi belum dijawab, Jane sudah keluar dengan pakaian barunya. Pakaiannya lebih tertutup dari yang ia kenakan tadi siang.
"Wah, jadi kamu kesini bawa kekasih. Ya Tuhan, cantik sekali," ungkap Retha. Jane pun ingin menanggapi tapi ia mendapatkan kode dari Akash untuk diam.
"Ya sudah Tante, ini sudah ganti dan saya mau bayar semuanya." Akash pun langsung ke kasir. Ia juga mendapatkan diskon 20% dari tante Retha. "Terimakasih banyak ya sudah mampir ke butik tante. Lainkali boleh kok mampir lagi. Tenang aja, pasti tante kasih diskon deh," ucap tante Retha.
Setelah selesai dari butik itu, Jane dan Akash langsung bergegas ke psikiater. Jane tidak langsung pulang. Akash ada tanggungjawab lainnya. Ia harus membawa Jane ke psikiater supaya sekretarisnya itu diberi obat juga.
__ADS_1
Perjalanan ke rumah sakit itu pun juga tidak diomongkan oleh Akash. Sepanjang perjalanan, Jane selalu mengucapkan terimakasih. "Tuan, ini saya dikasih baju lagi. Dan ini terlalu banyak. Saya belum bisa menerimanya," ungkap Jane sungkan.
"Tidak apa-apa, Jane. Kamu berhak mendapatkannya. Hanya beberapa potong kok," ucap Akash. Jane mengangguk. "Kalau begitu terimakasih banyak, Tuan."
*****
"Lho, ini ke rumah sakit kenapa Tuan?" tanya Jane dibuat kebingungan lagi. "Kita akan ke psikiater. Kamu tidak keberatan, kan?" Jane pun menggeleng. "Tidak Tuan. Terimakasih banyak."
Jane masuk ke ruang itu dan Akash menunggu di luar. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Tiba-tiba saja ponsel Akash berdering. Ternyata dari Mom Angela.
"Sayang, kamu ada dimana?" tanya Mom Angela terdengar ceria. "Aku ada di rumah sakit. Kalau Mom tanya kenapa nanti aku bakal jelasin di rumah. Ada apa Mom meneleponku?" tanya Akash to the point.
"Kamu tadi bawa kekasih terus ke butiknya Tante Retha ya? Kok gak cerita sama Mom sih kalau kamu itu udah punya kekasih. Ayo kenalin ke Mom dong," cerocos Mom Angela pada Akash. Akash pun menepuk jidatnya. "Aduh! Salah paham deh!" seru Akash dalam hatinya. Ia harus meluruskan. "Mom, salah pa-"
"Udah ngaku saja, Sayang. Gapapa kok. Mama tunggu pokoknya minggu ini kamu bawa kekasihmu itu ke mansion ya. Ajak dia makan malam," ucap Mom Angela antusias. Akash hanya mendengkus. Ia bingung sekarang.
"Tapi Mom..." ucap Akash lirih. "Tidak ada tapi-tapian. Ya sudah ya, kamu hati-hati. Mom tutup dulu teleponnya.
******
Saking euforianya, Mom Angela juga menelepon Lee. Padahal mereka lagi honeymoon. Tuan Muda Lee pun mengangkat telepon dari Mom Angela.
" Halo, Mom. Ada apa?" tanya Tuan Muda Lee heran. Tidak biasanya Mom Angela meneleponnya malam-malam. Untung Tuan Muda Lee dan Kei tidak sedang bercocok tanam.
"Mom punya kabar gembira buat kamu dan istrimu. Tahu gak kalau adik kamu, Akash sudah punya kekasih, Lee!" seru Mom Angela terdengar antusias.
__ADS_1
"Apa? Punya kekasih!" seru Tua Muda Lee tidak percaya.