
"Aku tau jika aku sangat tampan, jadi tak usah memandang ku seperti itu"
TUING...
Kekaguman Kinara pun sirna,, menyesal karena telah mengagu mi pria narsir di sebelah nya ini..
"Anda terlalu percaya diri tuan"
Kinara memutar bola mata malas.. Kelakuan Kinara membuat Brandon terkekeh..
"Oiya tuan,, dari mana tuan tau jika ibu menerima bapak??? Kenapa aku tidak tau??? "
"Lebih baik tanya ibu mu saja Kinara,, aku tak ingin mendahului"
"Tapi... "
Brandon mengernyitkan.
"Ya??? Apa??? "
"Terima kasih tuan,, "
"Untuk??? "
"Untuk semua nya. Tuan sudah sangat berjasa dalam kehidupan kami"
"Sudah seharus nya seperti itu terhadap calon istri sendiri bukan??? "
"Yayaya terserah Anda saja tuan"
Brandon mendekat kan badan nya membuat Kinara otomatis menjauh..
"Berhenti berbicara formal terhadap ku Kina,, dan mulai sekarang jangan panggil aku tuan. Karena aku calon suami mu, bukan tuan mu lagi"
Kinara mengangguk takut,, Brandon semakin mendekat ke arah Kinara.
Dan detik selanjutnya, Brandon mendaratkan bibir nya pada bibir merah muda milik Kinara. Membuat Kinara membelalakkan mata nya..
__ADS_1
Tapi ciuman Brandon yg sangat lembut dan manis, seketika membuat Kinara menutup mata dan menikmati ******* yg di berikan Brandon..
Kedua tangan Brandon kini menekan leher Kinara dengan lembut.. Sedangkan Kinara meremas jas yg Brandon gunakan dengan kedua tangan nya...
Supir yg membawa mereka hanya bisa memalingkan wajah karena malu..
Ciuman lama mereka berhenti saat Brandon tiba tiba meringis dan sedikit merintih...
"Ada apa??? " tanya Kinara kuatir..
"Kaki ku sakit karena terlalu lama duduk menyamping"
"Tuan siiih, ngapain juga pake ciuman tiba-tiba segala. Lagian kita masih dalam mobil. Sempit dan eh" Kinara langsung menutup wajahnya karena malu.
"Tapi ku lihat kamu menikmati nya"
"Enak aja,, tadi saya cuma terkejut. Lagian saya tidak suka di cium tiba tiba"
Kinara bertambah malu, dan dia akui ciuman Brandon membuat nya terlena..
"Kau bahkan membalas ciuman ku dengan ganas,, kalau tak percaya tanya saja sama pak Adi"
Kinara memalingkan wajah nya melihat pemandangan D luar jendela..
Pak Adi sang supir hanya cengengesan mendengar nama nya D sebut sebut dalam perdebatan calon pasangan suami istri ini.
Setelah kejadian itu, tidak ada yg membuka suara. Hening... Hingga mobil memasuki pekarangan rumah..
Kinara membantu Brandon keluar dari mobil D bantu pak Adi..
Sebelum masuk rumah Kinara berbisik
"Pak, jangan sampai ada yg tau kejadian ini ya pak.. ku mohon"
Ucap Kinara memelas, sedangkan pak Adi hanya tersenyum dan mengangguk..
.
__ADS_1
.
.
Di dalam sebuah ruangan. Farkhan sedang duduk berhadapan dengan direktur rumah sakit tempat ia bekerja..
"Saya sudah memutuskan penawaran bapak tempo hari"
"Benarkah??? " Tanya sang direktur seraya membuka kaca mata..
"Iya Pak" jawab Farkhan mantap.
"Apa yg membuat mu berubah fikiran??? "
"Setelah saya pertimbangkan, saya merasa sayang untuk melewatkan kesempatan ini"
"Lalu bagaimana dengan pasien pribadi mu itu???? "
"Kondisi pasien saya itu sudah mulai membaik. Dan tak lama lagi sudah D pastikan dia bisa berjalan seperti sedia kala"
Direktur itu mengangguk..
"2 bulan lagi waktu yg kamu punya, selesai kan dulu semua pekerjaan mu sebelum berangkat. Dan semua nya sudah harus beres"
"Baik Pak" Farkhan mengangguk.
"Saya pamit pak, Terima kasih"
"Sama sama"
.
.
.
.
__ADS_1
Hayoooo....
Farkhan mau kemana coba????