
Setelah mengantarkan ku masuk ruangan, Kinara ku suruh menunggu d luar..
Bukan apa apa karena ku ingin bertanya sedikit masalah pribadi kepada Farkhan..
"Jadi apa yg ingin kau tanyakan bung???" Tanya Farkhan saat kami tinggal berdua saja dalam ruangan.
"Apa punya ku ini masih berfungsi Far??? " Pertanyaan ku membuat Farkhan tertawa.
" Jangan jawab pertanyaan ku dengan tawa mu. Rasanya ingin ku pukul kepala mu itu"
"Pertanyaan mu itu lucu Brandon. Tapi aku akan menjelaskan inti nya saja.. Yang lumpuh itu cuma kaki bagian paha kebawah.. Jadi dari paha sampai atas masih berfungsi dengan sangat baik. Dan ku rasa punya mu itu bisa menghasilkan beberapa bayi yg lucu"
"Kemarin aku sempat merasakan g@irah.Tapi kenapa kaki ki ikut sakit merasakan nya??? "
"Kau bergair@h dengan siapa Brandon??? "
Ku putar bola mata malas.
"Tentu saja dengan calon istri ku Kinara, kemarin aku sempat mencium nya Far" Jawab ku tersipu malu.
Entah kenapa aku tidak malu dengan semua cerita ku. Aku hanya ingin yg terbaik untuk Kinara nanti.
"Biar aku jelaskan,, kaki mu sakit karena merasakan reaksi dari gair@h mu itu Brandon. Bagi orang normal, jangan kaki bahkan sekujur tubuh pun merasakan getaran.. Dan itu adalah kemajuan yg sangat baik"
Ku mengangguk menyimak penjelasan Farkhan..
Farkhan sengaja menyampaikan dengan kata kata yg mudah dipahami. Tak mungkin Farkhan menjelaskan dengan bahasa kedokteran. Yang ada Brandon tidak akan mengerti..
(Karena sebenarnya author lah yg tidak mengerti bahasa kedokteran. hehe jangan d bully ya)
__ADS_1
"Jadi jika aku nanti berhubungan badan, gaya apa yg sebaiknya ku pakai Far?? "
Pertanyaan ku lagi lagi membuat Farkhan tertawa membuat Brandon melirik tajam. Lirikan mata ku yg mematikan membuat Farkhan berhenti tertawa..
"Baik lah tuan muda Brandon, sekarang aku akan serius. Tapi aku mohon jangan bertanya hal hal yg lucu seperti itu"
"Jawab saja pertanyaan ku dengan benar"
"Kalau masalah gaya, terserah saja kau ingin gaya apa. Asalkan kau nyaman dan tidak merasa kesakitan. Tapi aku menyarankan agar Kinara d atas mu saja. Biar kan dia menggo, yang . Kau tau beres saja. Lebih enak bukan"
Farkhan menaik turun kan kedua alis nya membuat ku kesal dan melemparkan pulpen d atas meja ke arah nya..
" Jangan kesal bung, aku saja belum menikah . Kau ingin aku iri??? tentu saja jika gaya kau yg lebih tau dari pada aku. Bukan kah kau pernah melakukan nya dengan pasangan mu dulu. Seperti yg kau ucapkan d pesta pernikahan nya???"
Jawaban Farkhan membuat ku tertawa.
"Haha, bahkan omongan ku itu d anggap serius oleh Kinara. Melihat nya takut dan menjauhi ku saat itu membuat ku ingin tertawa"
Ku menggeleng.
"Jika ada nanti akan ku hubungi kau"
"Brandon, aku ingin menyampaikan sesuatu. "
"Apa itu??? "
Farkhan menghela nafas..
"2 bulan dari sekarang aku akan berangkat ke Amerika melanjutkan study ku mengambil spesialis. Maaf kan aku karena tak bisa lagi menemani mu. Awal nya aku tak ingin pergi karena aku mengkhawatirkan mu. Tapi melihat perkembangan mu akhir akhir ini membuat ku berubah pikiran. Sekali lagi ma'af kan aku "
__ADS_1
Ucapan Farkhan membuat ku tersenyum bangga..
"inilah Farkhan yg ku kenal, melakukan segala cara mencapai keinginan nya. Pergilah Farkhan. Raih cita cita mu. Aku akan selalu mendukung mu. Dan aku berjanji dalam waktu 2 bulan ini aku bisa berjalan seperti sedia kala" Ucap ku tulus..
Farkhan mengangguk dan mengantarkan ku ke ruang terapi. Di sana sudah ada dokter lain yg menunggu. Farkhan meninggal kan ku dan meminta izin kembali ke ruangan nya.
Selesai terapi aku keluar mencari Kinara,, karena Kinara tadi tak nampak d ruang tunggu..
Ku lihat Kinara sedang berbincang dengan Farkhan d kursi taman rumah sakit..
Ku berusaha mendekat karena penasaran dengan pembicaraan mereka..
Aku bersembunyi d balik sebuah pohon dan mencuri dengar, sampai akhirnya aku mengetahui jika Farkhan mencintai Kinara. Dan seperti nya Kinara juga sama, karena melihat cara Kinara memandang Farkhan.
Berarti ini alasan Kinara berkali kali menolak ku, ternyata dia mencintai Farkhan.
Ingin menghampiri mereka tapi kata kata Farkhan yg mendoakan kebahagiaan Kinara membuat niat ku menghampiri urung ku lakukan..
Seperti nya Farkhan sudah melepaskan Kinara untuk ku.. Aku tak sanggup lagi menguping saat mereka berpelukan. Ku akui cemburu, tapi ku beri Farkhan kesempatan. Yg pasti ini menjadi pelukan pertama dan terakhir mereka.
Ku pencet tombol kursi roda dan menjauh sebelum mereka sadar..
Setelah jauh, ku ambil ponsel dan segera menghubungi Kinara..
Pelukan mereka terlepas saat mendengar dering ponsel Kinara. Kinara tak mengangkat tapi dia seperti akan pamit kepada Farkhan..
Tak lama aku mendengar teriak an Farkhan yg berkata "Ku tunggu janda mu"...
Aku tersenyum jahat.. " Maaf Farkhan,, Selama apapun kau menunggu aku tak akan melepaskan Kinara "
__ADS_1
POV BRANDON OFF..