Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh
Bab 48


__ADS_3

Kei yang mendengar suaminya berteriak soal kekasih mendadak menjadi kepo. Sebenarnya ada apa Mom Angela mengatakan seperti itu. "Mas, loudspeaker dong," ucap lirih Kei.


Tuan Muda Lee langsung mengeraskan volume panggilan telepon itu.


"Jadi gimana ceritanya si Akash punya kekasih, Mom. Aku tahu banget dia itu adalah orang paling selektif urusan begituan. Dia memilih untuk celap-celup saja daripada harus terikat."


Tuan Muda Lee paham sifat Akash. Akan tetapi Mom Angela menjelaskan kronologi bertemunya tante Retha dengan kekasih Akash. Setelah bercerita cukup lama, akhirnya Tuan Muda Lee paham.


"Mungkin hanya sebatas rekan kerja atau apa pastinya. Aku tidak seyakin itu kalau Akash mau menjalin hubungan," timpal Tuan Muda Lee.


"Kamu sudah berburuk sangka pada adikmu, Lee. Justru harusnya kamu bangga karena adikmu tidak lagi mau celap-celup sana sini."


Kei yang mendengar sejak tadi pun hanya diam. Ia awalnya juga tidak paham akan masalah Akash. Tapi lama kelamaan, ia paham juga.


"Terus namanya siapa, Mom?" tanya Tuan Muda Lee penasaran. Ia sangat penasaran, orang yang membuat Akash berubah itu siapa.


"Aduh, Mom tidak tahu namanya, lupa menanyakan pada tante Retha," ucap Mom Angela sambil terkekeh.


"Kebiasaan banget sih Mom, selalu heboh dulu sebelum informasi lengkap. Haduh," tukas Tuan Muda Lee membuat Kei terkikik.


*******


Sementara itu, di ruang tunggu Akash masih menunggu Jane keluar. Dia sabar menanti. Bagaimana pun ini juga tanggungjawab Akash.


Setelah menunggu hampir 30 menit, Jane pun keluar dengan memegang resep obat yang harus ditebus. "Gimana Jane?" tanya Akash sembari berdiri menyamai Jane.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Tuan. Saya sudah agak membaik dari yang tadi. Ini saya harus menebus obat terlebih dahulu. Tuan Akash tunggu saja disini, tidak lama kok," ucap Jane sembari tersenyum.


Akash pun mengangguk. Ia kembali duduk di kursi tunggu. Mungkin sekitar 10 menit, Jane kembali membawa obat di tangannya. Akash juga memberikan dia uah juga.


"Terimakasih, Tuan Akash. Maaf merepotkan, Tuan." Jane mengucapkan rasa terima kasihnya pada bosnya. Akash pun mengangguk.


"Jane, kamu adalah sekretaris saya. Namun juga tanggungjawab saya. Tanggungjawab saya sebagai atasan kamu," ucap Akash tulus.


Setelah semua beres, Akash pun langsung mengantarkan Jane untuk pulang. "Maaf Tuan, ini Tuan Akash langsung mengantarkan saya pulang?" tanya Jane karena jalannya itu bukan menuju kantor lagi.


Akash yang fokus menyetir mobilnya, ia melirik sekilas ke Jane. Akash menggeleng. "Saya antar kamu pulang, Jane. Biarkan motor kamu di kantor. Saya sudah bilang security untuk mengamankan. Kamu jangan khawatir," ucap Akash.


Jane mengangguk. "Jadi ini belok ke kanan atau kiri, Jane?" tanya Akash. "Kanan Tuan, nanti ada gang masuk berhenti disitu saja. Saya turun di gang itu. Soalnya mobil tidak muat untuk masuk," ucap Jane jujur. Akash mengangguk.


Setelah sampai di depan gang. Jane pun turu dari mobil. Tapi sebelumnya ia mengucapkan terimakasih yang teramat banyak pada bosnya. "Terimakasih Tuan sudah mengantar saya. Terimakasih pula untuk semuanya," ucap Jane tulus. "Iya, Jane. Sudah jangan terimakasih terus. Gak capek ya?" canda Akash. Jane ikut terkekeh.


*****


Hari berlalu dengan cepat, tepat di hari ke tujuh, Kei dan Tuan Muda Lee sudah berkemas untuk pulang. Mereka sudah hampir checkout.


Tuan Muda Lee dan Kei akan checkout sekitar pukul 9 pagi waktu Perancis. "Mas, rasanya berat banget mau ninggalin Paris. Aku nyaman banget disini," ungkap Kei dengan bibir mengerucut.


Tuan Muda Lee justru terkekeh dan memeluk Kei dari samping. "Jadi kamu ingin tinggal di Paris saja? Bukan kah begitu?" tanya Tuan Muda Lee memastikan. Kei tidak mau menjadi orang yang tidak tahu diri.


Kei langsung menggeleng. "Tidak Mas. Perusahaan kamu juga ada di Indonesia. Semua ada di Indonesia. Aku juga senang kok di Indonesia," ucap Kei meyakinkan suaminya.

__ADS_1


Tuan Muda Lee tersenyum dan mengangguk. "Iya Honey, semua memang ada di Indonesia. Tapi kalau kamu mau pindah pun juga aku menyamggupi. Apa sih yang nggak buat kamu?"


Tuan Muda Lee sudah pintar menggombal sekarang. Gombalan Tuan Muda Lee membuat wajah Kei bersemu merah. Ia menjadi wanita paling dicintai oleh suaminya. Kei harus berbangga akan hal itu.


"Apaan sih, Mas! Gombal mulu kamu," ucap Kei sembari memukul dada Tuan Muda Lee pelan. "Itu fakta, Honey. Aku tuh emang sesayang dan secinta itu padamu. Kamu tidak percaya?" tanya Tuan Muda Lee terlihat serius. Kei yang gantian terkekeh. "Mana ada aku meragukan cintamu, Mas. Aku selalu mencintaimu apapun kondisi kamu."


Suasana haru pun memenuhi kamar hotel itu sebelum mereka checkout. Baik Kei dan Tuan Muda Lee berpelukan. Tidak lupa juga Tuan Muda Lee menempelkan bibirnya ke bibir istrinya.


Mereka berpangut*n mesra. Sampai akhirnya mereka sama-sama kehabisan nafas. Baik Tuan Muda Lee dan Kei mengurai cium*n itu. "Udah yuk, keburu ketinggalan maskapai nanti," ucap Kei.


Tuan Muda Lee dan Kei menuju bandara dan pulang lagi ke Indonesia. Tidak lupa, Kei juga membelikan semua maid dan mertuanya oleh-oleh dari Paris. Semua yang dibeli Kei adalah uang dari suaminya. Dan Tuan Muda Lee tidak keberatan sama sekali.


Kepulangan Kei dan Tuan Muda Lee dari Paris tentunya akan disambut meriah oleh maid dari mansion Tuan Muda Lee dan Mom Angela. Tidak lupa Akash juga menyiapkan semuanya.


*******


"Selamat datang lagi ke mansion ini, Sayang." Mom Angela memeluk Kei dan bergantian memeluk putranya, Lee. Demikian pula dengan Daddy Aaron. Dia memeluk putranya dan Kei juga mencium punggung tangan Daddy Aaron.


"Terimakasih Mom, Dad," ungkap Kei dengan perasaan senang. Tidak lupa maid juga menyambutnya dengan meriah. Ada bibi Ajeng dan kawan-kawan. "Selamat datang kembali Nyonya Kei dan Tuan Muda Lee. Kami senang Nyonya dan Tuan sudah pulang." Bi Ajeng memang terlihat bahagia dengan kedatangan majikannya.


"Makasih ya, Bi. Oh iya aku ada oleh-oleh buat Mom, Dad, dan Bibi-bibi semua." Kei berbicara penuh antusias. Paperbag sudah dikantongi oleh security dan supir pribadi.


"Ayo masuk dulu dong, Sayang." Mom Angela mempersilakan mereka masuk. Setelah masuk, Kei langsung membagikan satu persatu maid oleh-oleh dari Paris. Masing-masing maid mendapat satu paperbag yang cukup besar.


"Wah terimakasih banyak, Nyonya!" seru kegirangan para maid. Kei mengangguk. Giliran dia memberikan oleh-oleh itu kepada mertuanya. "Nah, kalau ini punya Mom dan Dad," Kei menyerahkan paperbag paling besar. Mata Mom Angela berbinar. "Terimakasih, Sayang. Tapi ini masih ada yang kurang," ucap Mom Angela membuat Kei dan Tuan Muda Lee kebingungan.

__ADS_1


"Apa Mom?" tanya Tuan Muda Lee kebingungan karena ia membelikan Mom nya oleh-oleh tas impian Mom Angela.


"Cucu," ucap Mom Angela terkekeh


__ADS_2